Ini Kondisi Penyebab Glikosuria Galaktosa Dalam Urine

Artikel ini telah direview oleh

Ini Kondisi Penyebab Glikosuria Galaktosa Dalam Urine

Ini Kondisi Penyebab Glikosuria, Galaktosa Dalam Urine
Foto: tempo.co

Glikosuria merupakan kondisi gula lain seperti laktosa, fruktosa, atau galaktosa dalam urine. Dianggap glikosuria apabila ditemukan 0,25 miligram glukosa dalam urine. Mengutip Medical News Today, glikosuria menyebabkan gejala berupa sering buang air kecil. Adapun terkadang merasa lapar dan haus yang ekstrem.

Orang diabetes yang mengalami glikosuria mengalami gejala lainnya, misalnya luka lama sembuh, mudah lelah, gangguan penglihatan.

Berikut penyebab glikosuria, yakni: 

  1. Diabetes

    Orang diabetes mengalami glikosuria, karena pankreas tidak menghasilkan cukup insulin dalam tubuh untuk mengontrol glukosa. Akibatnya gula darah melonjak dan menyebabkan glukosa darah masuk ke urine.

  1. Diabetes gestasional

    Diabetes gestasional jenis diabetes yang terjadi selama kehamilan. Ini terjadi ketika ibu tidak menghasilkan cukup insulin dalam tubuhnya. Kekurangan insulin mengakibatkan kenaikan kadar gula darah yang menyebabkan glikosuria. Kondisi ini berisiko rentan mempengaruhi bayi, antara lain  tumbuh terlalu besar atau gula darah tinggi.

  1. Glikosuria ginjal

    Glikosuria ginjal merupakan kondisi bawaan yang langka. Kondisi membuat glukosa terbuang ke urine meski tubuh memiliki kadar glukosa yang normal. Glukosoria ginjal tersebab perubahan gen yang merusak tubulus ginjal atau tempat glukosa diserap. Glikosuria ginjal biasanya tidak memiliki gejala apa pun dan tidak memerlukan pengobatan.

  1. Sindrom fanconi

    Sindrom fanconi kerusakan  ginjal yang menyebabkan masalah dalam penyerapan glukosa. Glukosa terbawa ke urine. Sindrom fanconi bisa disebabkan narkoba, paparan logam berat, kekurangan vitamin D, dan transplantasi ginjal. Adapun penyebab lainnya, penyakit wilson, sindrom lowe, dan sistinosis.

  1. Glikosuria pencernaan

    Glikosuria pencernaan terjadi ketika terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat. Itu nengakibatkan kenaikan glukosa darah yang tidak normal setelah makan, membuat glukosa terbawa ke urine. (RN)

Baca juga:  Mengetahui Fakta Kanker Usus Besar