
Ini Layanan Terkini Pasien Penyakit Jantung
Hingga kini, penyakit jantung tetap menjadi penyebab nomor wahid kematian di dunia. Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, lebih dari 17 juta orang di dunia meninggal akibat penyakit jantung dan pembuluh darah. Sementara berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar, angka kejadian penyakit jantung dan pembuluh darah makin meningkat tiap tahunnya. Setidaknya, 15 dari 1.000 orang atau sekitar 2.784.064 individu di Indonesia menderita penyakit jantung.
Menurut dr. Dafsah Arifa Juzar, SpJP., Consultant Cardiologist Cardiovascular Intensivist & Interventional Cardiologist Brawijaya Hospital, jumlah pusat pelayanan, kelengkapan fasilitas dan langkanya dokter jantung di Indonesia, tidak sebanding dengan tingginya jumlah penderita jantung. Akibatnya, banyak penderita jantung yang tidak tertangani dengan secara optimal. Sudah menjadi rahasia umum, saat ini penderita jantung banyak berobat di luar negeri walaupun memiliki sisi negatif seperti tidak bisa segera, biaya lebih mahal, kendala bahasa, akses ke dokter dan RS yang tepat, serta adanya pembatasan karena Covid-19.
Guna menangani pasien dengan kondisi jantung secara optimal, Dafsah memperkenalkan layanan Heartology yaitu, cardiovascular center yang berfokus pada diagnostik, intervensi, bedah jantung dan pembuluh darah, serta aritmia. “Filosofi ‘Advanced. Uncompromised’ merupakan komitmen Heartology dalam menyediakan layanan kardiovaskular dewasa dan anak, berbasis teknologi terkini dan tim dokter berpengalaman untuk memberikan layanan paripurna,” katanya.
Ditambahkannya, penanganan penyakit kardiovaskular secara optimal juga memerlukan fasilitas diagnosis dan tindakan yang komprehensif sesuai kebutuhan pasien. “Untuk itu, kami membuat perbedaan ekosistem penanganan yang optimal dengan merancang fasilitas yang menyesuaikan keahlian, dedikasi, dan komitmen para dokter. Dengan cara ini, kami bisa melakukan transformasi dalam mendiagnosis dan menangani penyakit jantung yang kompleks,” pungkasnya. (RN)
