Ini Penyakit Menular yang Sering Terjadi di Sekolah

Ini Penyakit Menular yang Sering Terjadi di Sekolah
Foto: www.klikdokter.com

Di sekolah, anak-anak rentan tertular penyakit yang diderita teman sekelasnya. Berada bersama-sama dalam satu ruangan kelas dan duduk berdekatan dengan kawan yang sakit membuat anak lebih rentan terkena penyakit menular.

Ketahuilah, penyakit menular yang sering terjadi di sekolah dan pencegahannya agar anak tidak mudah sakit. Hal pertama yang harus dipahami adalah, anak-anak lebih berisiko terkena penyakit menular. Sebab, anak-anak belum memiliki sistem daya tahan tubuh yang kuat.

Mereka juga mungkin belum memiliki kebiasaan sehat, atau harus selalu diingatkan, misalnya kebiasaan mencuci tangan sebelum makan.

Kita mungkin pernah mendapati si kecil pulang dengan keadaan demam, lesu, batuk-batuk, atau mengeluh sakit tenggorokan. Batuk dan radang tenggorokan memang menjadi penyakit menular yang sering terjadi di sekolah. Namun ada beberapa penyakit menular lain yang juga harus dicermati. Laman Alodokter merangkum sejumlah penyakit yang harus diwaspadai ketika berada di sekolah.

  1. Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA)
    ISPA adalah penyakit menular akibat infeksi pada saluran pernapasan yang seringkali disebabkan oleh virus, namun bisa juga disebabkan oleh bakteri. Influenza adalah salah satu penyebab ISPA. Virus penyebab ISPA menyerang sistem pernapasan, sehingga gejala yang timbul berupa hidung tersumbat, bersin, batuk, dan sakit tenggorokan. Anak juga akan mengalami demam tinggi selama beberapa hari, lemas, sakit kepala, dan nyeri otot. Pada kasus yang lebih berat, kondisi ini dapat berkembang menjadi pneumonia. Cara mengobati flu dilakukan dengan beristirahat, cukupi makan, dan minum air putih untuk mencegah dehidrasi.
  1. Cacar air
    Cacar air menjadi penyakit menular yang umum menjangkiti anak berusia di bawah 12 tahun. Cacar air sangat mudah menular melalui udara (bersin dan batuk), kontak langsung dengan air liur penderita, atau cairan dari benjolan cacar yang pecah. Penyakit ini ditandai dengan demam, sakit tenggorokan, pusing, atau sakit perut yang diikuti munculnya ruam kulit dan benjolan kecil berisi cairan bening. Saat terjangkit cacar, anak akan merasa gatal luar biasa. Tapi, menggaruk benjolan akan menimbulkan bekas luka jika terinfeksi bakteri. Cacar dapat dicegah dengan vaksinasi varicella.
  1. Konjungtivitis (mata merah)
    Mata merah termasuk penyakit mudah menular yang disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Mata merah terjadi karena peradangan konjungtiva, yaitu jaringan yang melapisi bagian dalam kelopak dan bagian putih mata. Gejalanya meliputi mata berair, nyeri saat mengedipkan mata, bengkak pada kelopak mata, mata gatal, hingga keluar nanah pada mata jika disebabkan oleh bakteri. Konjungtivitis terjadi karena infeksi virus dan dapat sembuh sendiri. Namun jika karena bakteri, diperlukan pengobatan antibiotik sesuai resep dokter.
  1. Gastroenteritis
    Penyakit menular ini disebabkan oleh infeksi virus yang menyerang saluran pencernaan. Gejalanya menimbulkan diare, demam, lemas, dan sakit perut. Faktor risiko yang dapat menyebabkan anak terkena gastroenteritis antara lain, sanitasi dan kebersihan lingkungan yang buruk, kontak dengan penderita diare, atau mengonsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi virus dan bakteri.
  1. Campak
    Campak yang bernama lain rubella ini juga merupakan penyakit menular yang sering terjadi di sekolah. Penyakit ini disebabkan infeksi virus, dengan gejala berupa demam, batuk, hidung berair, sakit tenggorokan, dan mata merah, dan muncul ruam di sekujur tubuh. Penyakit ini menyebar melalui udara, dan anak bisa tertular ketika menghirup udara di dekat penderita campak yang sedang batuk atau bersin.
  1. Kutu rambut
    Kutu rambut merupakan parasit yang hidup dengan menghisap darah dari kulit kepala manusia. Meski tidak berbahaya, kutu rambut sangat mengganggu karena menyebabkan gatal dan iritasi pada kulit kepala. Kutu rambut sangat mudah menular melalui kontak dengan penderita, misalnya duduk bersebelahan atau bermain bersama anak lain yang memiliki kutu rambut. Kutu rambut juga mudah berpindah jika berbagi pakaian, sisir, dan topi, yang adalah kebiasaan yang sering dilakukan anak-anak saat sekolah.
  1. Kudis Skabies
    Atau yang lebih dikenal dengan kudis adalah kondisi menyusupnya tungau ke dalam lapisan luar kulit. Gejalanya berupa gatal terutama di malam hari dan muncul benjolan kecil kemerahan. Tungau penyebab kudis berukuran sangat kecil, sehingga tidak tampak oleh mata telanjang. Penyakit ini sangat mudah menular melalui kontak fisik atau pakaian yang dikenakan penderita. Misalnya saat bersalaman, menggantung baju di dekat baju penderita, atau tidur di kasur bertungau. Tak heran jika kudis menjadi penyakit yang sering menjangkiti anak-anak yang tinggal di sekolah asrama.
  1. Kurap
    Kurap adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jamur. Gejalanya meliputi munculnya bercak merah yang bersisik dan terasa gatal. Anak-anak rentan terkena kurap jika tinggal di lingkungan lembap, mandi di kamar mandi umum, memakai kolam renang umum, atau berbagi peralatan bersama orang lain yang terjangkit kurap. Pengobatan kurap dilakukan dengan mengoleskan krim antijamur.
  1. Gondongan
    Gondongan dikenal dengan ciri-ciri bengkak pada pipi, leher, dan rahang. Kondisi ini terjadi karena membengkaknya kelenjar liur akibat infeksi virus. Virus dapat menyebar melalui bersin, batuk, menggunakan alat makan bergantian, atau bersentuhan dengan penderita. Gondongan biasanya diikuti oleh gejala lain seperti demam, lemas, kehilangan nafsu makan, sakit kepala, dan nyeri otot. Penyakit menular yang biasa terjadi di sekolah ini tidak membutuhkan pengobatan khusus dan bisa sembuh dalam beberapa minggu. Gondongan dapat dicegah dengan vaksinasi MMR.

Cara mencegah terkena penyakit menular:

  • Ajarkan anak kebiasaan cuci tangan yang benar.
  • Berikan vaksinasi sesuai jadwal.
  • Ajarkan anak agar tidak berbagi barang pribadi dengan teman-temannya. Jika anak tinggal di asrama, bekali dengan barang pribadi yang cukup, seperti seprai, alat makan, dan handuk, agar tidak perlu meminjam pada anak lain.
  • Jaga kebersihan lingkungan rumah dan sekolah, terutama kebersihan makanan dan toilet.
  • Saat anak terkena penyakit menular, biarkan dia beristirahat di rumah agar tidak menulari teman sekelasnya. Apabila terkena flu misalnya, anak disarankan tidak masuk sekolah paling tidak satu hari sampai demamnya reda dan gejalanya membaik.
  • Berikan anak makanan bergizi seimbang, termasuk sayuran dan buah-buahan. Menu makanan sehat dapat meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga tidak mudah tertular penyakit. (RN)