Jaga Kesehatan, Rajin Sterilisasi Peralatan Bayi

Artikel ini telah direview oleh
Jaga Kesehatan, Rajin Sterilisasi Peralatan Bayi
Foto: grid.com

Melakukan sterilisasi bagi perangkat yang digunakan bayi sangatlah penting. Faktanya, peralatan makan atau minum yang tidak disteril bisa menyebabkan bayi terserang berbagai penyakit. Mulai dari infeksi jamur, diare, hingga hepatitis.

“Khusus diare apabila terlambat ditangani bukan tak mungkin bisa sebabkan kematian,” beber dr. Andina Chrisnawati Rahardjo SpA, Mkes. Sterilisasi merupakan cara untuk membunuh mikroorganisme (bakteri, jamur, virus, parasit). Sterilisasi bisa membunuh sampai tingkat spora atau lebih kecil dari bakteri. Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan peralatan makan dan minum bayi terkontaminasi.

Misalnya air untuk mencuci yang tidak bersih, proses mencucinya sendiri yang tidak bersih misalnya di bagian sela-selanya tidak bersih, menunda waktu mencuci sehingga bakteri menjadi tumbuh, kemasan penyimpanan yang tidak bersih, serta adanya kontak langsung dari orang yang sakit.

Daya tahan tubuh bayi belumlah sempurna, sehingga rentan terserang penyakit berbahaya apabila segala perlengkapan yang berhubungan langsung dengan mulutnya kurang steril.

Dr. Andina menyarankan agar proses sterilisasi baik dengan mesin listrik, microwave, sinar UV, tablet khusus, maupun air mendidih harus selalu dilakukan. “Agar mikroorganisme yang ada mati dan tidak mengganggu kesehatan si kecil,” saran Andina. Proses sterilisasi sedianya dilakukan minimal dua kali sehari, terutama sampai anak berusia setahun.

Baca juga:  Ayo, Kenali Jenis-jenis Karbohidrat!

Peralatan makan yang baru, wajib disterilisasi termasuk peralatan makan yang baru. Peralatan makan dan minum yang terkontaminasi, paling sering menyebabkan infeksi saluran cerna. Gejalanya adalah buang air besar cair, tidak mau makan dan minum, dan muntah. Akhirnya anak menjadi dehidrasi.

Dijelaskan dr. Andina, dehidrasi sendiri ada tiga jenis yaitu ringan, sedang, dan berat. Gejala dehidrasi diantaranya lemas, tidak aktif, tampak mengantuk, mata cekung, mulut kering, dan ubun-ubun cekung. Terlambat ditangani, kondisi ini bisa sebabkan kematian. (RN)