Jangan Biarkan Anak Kecanduan Main Game

Jangan Biarkan Anak Kecanduan Main Game
Foto: seratus.id

Menjauhkan anak dari kecanduan game merupakan sebuah hal yang penting untuk diketahui orangtua pada saat ini. Dua hal penting yang perlu dilakukan orangtua adalah pembatasan dan pemantauan pada anak saat bermain game termasuk game online seperti disampaikan Komisioner Bidang Pornografi dan Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Margaret Aliyatul Maimunah.

“Gadget (gawai) juga ancaman. Kami sering mengingatkan kepada orangtua, jangan hanya sekadar menuruti keinginan anak. Harus ada pembatasan penggunaan gawai. Misal, hanya Sabtu-Minggu saja digunakan. Berapa lama waktunya? Ya, jangan sampai seharian, dari pagi sampai malam,” jelas Margaret di Jakarta.

Penggunaan gawai harus diatur. Hindari anak mengunci pintu kamar agar orangtua bisa melihat aktivitas yang dilakukan anak. Ada baiknya penggunaan gawai dilakukan di ruang keluarga misalnya. Pastikan orangtua rutin mengecek ketika anak di dalam kamar seharian saja.

“Sampaikan juga konten apa saja yang boleh diakses anak. Game apa saja yang dimainkan anak, orangtua perlu melihatnya. Jangan sampai anak nge-share (membagikan) konten-konten negatif, seperti pornografi yang ada pada game,” lanjut Margaret.

Batasan penggunaan gawai pada anak akan menjauhkan anak dari kecanduan game. Jika sudah sampai pada taraf kecanduan game hal itu bisa membuat anak tidak mau belajar, hanya ingin bermain game. Bila tak bisa diatasi, butuh rehabilitasi pada anak yang kecanduan game.

“Kecanduan game itu bukan berarti anak tiba-tiba kecanduan game. Ada tahapan-tahapan dalam jangka waktu lama, sebelum akhirnya anak kecanduan game. Tentunya, terkait penggunaan gawainya,” jelas Margaret.

Laporan pengaduan KPAI terdapat kasus yang mana saat gawai diambil, sang anak malah marah-marah. Bahkan membenturkan kepala ke tembok. Oleh karena itu, orangtua harus lebih waspada ketika anak sudah terlalu terpaku pada gawai. (RN)