Jangan Jadi Lansia Sarang Burung Kosong

Jangan Jadi Lansia Sarang Burung Kosong

Jangan Jadi Lansia ‘Sarang Burung Kosong’
Foto: endoftime.com

Memasuki lanjut usia (lansia) sering dianggap menakutkan karena fisik dan mental mulai mengalami penurunan. Sebenarnya menjadi lansia bukanlah hal yang harus ditakutkan. “Jumlah lansia ini perkembangannya cepat sekali. Naik terus. Harus bahagia kalau jadi lansia,” kata Ketua Ikatan Praktisi dan Ahli Demografi Indonesia (IPADI) Dr. Sudibyo Alimoeso, MA.

Masa-masa lanjut usia, menurut Sudibyo, adalah masa transisi untuk beradaptasi, mencari minat baru, mengatur kembali pola hidup, menyesuaikan peran dan menerima adanya perubahan fisik. Jangan dilalui dengan stres, sebaiknya tetap berpikir positif.

Sudibyo menganjurkan agar lansia sesekali keluar, berjalan-jalan, untuk tidak terus menerus berada dalam rumah. Menurutnya, berada di dalam rumah terus justru bisa menimbulkan stres.

“Usia ini dianggap membahayakan karena sering terjadi krisis dalam kehidupan keluarga. Suka di rumah itu kadang-kadang suka ditanya. Kalau bapak-bapak suka ditanya sama istrinya, ‘Kok di rumah aja pak?’,” ungkapnya. Karenanya, lebih baik berjalan-jalan keluar rumah. Bisa ke tempat baru atau melakukan hal-hal positif lainnya.

Baca juga:  Waspadai, Ini yang Terjadi Saat Stres

Tidak sedikit orang yang beranggapan bahwa menjadi lansia berarti sudah waktunya berhenti berprestasi. Seolah sudah sulit sekali melakukan apapun. Lansia bisa melakukan hal-hal yang sederhana seperti membuat kerajinan tangan dan memasak. Masa ini juga bisa digunakan untuk melakukan introspeksi diri, mengevaluasi apa yang sudah dilakukan atau dicapai sebelumnya.

“Banyak lansia-lansia terjadi sindrom ini, sarang burung kosong. Artinya, tadinya ramai dengan anak-cucu. Tiba-tiba tinggal sendirian di rumah. Anak-cucunya lupa, sibuk dan sebagainya,” kata Sudibyo.

Merasa sendirian bukanlah hal yang aneh bagi lansia. Justru perasaan ini umum dan terjadi di berbagai penjuru dunia. Sindrom “sarang burung kosong” atau empty nest syndrome merupakan rasa kesepian yang mendalam karena merasa tinggal sendiri. Oleh karena itu, lansia disarankan untuk mengikuti komunitas atau sarana pengembangan diri.

Dengan demikian, lansia bisa lebih memahami gejala dan risiko yang akan dialami seiring bertambahnya usia. Juga untuk mengatasi rasa kesepian dan stres yang kerap kali muncul. (RN)