Jangan Lengah! Influenza Bisa Jadi Penyakit Berbahaya Bagi Lansia

Jika menginfeksi orang lanjut usia, influenza bisa menjadi penyakit berbahaya. “Influenza itu bukan penyakit ringan yang akan sembuh sendiri. Kalau yang kena adalah orangtua kita, mertua kita, masuk rumah sakit, bisa berkomplikasi, atau bahkan meninggal,” kata Penasihat Satgas Imunisasi Dewasa Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Prof Samsuridjal Djauzi.
Samsuridjal memaparkan, berdasarkan hasil riset Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Jakarta Timur, sekitar 31% kasus Influenza Like Illness (ILI) dan 15% kasus Severe Acute Respiratory Infection (SARI) terbukti positif virus influenza.
Menurut dia, influenza bukan sekadar batuk pilek biasa atau yang sering dikenal dengan common cold. Pasalnya, influenza memiliki gejala yang lebih berat dan dapat menyebabkan komplikasi serius pada sistem organ lainnya.Influenza juga dapat memicu serangan jantung, stroke, serta memperburuk kondisi komorbid yang sudah diderita para lansia, seperti diabetes dan penyakit kronik lainnya.
“Dan berapa banyak, sih, orang usia lanjut yang tanpa (komorbid) penyakit kronik? Minimal hipertensi,” imbuh dia.
Di samping memperburuk kondisi komorbid, kata Samsuridjal, pada 2012, influenza di Indonesia memakan biaya sekitar Rp 831 miliar untuk kasus rawat jalan dan Rp 540 miliar untuk kasus rawat inap.Untuk itu, dia mengingatkan pentingnya melakukan upaya-upaya pencegahan influenza yang mirip dengan Covid-19 seperti memakai masker, implementasi etika batuk dan bersin, mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menghindari kontak erat, serta membatasi mobilitas.
Selain itu, penting juga untuk melakukan vaksinasi influenza tahunan, guna mengurangi kasus kematian dan rawat inap yang disebabkan oleh virus influenza.Saat ini, ada empat strain virus influenza yang bersirkulasi secara bersamaan di alam bebas, yaitu influenza A/H1N1, A/H3N2, B/Victoria, dan B/Yamagata.
Samsuridjal mengatakan, vaksinasi influenza kuadrivalen dapat memberikan perlindungan baik terhadap strain influenza A maupun influenza B. “Pengalaman imunisasi covid-19, prestasi kita luar biasa. Suntikan pertama sudah diberikan pada 220 juta orang. Jadi sebenarnya influenza juga bisa kita lakukan vaksinasi setiap tahun bagi yang berisiko,” ujar dia.
Selain lansia, kelompok berisiko lainnya yang juga direkomendasikan melakukan vaksinasi influenza tahunan adalah penyandang diabetes, hipertensi, HIV/AIDS, asma, penyakit jantung, penyakit paru-paru, ibu hamil, pelaku perjalanan luar negeri, serta para tenaga kesehatan. (RN)
