Kebanyakan Konsumsi Vitamin C Membahayakan Ginjal

Kebanyakan Konsumsi Vitamin C Membahayakan Ginjal
Foto: motherandbaby.co.id

Vitamin C merupakan salah satu nutrisi penting yang sangat diperlukan oleh tubuh. Namun pada jumlah yang cukup banyak, konsumsi vitamin C ini justru bisa menyebabkan gangguan.

Walau dokter menyebut bahwa kelebihan vitamin C tak menimbulkan bahaya, namun dosis berlebihan dari suplemen vitamin C ini bisa menimbulkan pusing, diare, mual, muntah, heartburn, kram perut, serta insomnia.

Sejumlah masalah tersebut bisa muncul ketika kamu overdosis vitamin C. Dilansir dari Medical Daily, terdapat patokan yang sebaiknya dituruti mengenai asupan vitamin C ini yaitu sekitar 65 sampai 90 miligram setiap hari. Batas paling maksimal dari konsumsi vitamin C ini ada 2.000 miligram per hari.

Meski tak dianggap membahayakan, pada kasus tertentu terdapat efek samping yang bisa terjadi dari konsumsi vitamin C secara berlebihan ini. Dari konsumsi vitamin C secara berlebihan ini mungkin terjadi pembentukan batu ginjal.

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2015 menyebutkan bahwa pria yang mengonsumsi vitamin C sangat banyak setiap harinya memiliki risiko batu ginjal dua kali lipat dibanding pria lain. Penelitian ini sendiri telah dipublikasikan di jurnal JAMA.

Peneliti menyebut bahwa jumlah vitamin C yang banyak ini mungkin meningkatkan risiko batu ginjal kerena tubuh diketahui dapat memecah vitamin C menjadi kandungan bernama oxalate yang merupakan bagian dari batu.

“Penting bagi masyarakat mengetahui bahwa terdapat risiko yang muncul dari mengonsumsi vitamin C dalam dosis tinggi,” ungkap peneliti Agneta Akesson dari Karolinska Institute di Stockholm, Swedia, seraya mengatakan, Mereka yang memiliki riwayat batu ginjal sebaiknya konsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen dengan kandungan vitamin C sangat tinggi.

Walaupun menyehatkan dan merupakan vitamin yang sangat dibutuhkan tubuh sebaiknya kurangi konsumsi vitamin C dosis tinggi terutama dalam bentuk suplemen ini. Kamu bisa memilih untuk menggantinya dengan buah untuk memastikan asupan vitamin C dalam tubuhmu berada pada jumlah yang tepat. (RN)