Kecukupan Tidur Anak Ditentukan Sikap Orangtua

Artikel ini telah direview oleh
Kecukupan Tidur Anak Ditentukan Sikap Orangtua
Kecukupan Tidur Anak Ditentukan Sikap Orangtua (Foto: dok. hellosehat.com)

Kecukupan Tidur Anak Ditentukan Sikap Orangtua – Seringkali terjadi, orangtua lupa mengingatkan jam tidur, sehingga anak-anak bermain sepuasnya. Atau orangtua dengan sengaja membiarkan mereka tidur di jam sesukanya. Padahal ini tidak dibenarkan.

Sebuah penelitian yang dilakukan Public Health Ontario di Kanada terhadap 1.600-an orangtua menemukan, satu-satunya kunci kecukupan tidur anak terletak pada ketegasan orangtua untuk menentukan jam tidur mereka.

Menariknya, peneliti menambahkan, ketika meminta anaknya tidur, orangtua diminta untuk benar-benar tegas menentukan jam berapa si anak harus berangkat tidur.

Sebab dari studi yang sama juga ditemukan, 71 persen anak yang hanya didorong untuk tidur tidak mendapatkan kecukupan tidur yang dibutuhkannya. Tetapi mereka yang sudah diberi jam tidur dengan ketat berpeluang 59 persen lebih besar untuk cukup tidur.

“Kami menemukan bahwa metode mendorong semacam ini kurang efektif diberlakukan untuk anak, baik di hari sekolah maupun di akhir pekan,” tandas peneliti, Dr Heather Manson.

Sayangnya, banyak orangtua dalam studi yang memberikan kelonggaran jam tidur kepada anak-anak mereka di akhir pekan. Padahal kelonggaran ini bisa mendorong si anak untuk menggunakan gadget atau melakukan hal lain yang membuat pola tidurnya berantakan lagi.

Baca juga:  Pemberian Stimulasi Mampu Optimalkan Kecerdasan Anak

“Lain halnya jika orangtua sudah membiasakan anak untuk tidur di jam yang sama di hari apapun, maka anak juga lebih mudah diminta tidur meski di akhir pekan,” lanjut Manson.

Seperti kita tahu, anak yang kurang tidur cenderung tumbuh dengan risiko obesitas, memiliki capaian akademis yang kurang memuaskan serta sulit mengendalikan emosinya.

Begitu juga dengan orangtuanya. Orangtua dari anak yang kurang tidur cenderung mudah stres, bahkan bisa memicu pertengkaran di antara ayah dan ibu. (RN)