Kelola “High Functioning Anxiety” Agar Tidak Berlarut

Artikel ini telah direview oleh

Kelola “High Functioning Anxiety” Agar Tidak Berlarut

Kelola “High Functioning Anxiety” Agar Tidak Berlarut
Foto: sayaberani.com

Kecemasan bisa menghantui setiap orang. Bahkan, meski dari luar seseorang terlihat sukses, produktif dan tidak memiliki masalah. namun rasa cemas bisa saja menghinggapinya.

High functioning anxiety adalah bentuk kecemasan di mana individu secara lahiriah tampak sukses dan mampu dalam kehidupan sehari-hari, tetapi secara internal, mereka mengalami kecemasan dan stres yang signifikan.

Terapis Lalitaa Suglani mengatakan orang dengan kecemasan yang berfungsi tinggi sering unggul dalam pekerjaan atau studi mereka, menjaga hubungan, dan menyelesaikan tugas, tetapi kesuksesan ini datang dengan mengorbankan kekhawatiran yang intens dan terus-menerus, perfeksionisme, dan ketakutan akan kegagalan, seperti dilaporkan laman Hindustan Times.

High functioning anxiety dapat dikelola dengan beberapa tips berikut yang bisa diterapkan:

  1. Latih perhatian
    Pernapasan dalam dan meditasi dapat membantu seseorang menjadi lebih sadar akan pikiran dan tubuhnya sendiri. Mind fullness, tubuh dan pikiran berada kini di sini, dapat membantu seseorang mengurangi gejala high functioning anxiety.
  1. Manajemen waktu
    Seseorang yang mengalami high functioning anxiety sering bergumul dengan manajemen waktu. Memiliki rutinitas dan menaatinya serta menahan diri dari penjadwalan yang berlebihan dapat membantu menenangkan tubuh dan pikiran.
  1. Batasan
    Mengetahui bagaimana menetapkan batasan diri sendiri dan mematuhinya akan membantu seseorang dalam melatih perhatian penuh terhadap diri kita sendiri.
  1. Aktivitas fisik
    Merawat tubuh dan melakukan aktivitas fisik serta beralih ke gaya hidup yang lebih sehat dengan diet bergizi dan mengurangi kafein akan membantu seseorang memiliki pandangan hidup yang lebih sehat.
  1. Aktivitas kreatif
    Menemukan hobi atau hasrat dapat membantu seseorang melepaskan emosi yang sulit.
  1. Halau pikiran negatif
    Saat pikiran negatif mulai memenuhi pikiran, seseorang harus mampu menantangnya secara sadar.
  1. Tujuan yang realistis
    Alih-alih membebani diri dengan pekerjaan, seseorang harus menetapkan tujuan yang realistis untuk diri sendiri dan merayakan kemenangan kecil.
  1. Batasi paparan media
    Ketika berita dan media sosial mulai memicu kecemasan, seseorang harus membatasi paparan media. (RN)
Baca juga:  Bijaklah Mengonsumsi Gula!