Killer, Begini Cara Hindari Diabetes

Artikel ini telah direview oleh
Killer, Begini Cara Hindari Diabetes
Foto: cnnindonesia.com

Jadi Silent Killer, Begini Cara Hindari Diabetes

Penyakit diabetes melitus masih menjadi silent killer di dunia. Dari waktu ke waktu prevalensi diabetes terus meningkat. Hingga Mei 2020 lalu, International Diabetes Federation (IDF) melaporkan 463 juta orang dewasa di dunia penyandang diabetes (diabetesi) dengan prevalensi global mencapai 9,3%. Masalahnya, sebanyak 50,1% penyandang diabetes tidak terdiagnosis.

Jumlah diabetesi ini diperkirakan meningkat 45% atau setara dengan 629 juta pasien pada tahun 2045. Bahkan, sebanyak 75% pasien diabetes pada tahun 2020 berusia 20-64 tahun. Sejatinya, diabetes bisa dicegah. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan.

Pertama, memangkas berat badan. Pasalnya, berat badan berlebih atau bahkan obesitas merupakan faktor risiko terbesar yang bisa berkembang menjadi diabetes. Menurunkan berat badan bisa mencegah munculnya penyakit ini. Mengingat setiap kilogram berat badan yang berhasil diturunkan dapat mengurangi risiko diabetes hingga 16%.

Kedua, Dr. dr. Fiastuti Witjaksono, MS., MSc., SpGK (K)., menganjurkan kurangi asupan karbohidrat dan gula. “Bila kita mengonsumsi terlalu banyak gula maka risiko terkena diabetes pun semakin tinggi,” imbuh dr. Fiastuti.

Baca juga:  Jangan Sampai Tubuh Kekurangan Vitamin

Ketiga, rutin berolahraga. Sebab, olahraga dapat memberikan manfaat baik bagi tubuh. Di antaranya mencegah penyakit, meningkatkan stamina, meningkatkan fleksibilitas, dan meningkatkan kualitas hidup. “Agar mendapat hasil yang maksimal bagi kesehatan, aktivitas fisik harus dilakukan dengan prinsip baik, benar, teratur, dan terukur,” kata dr. Michael Triangto, SpKO.

Keempat, batasi konsumsi minuman manis dan berkalori tinggi. Lebih baik hanya memilih air putih sebagai minuman. Minuman bergula seperti soda dan lainnya meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

Kelima, kelola stres. Karena stres memicu tubuh melepas hormon yang bisa meningkatkan kadar gula darah. Studi menunjukkan meditasi bisa meningkatkan kemampuan tubuh mengelola stres. Aktivitas fisik dan bersosialisasi juga membantu mengatasi stres.

Keenam, miliki tidur yang cukup dan berkualitas. Dan, terakhir, berhenti merokok. Merokok berkontribusi dengan berbagai masalah kesehatan serius. Termasuk penyakit jantung, kanker paru, payudara prostat, dan berbagai jenis kanker lainnya. (RN)