Lansia Rentan Terkena Inkontinensia Urine

Artikel ini telah direview oleh

Lansia Rentan Terkena Inkontinensia Urine

Lansia Rentan Terkena Inkontinensia Urine
Foto: kompas.com

Banyak perubahan yang dialami oleh tubuh tatkala seseorang memasuki usia lanjut, baik dalam hal kondisi fisik maupun fungsi organ. Salah satunya adalah penurunan fungsi saluran kemih. Penurunan fungsi ini menyebabkan otot kandung kemih melemah, sehingga tidak dapat menahan buang air kecil atau dalam istilah lainnya disebut inkontinensia urine.

Meskipun kondisi ini bukan hal yang mengancam jiwa, namun inkontinensia urine bisa sangat mengganggu aktivitas harian, bahkan melahirkan rasa tidak percaya diri dan malu untuk beraktivitas karena tidak bisa jauh dari toilet dan khawatir merepotkan orang sekitarnya. Untuk mengatasi inkontinensia urine terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan, di antaranya:

  1. Terapkan pola hidup sehat

Menerapkan pola hidup sehat memang menjadi hal penting dalam mendukung kesehatan setiap orang, termasuk para senior yang mengalami inkontinensia urine.

Mengutip Panduan Tata Laksana Inkontinensia Urine Pada Dewasa, faktor gaya hidup yang dapat memengaruhi keluhan inkontinensia urine di antaranya adalah obesitas, merokok, aktivitas fisik rendah, dan asupan gizi tinggi lemak.

Lansia perlu senantiasa menerapkan pola hidup sehat dengan memenuhi kebutuhan nutrisi, memerhatikan berat badan, mengurangi konsumsi alkohol dan minuman yang mengandung kafein seperti teh, kopi, atau minuman bersoda, serta berhenti merokok.

Baca juga:  Ini Harapan Baru Bagi Penderita Osteoartritis Lutut

Selain faktor usia dan penurunan fungsi organ, inkontinensia urine juga rentan dialami oleh penderita diabetes karena gejala gula darah tinggi dapat menyebabkan iritasi pada saraf serta organ berkemih. Organ berkemih sendiri adalah penyebab dari gangguan pada mekanisme berkemih, yang memungkinkan inkontinensia terjadi pada senior. Karenanya, menerapkan pola hidup sehat juga menjadi cara menurunkan gula darah agar tetap stabil dan inkontinensia urin dapat diatasi.

  1. Melakukan senam kegel

Seiring pertambahan usia, otot-otot dasar panggul yang menopang kandung kemih dapat melemah, sehingga menyebabkan lansia secara tidak sengaja buang air kecil saat bersin, tertawa, atau batuk.

Senam kegel atau senam pelatihan otot panggul bawah dapat menjadi cara untuk membantu memperkuat kembali otot-otot tersebut. Gerakan senam yang satu ini dapat menguatkan otot dasar panggul sehingga frekuensi buang air kecil pun bisa berkurang.

Studi dari University of Otago di Selandia Baru menunjukkan bahwa mereka yang rutin melakukan senam kegel ternyata 17 kali lebih cepat pulih dari inkontinensia urine. Saat melakukan senam kegel, disarankan untuk menggunakan popok dewasa yang tepat untuk membantu menahan urine yang keluar.

  1. Melatih kebiasaan berkemih

Untuk mengatasi inkontinensia urine, Perkumpulan Kontinensia Indonesia (PERKINA) menyarankan untuk melatih kebiasan berkemih. Habit training ini bisa dilakukan dengan membuat jadwal berkemih berdasarkan pola kebiasaan berkemih sesuai catatan harian.

Baca juga:  Aktivitas Fisik dan Otak Rutin Dapat Cegah Demensia

Cara tersebut dapat melatih kandung kemih menahan buang air kecil lebih lama, sehingga waktu buang air kecil dapat lebih terkendali dan normal.

Lansia bisa mencoba berlatih dengan buang air kecil setiap 1 atau 2 jam sekali. Jika merasa ingin buang air kecil lebih cepat dari jadwal yang ditentukan, cobalah untuk menahan lebih lama.

  1. Membuat catatan buang air kecil

Melatih kebiasaan berkemih juga bisa dibarengi dengan membuat catatan waktu buang air kecil. Dengan begitu, Anda bisa memantau frekuensi buang air kecil dalam satu hari.

Selain itu, pencatatan waktu serta intensitas buang air kecil juga bisa membantu dokter untuk mendiagnosis jika inkontinensia urine memerlukan penanganan lebih lanjut.

Selain cara-cara di atas, Anda secara rutin menggunakan popok dewasa. (RN)