Lansia Wajib Penuhi Kebutuhan Protein

Artikel ini telah direview oleh

Lansia Wajib Penuhi Kebutuhan Protein

Lansia Wajib Penuhi Kebutuhan Protein
Foto: sfidn.com

Faktanya, banyak lanjut usia yang memilih tidak mengonsumsi protein. Tidak itu saja, Dalam pemenuhan kebutuhan gizi pada lansia, terkadang muncul sejumlah masalah seperti gangguan nafsu makan, sulit mengunyah karena giginya tanggal dan kelemahan otot mengunyah, berkurangnya air liur sehingga sulit menelan, mudah kenyang, masalah lambung seperti sering mual dan kembung, serta masalah komborbid seperti jantung, paru, kanker sehingga hilang nafsu makan, demensia dan depresi. Satu orang lansia bisa mengalami lebih dari satu masalah-masalah ini, sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan nutrisinya.

Terkait konsumsi protein, dokter spesialis penyakit dalam konsultan geriatri sekaligus staf pengajar di Universitas Padjajaran (Unpad), Lazuardhi Dwipa mengatakan, pemenuhan nutrisi sangat penting bagi para lansia terutama di masa pandemi Covid-19 saat ini, termasuk asupan protein harian. Pemberian nutrisi sehat seperti kebutuhan kalori, protein, serat pangan untuk mencegah penurunan berat badan, mencegah infeksi, memperbaiki kerentanan dan sarkopenia atau penurunan massa otot.

“Kebutuhan protein lansia lebih tinggi daripada orang yang dewasa lebih muda. Kalau dikurangi malah salah karena akan terjadi penurunan, penyusutan massa dan kekuatan otot atau namanya sarkopenia,” kata dia.

Baca juga:  Berikut Gejala Kanker Mulut yang Harus Diwaspadai

Kebutuhan nutrisi tiap lansia berbeda, sehingga berkonsultasi dengan dokter menjadi anjuran. Namun, secara umum lansia membutuhkan kalori harian 30 X berat badannya. Untuk protein yakni, 1 gram/kg/BB/hari.

Pada kondisi sarkopenia, asupan protein sebesar 1,6 gram/hari bisa meningkatkan hipertofi otot yang diinduksi olahraga pada lansia. Studi menunjukkan, 1 gram protein/hari merupakan jumlah minimal untuk mempertahankan massa otot. Sementara untuk karbohidrat dan lemak, perhitungan 70 persen : 30 persen. Jadi, seseorang yang memiliki berat badan 50 kg maka kebutuhan kalori totalnya 1500 kkal per hari, sementara proteinnya 50 gram/hari.

Kementerian Kesehatan melalui Isi Piringku juga memandu asupan nutrisi, yakni membagi piring menjadi tiga bagian yakni setengah untuk sayuran dan buah, lalu seperempat karbohidrat seperti nasi atau kentang dan seperempat protein (hewani dan nabati dikombinasikan) mulai dari ayam, ikan, kacang-kacangan dan lainnya.

Untuk memudahkan, menu makan siang sekitar 700 kalori bisa terdiri dari: makanan pokok misalnya nasi 3 centong atau 3 buah kentang ukuran sedang atau 1,5 gelas mi kering; lauk pauk yang terdiri dari jenis hewani dan pilihannya beragam misalnya 2 potong sedang ayam tanpa kulit, atau 1 butir telur ayam atau 2 potong daging sapi ukuran sedang, kemudian lauk nabati seperti 2 potong tempe ukuran sedang. Komponen lainnya, sayuran 1 mangkuk dan buah misalnya 2 potong pepaya atau 2 buah jeruk atau 1 buah pisang ambon. (RN)

Baca juga:  Ini 3 Perubahan Memasuki Masa Tua