Membedah Lupus Eritematosus Sistemik

Artikel ini telah direview oleh

Membedah Lupus Eritematosus Sistemik

Membedah Lupus Eritematosus Sistemik
Foto:emergencylive.com

Banyak jenis penyakit autoimun, salah satunya adalah penyakit lupus. Penyakit lupus dikenal sebagai penyakit seribu wajah. Hal itu karena antara satu pasien dengan pasien lainnya memiliki manifestasi klinis yang berbeda-beda dan sering menyerupai penyakit lain.

Mengutip Better Health, jenis lupus yang paling umum adalah lupus eritematosus sistemik (Systemic Lupus Erythematosus/SLE). Adapun jenis penyakit lupus lainnya, meliputi:

  1. Lupus eritematosus diskoid (LED): jenis lupus yang gejalanya terbatas pada kulit.
  2. Lupus yang diinduksi oleh obat: kasus lupus ini disebabkan oleh obat-obatan tertentu.
  3. Lupus neonatal: kondisi yang ditemukan pada bayi saat lahir.

Apa itu lupus eritematosus sistemik?

Penyakit autoimun adalah kondisi di mana sistem kekebalan menyerang jaringannya sendiri, menyebabkan peradangan luas dan kerusakan jaringan pada organ yang terkena.

Lupus eritematosus sistemik adalah kondisi autoimun sistemik, yang berarti dapat mempengaruhi seluruh tubuh. Penyakit lupus jenis ini dapat menyerang jaringan, seperti:

  • Persendian kulit
  • Otak
  • Paru-paru
  • Ginjal
  • Pembuluh darah

Penyakit ini dapat berkisar dari ringan hingga mengancam jiwa, bergantung pada bagian tubuh yang diserang oleh sistem kekebalan tubuh yang sudah abnormal. Tidak ada obat untuk lupus, tetapi intervensi medis dan perubahan gaya hidup dapat membantu mengendalikan penyakit ini.

Baca juga:  Mau Hidup Lebih Lama? Lakukan Gaya Hidup Sehat

Apa penyebab lupus eritematosus sistemik? 

Penyebab lupus eritematosus sistemik yang pasti tidak diketahui. Namun, banyak faktor yang dapat memicu penyakit ini.

Beberapa faktor penyebab lupus eritematosus sistemik meliputi:

  • Faktor genetik
    Penyakit lupus tidak terkait dengan gen tertentu, tetapi penderitanya seringkali memiliki anggota keluarga dengan penyakit autoimun juga.
  • Faktor lingkungan 

Faktor lingkungan penyebab penyakit lupus ini bisa meliputi:

  1. Sinar ultraviolet
  2. Obat-obatan tertentu
  3. Virus
  4. Stres fisik atau emosional
  5. Trauma
  • Faktor jenis kelamin dan hormon 

Lupus eritematosus sistemik dapat menyerang siapa saja, tetapi paling sering terjadi pada wanita dari pada pria. Wanita juga berisiko mengalami gejala penyakit yang lebih parah selama masa kehamilan dan menstruasi. Oleh karena itu, beberapa profesional medis percaya bahwa hormon estrogen wanita mungkin berperan menyebabkan lupus eritematosus sistemik. Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk membuktikan teori tersebut.

Apa tanda-tanda lupus eritematosus sistemik? 

Tanda-tanda lupus eritematosus sistemik dapat meliputi:

  • Ruam kulit (baik pada wajah dan tubuh)
  • Nyeri sendi dan otot
  • Rambut rontok
  • Kelelahan
  • Demam
  • Sakit kepala atau migrain
  • Kebingungan dan gangguan memori
  • Kecemasan dan depresi
  • Sariawan di mulut dan hidung
  • Masalah darah dan pembuluh darah, seperti tekanan darah tinggi, anemia dan peningkatan risiko pembekuan darah
  • Nyeri dada atau sesak napas: ini akibat radang selaput jantung atau paru-paru
  • Penurunan fungsi ginjal
  • Kejang atau gangguan penglihatan: gejala langka akibat peradangan sistem saraf
  • Sakit perut: gejala yang disebabkan oleh radang usus, pankreas, hati, atau limpa, tetapi jarang terjadi.
Baca juga:  Simak, Ini Ciri Lansia Sehat Jasmani dan Rohani

Kecil kemungkinan satu orang mengalami semua gejala ini. Terkadang tanda-tanda lupus eritematosus sistemik ini bisa menjadi lebih parah. Ini disebut flare-up. Flare-up tidak dapat diprediksi dan sepertinya bisa muncul entah dari mana. Namun, kondisi itu sering dipicu oleh stres dan paparan sinar ultraviolet (UV). Jika Anda mengalami tanda-tanda seperti di atas, segeralah konsultasi ke dokter. Namun, penyakit autoimun ini terkadang butuh waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun untuk mendapatkan diagnosis lupus yang pasti. (RN)