Mengenal Ocular Vicarious Menstruation, Pendarahan di Mata Saat Menstruasi

Artikel ini telah direview oleh
Mengenal Ocular Vicarious Menstruation, Pendarahan di Mata Saat Menstruasi
Foto: mediconet.blogspot.com

Mengenal Ocular Vicarious Menstruation, Pendarahan di Mata Saat Menstruasi

 Wanita bisa mengalami pendarahan di mata selama masa menstruasi. Kondisi langka ini pernah dialami seorang wanita berusia 25 tahun di Chandigarh yang laporannya  diterbitkan di British Medical Journal. Wanita itu mengakui dirinya tidak nyaman karena darah tersebut. Dia juga telah memberi tahu para dokter di rumah sakit bahwa dia pernah mengalami keputihan yang sama sebulan sebelum menstruasi.

Lantaran bingung, para dokter menyarankannya untuk menjalani berbagai tes oftalmologi dan radiologi, dan semua hasil tesnya normal. Tidak ada bercak perdarahan lain di tubuh wanita, dia juga tidak memiliki riwayat perdarahan mata atau masalah lama dengan penglihatannya.

Setelah diselidiki lebih lanjut oleh sekelompok dokter di rumah sakit di Chandigarh, terungkap bahwa wanita tersebut mengalami pelepasan darah dari matanya saat dia sedang menstruasi. Dokter menyebut wanita ini menderita kondisi medis langka yang disebut ocular vicarious menstruation.

Studi mendefinisikan ocular vicarious menstruation sebagai perdarahan siklis di organ ekstragenital selama siklus menstruasi normal. Dalam kebanyakan kasus, pendarahan terjadi dari hidung, tetapi dalam beberapa kasus, perdarahan dapat terjadi dari bibir, mata, paru-paru, dan perut. Air mata merah, atau air mata berdarah, secara klinis disebut haemolacria, adalah entitas klinis yang langka.

Baca juga:  Tingkatkan Kekebalan Tubuh Lansia Dengan Makanan Ini

Menurut sebuah makalah yang diterbitkan dalam British Medical Journal, ocular vicarious menstruation disebabkan oleh berbagai kondisi okuler dan sistemik, yaitu kondisi atau trauma (cedera) yang berhubungan dengan mata. Penyakit sistemik mempengaruhi beberapa organ dan jaringan atau mempengaruhi tubuh secara keseluruhan (seperti diabetes).

Seperti yang ditunjukkan oleh makalah tersebut, perubahan hormonal selama menstruasi mempengaruhi permeabilitas vaskular di organ-organ mata dan mengakibatkan pendarahan. Namun, dokter masih berusaha menemukan alasan anatomis yang tepat untuk keluarnya darah.

Beberapa ahli menambahkan bahwa endometriosis atau keberadaan jaringan endometrium di organ ekstragenital dapat menjadi faktor penyebab terjadinya ocular vicarious menstruation. Estrogen dan progesteron dapat meningkatkan permeabilitas kapiler yang mengakibatkan hiperemia, kongesti dan perdarahan sekunder dari jaringan ekstrauterin.

Wanita itu kemudian diresepkan kontrasepsi oral yang mengandung kombinasi estrogen dan progesteron. Setelah tiga bulan tindak lanjut, wanita tersebut tidak mengalami darah keluar dari matanya. (RN)