Minggu , 16 Desember 2018
Home » Artikel » Menyimak Kekuatan “Kepercayaan” Bagi Anak

Menyimak Kekuatan “Kepercayaan” Bagi Anak

Menyimak Kekuatan “Kepercayaan” Bagi Anak

Foto: dok. cosmomom.net

Sebagai orangtua, sudahkah Anda menaruh kepercayaan pada anak?

Tahukah Anda, kepercayaan yang diberikan penuh kepada anak merupakan modal besar dalam kemampuan tumbuh kembang.

Dengan demikian, menurut Pakar Pendidikan dan Parenting  Najelaa Shihab, sebelum anak mengembangkan kemampuannya, orangtua yang harus lebih dulu memberikan kepercayaan kepada anak.

“Anak butuh dipercaya dulu, kemudian dia akan buktikan kalau dia bisa melakukan sesuatu,” kata Najelaa di Jakarta, beberapa hari lalu.

Orangtua, kata Najelaa, menaruh kepercayaan penuh kepada si buah hati hanya hingga usia dua tahun. Kepercayaan itu bisa tercermin bahwa si kecil bisa berjalan hingga berbicara. Namun setelah usia dua tahun—ketika anak mulai bergaul, bermain—orangtua mengurangi kepercayaannya.

Najelaa bercerita, dia pernah bertemu dengan orangtua yang kurang percaya terhadap anaknya saat dititipkan ke sekolah. Orangtua tersebut terus-menerus meminta guru untuk menjaga, memerhatikan sang anak karena sering terjatuh.

Beberapa langkah saat orangtuanya keluar, sang anak pun langsung terjatuh.

“Kalau gitu, yang ditangkap anak apa? ‘Aduh kamu enggak bisa nak’. atau ’ibu dan ayah enggak percaya kalau aku bisa’, sehingga akhirnya benar-benar jatuh,” kata Najelaa.

Oleh karena itu, Najelaa mendorong agar orangtua menaruh kepercayaan penuh pada anak. Kepercayaan itu penting bagi anak agar dia terus tumbuh kembang   serta mampu melakukan berbagai hal. (RN)

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates