Minim Pendonor, Ini 2 Cara Obati Gagal Ginjal

Artikel ini telah direview oleh
Minim Pendonor, Ini 2 Cara Obati Gagal Ginjal
Foto: liputan6.com.jpg

Ada 2 cara yang paling banyak dilakukan untuk mengatasi masalah gagal ginjal yakni, hemodialisis atau cuci darah. Bahkan, 98 persen penderita gagal ginjal melakukan hemodialisis.

Pasien yang memilih pengobatan hemodialisis hanya perlu datang ke fasilitas kesehatan. Dalam proses ini pasien relatif pasif, hanya dokter dan perawat yang aktif mengerjakan prosedur pengobatan. Pengobatan kedua adalah peritoneal dialysis (PD) atau bisa juga disebut CAPD.

Pengobatan CAPD bukan hal baru. Thailand dan Hong Kong sudah melakukan PD. CAPD merupakan pengobatan yang bisa dilakukan dimana saja oleh pasien. Setiap waktu, pasien harus mengganti cairan yang dialirkan ke perut. Cara ini cocok untuk orang yang sering bepergian dan ingin lebih praktis.

Sedangkan, pengobatan terakhir adalah transplantasi ginjal. Menurut Aida Lydia Ketua Umum PB Pernefri (Perhimpunan Nefrologi Indonesia), sayangnya memang belum banyak donor ginjal di Indonesia. “Selama ini, masih donor hidup. Tapi, pemerintah sudah mulai inisiasi untuk donor kadaver atau donor mayat,” katanya.

Aida berharap usaha pemerintah bisa segera terwujud karena transplantasi ginjal merupakan pengobatan yang dapat mengembalikan keseluruhan fungsi tubuh. Pasien pun tidak perlu khawatir dampak buruk penyakit ginjal terhadap organ lainnya.

Baca juga:  Cegah Aneurisma, Lakukan Skrining Otak

“Kalau fungsi ginjal yang ditransplantasikan bagus dan cocok, akan bisa menggantikan fungsi total ginjal dan pasien bisa sembuh total. Tapi, kelemahannya harus mencari donor,” tukas Aida. (RN)