Selasa , 23 Oktober 2018
Home » Artikel » Nutrisi Sesuai Optimalkan Kecerdasan si Kecil

Nutrisi Sesuai Optimalkan Kecerdasan si Kecil

Nutrisi Sesuai Optimalkan Kecerdasan si Kecil

Foto: dok. tarantureepa.com

Para orangtua harus memahami tahapan penting di dalam kehidupan si kecil. Salah satunya, usia 1-5 tahun merupakan periode emas untuk mengoptimalkan kepintaran si kecil. Jadi dibandingkan tahapan usia lainnya, dalam periode emasnya si kecil memiliki kemampuan lebih untuk menyerap informasi lebih maksimal.

Jika biasanya orangtua melatih kepintaran si kecil hanya berdasarkan kemampuan kognitif yang seperti merangkai kata, berhitung, dan mengenal beda, mulai sekarang ubah lah cara itu. Kepintaran si kecil tidak hanya diukur dari kepintaran kognitif atau yang sering disebut kepintaran akal.

Mulai sekarang, orangtua harus mengukur kepintaran si kecil dari sinergi kepintaran akal, fisik, dan sosialnya. Lalu, seperti apa kepintaran akal, fisik, dan sosial si kecil?

Kepintaran akal atau kepintaran mental mencakup kemampuan anak berkomunikasi, memecahkan masalah, berpikir jernih, dan kritis. Kepintaran ini meliputi word smartnumber smartpicture smart, dan music smart. Lalu kepintaran fisik erat kaitannya dengan perkembangan motorik yang biasa disebut body smart. Kepintaran fisik juga bisa dilihat dari kecakapan si kecil dalam mengeksplorasi alam atau sering disebut nature smart.

Sedangkan kepintaran sosial adalah kemampuan si kecil dalam berinteraksi dengan lingkungan sosial dan mengendalikan diri sendiri. Masing-masing kepintaran itu sama pentingnya dan harus didukung dengan porsi yang sama.

Namun diperlukan dukungan berbeda untuk mengoptimalkan tiga jenis kepintaran tersebut.
Berikut ini dukungan yang harus para orangtua perhatikan untuk mengoptimalkan ketiganya:

  1. Dukungan untuk kepintaran akal
    Jangan bingung mendukung kepintaran akal si kecil. Orangtua bisa memberikan asupan terbaik yang mengandung asam lemak esensial dengan mengandung Omega 3 dan 6. Asam lemak Omega 3 (Asam alfa-linolenat) dan Omega 6 (Asam Linoleat) yang tidak dapat dihasilkan tubuh sangat penting untuk proses mengamati dan berpikir si kecil.
    Di samping itu, lengkapi asupan nutrisi si kecil dengan Docosehaxaenoic Acid (DHA) dan Arachidonic Acid (AA). Mam bisa mendapatkannya dari sarden, tongkol, salmon, tuna, udang, kerang, kacang kenari, dan minyak zaitun.
    Jangan sampai orangtua melewatkan asupan nutrisi yang mengandung kolin untuk si kecil. Kolin dibutuhkan untuk perkembangan otak, fungsi daya ingat, dan membantu proses komunikasi otak dengan organ-organ lain di tubuh. Sumber makanan yang mengandung kolin di antaranya telur, susu yang difortifikasi, brokoli, kubis, kembang kol, tahu, yoghurt, dan daging sapi tanpa lemak. Nutrisi yang tak kalah penting yaitu zat besi . Nutrisi ini menjadi unsur paling penting untuk menjaga dan meningkatkan aktivitas saraf. Zat besi membantu kerja enzim yang penting untuk perangsangan saraf. Makanan sumber zat besi antara lain daging sapi, daging kambing, sayuran hijau, dan kacang-kacangan.Orangtua juga harus memastikan si kecil tidak kekurangan Vitamin A. Sebab, Vitamin A penting untuk mendukung fungsi penglihatan, pertumbuhan tulang, dan membantu melindungi tubuh dari infeksi. Si kecil yang berusia 1-3 tahun membutuhkan asupan vitamin A sebanyak 400 mikrogram per hari (AKG, 2013). Pastikan si kecil mengonsumsi wortel, bayam, ubi, dan paprika merah untuk mendapat asupan vitamin A yang cukup.
  1. Dukungan untuk kepintaran fisik
    Dukungan kepintaran fisik bisa dilakukan dengan memenuhi asupan nutrisi yang mengandung protein. Tenaga si kecil 10 persennya bersumber dari protein yang ia konsumsi. Bisa dikatakan protein merupakan komponen esensial yang membantu si kecil tumbuh aktif. Sumber protein terbaik bisa ditemukan pada daging sapi, daging unggas, kuning telur, susu, dan kacang-kacangan. Selanjutnya Alpha Lactalbumin berupa  protein whey yang terdiri dari 20% total kandungan protein yang mudah dicerna. Protein whey dapat meningkatkan penyerapan mineral, menstimulasi fungsi daya tahan tubuh, dan memiliki efek prebiotik. Alfa Lactalbumin banyak terkandung pada daging, unggas, ikan, telur, dan susu yang difortifikasi.
  1. Dukungan untuk kepintaran sosial
    Setelah melengkapi asupan nutrisi terbaik untuk si kecil, orangtua perlu mencari tahu cara untuk menstimulasikan kepintaran sosial si kecil. Jangan sampai si kecil kekurangan asupan nutrisi terbaik yang harus didapatkannya. Selain itu, selalu dukung si kecil untuk menyinergikan kepintaran akal, fisik, dan sosialnya. (RN)
Free WordPress Themes - Download High-quality Templates