Overthinking Kerap Dialami Seorang Perfeksionis

Artikel ini telah direview oleh

Overthinking Kerap Dialami Seorang Perfeksionis

Overthinking Kerap Dialami Seorang Perfeksionis
Foto: liputan6.com

Saat seseorang menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan suatu hal itu menandakan kondisi overthinking. Walau demikian, bukan berarti overthinking itu sesuatu yang buruk.

Menurut ahli psikoterapis Jessica Foley seperti dikutip dari GoodRx, overthinking bisa menjadi buruk jika mengganggu kesehatan dan kenyamanan hidup. “Orang dengan overthinking akan menghabiskan berjam-jam merenungkan keputusan, sehingga melewatkan tenggat waktu,” katanya. Keadaan itu seperti sulit tidur, sehingga menyebabkan seseorang menjadi tidak produktif.

Ketika seseorang berpikir, otak dalam kondisi bekerja untuk memecahkan masalah. Tapi, kondisi overthinking yang buruk menyebabkan seseorang menjadi cemas. Kondisi cemas yang terlalu itu akan makin memburuk jika mempengaruhi seseorang untuk bertindak, karena pikiran terus mendominasi.

Ahli neuropsikologi Sanam Hafeez menjelaskan, overthinking bisa dialami segala usia dan berbagai tipe kepribadian orang. Terkadang overthinking juga rentan dialami oleh seseorang yang besar keinginannya terkait segala sesuatu ingin selalu sempurna.

“Perfeksionis dan orang yang terlalu berprestasi memiliki kecenderungan untuk berpikir berlebihan karena takut kegagalan,” kata Hafeez. Ia menambahkan, seseorang dengan kecenderungan seperti itu ingin terus menghindari berbagai kesalahan untuk tetap sempurna.

Baca juga:  Saraf Terjepit, Ini Cara Mengatasinya

Mengutip situs web ahli psikologi klinis Nick Wignall, beberapa penyebab overthinking bisa muncul berulang. Kondisi itu itu antara lain terlalu memaksa diri banyak berpikir muncul sebagai satu-satunya cara menghadapi pengalaman yang menakutkan dan sulit. Kondisi lainnya juga kemampuan yang terbatas tidak bisa membantu orang-orang terdekat. (RN)