
Pasien kanker membutuhkan tambahan kalori disbandingkan orang sehat. Hal itu dikatakan, dr Maria Inggrid Budiman SpGK., menyikapi banyak mitos soal pantangan makanan bagi pasien kanker didukung dengan hilangnya selera makan pasien. Tanpa kalori yang cukup, yang ada pasien kanker bisa mengalami malanutrisi dengan tubuh yang sangat kurus.
“Jadi salah kalau (pasien kanker) pantang makan. Makanlah gizi seimbang tapi juga jangan berlebihan sebab bisa menimbulkan penyakit lain,” kata dr Maria. Ia menjelaskan ada pasien kanker yang tidak makan karbohidrat dan lari ke protein. Ada juga yang hanya minum jus.
Pasien kanker maupun orang sehat sekalipun harus konsumsi makanan beragam. “Daging merah itu sumber protein yang baik yang lengkap asam aminonya,” tambah dr Maria. Pernah ada studi soal buruknya daging merah bagi pasien kanker. Padahal, menurut dr Maria, itu adalah studi yang dilakukan oleh ras Kaukasia dan berbeda kondisinya dengan ras Asia.
Penelitian menyebutkan makan daging setiap hari lebih dari 160 gram selama enam tahun berpotensi membahayakan kesehatan. “Di situ daging yang dimaksud adalah daging berproses seperti daging kaleng, daging asap, dan sosis yang jelas banyak bahan tambahannya. Bukan daging merah. Masyarakat kita pun makan daging merah tidak sebanyak itu dan tidak setiap hari,” urai dr Maria.
Memang, sel kanker bisa mengeluarkan hormon yang menekan nafsu makan dan cepat kenyang. Akibatnya 80% pasien kanker malanutrisi. Faktanya, makan bukan hanya sebagai sumber tenaga, makanan juga berfungsi untuk mengangkut obat. Kalau status gizi buruk, maka efek dari obat akan berkurang dan tubuh pun akan susah melawan penyakit. (RN)
