Paraplegia Adalah Penyakit Apa? Inilah Gejalanya!

Artikel ini telah direview oleh

Paraplegia adalah kelumpuhan pada anggota gerak yang dimulai dari panggul sampai kaki. Paraplegia merupakan kondisi yang bisa bersifat permanen atau sementara, tergantung apa yang menyebabkannya terjadi. Penderita paraplegia pada umumnya tidak bisa menggerakan anggota badan yang lumpuh.

Paraplegia umumnya terjadi pada mereka yang berusia 65 tahun ke atas, mengalami gangguan tulang atau sendi, memiliki riwayat kanker yang bisa menekan sumsum tulang belakang, dan mereka yang sering melakukan aktivitas berat. Ketahui lebih jauh penyebab, gejala, dan pengobatan paraplegia di sini.

Penyebab Paraplegia

Paraplegia disebabkan cedera pada saraf tulang belakang. Cedera tersebut bisa disebabkan oleh banyak hal. Berikut berbagai kondisi dan situasi yang bisa menyebabkan cedera pada saraf tulang belakang.

  • Adanya tumor tulang belakang, termasuk kanker.
  • Munculnya kista dalam sumsum tulang belakang.
  • Kondisi genetik, automimum, atau inflamasi.
  • Cedera akibat kecelakaan, tusukan, luka tembak, jatuh, dll.
  • Kondisi bawaan lahir yang ada hubungannya dengan sumsum tulang belakang.
  • Infeksi yang menyerang sumsum tulang belakang.
  • Aliran darah yang berkurang akiba pembuluh darah pecah atau tersumbat.
Baca juga:  Memuji Anak Harus Dengan Cara yang Tepat

Baca juga: Apa Itu Hemiplegia? Inilah Penyebab, Gejalanya dan Pengobatannya!

Gejala Paraplegia

Paraplegia adalah kondisi yang gejalanya berbeda untuk setiap penderita. Kaki dan otot bagian bawah adalah bagian yang paling merasakan efek paraplegia. Berikut gejala yang ditimbulkan oleh paraplegia.

  • Sulit berjalan dan mengalami masalah keseimbangan.
  • Tidak mampu mengontrol buang air kecil dan buang air besar.
  • Mati rasa atau mengalami kelumpuhan pada anggota gerak bagian bawah.
  • Menderita rasa nyeri berkepanjangan.
  • Kesulitan melakukan hubungan seksual.
  • Mengalami depresi.

Pengobatan Paraplegia

Penderita paraplegia tidak dapat sembuh total dan kembali ke kondisi semula. Kendati demikian, terdapat pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengurangi gejala yang muncul dan meningkatkan kemampuan anggota gerak. Berikut pengobatan paraplegia yang bisa dilakukan.

  • Operasi harus dilakukan untuk mengangkat pecahan tulang, bantalan tulang penyebab saraf tertekan, dan benda asing.
  • Obat-obatan yang dikonsumsi penderita paraplegia adalah obat kortikosteroid. Obat tersebut bisa mengatasi peradangan pada saraf tulang belakang.
  • Terapi khusus untuk meningkatkan kekuatan otot tubuh.
  • Terapi okupasi untuk meningkatkan kemampuan penderita menjalankan aktivitas harian.
Baca juga:  Berikut Kiat Merawat Penderita Alzheimer (bagian 5)

Paraplegia adalah masalah yang harus mendapatkan penanganan serius. Penderita paraplegia sebaiknya mendapatkan perawatan profesional dari Kanopi Insan Sejahtera! Kami menyediakan perawat yang siap membantu penderita paraplegia menjalankan aktivitas hariannya dengan baik.

Hubungi kami disini untuk jadwalkan konsultasi lebih lanjut!

Referensi

https://www.alodokter.com/paraplegia

https://www.siloamhospitals.com/en/informasi-siloam/artikel/apa-itu-paraplegia

https://www.halodoc.com/kesehatan/paraplegia