Penderita Stroke Memprihatinkan Butuh Penanganan Lebih Komprehensif

Artikel ini telah direview oleh
Mandiri Center Stroke & Neuro Rehabilitation, Ciptakan Quality of Life Pasca Stroke Bag2
Foto: emc.id

Penderita Stroke Memprihatinkan Butuh Penanganan Lebih Komprehensif

Data saat ini, tingkat stroke di Indonesia cukup tinggi, mencapai 12 dari 1.000 orang. Sekitar 70 persen pemicu stroke adalah dari faktor psikologis. Tidak hanya menimpa kalangan lanjut usia, di usia muda pun bisa terkena stroke. Dalam penanganan stroke, dibutuhkan peran aktif dari keluarga. Jangan sampai pasien stroke merasa dirinya tak berguna lagi. Hal ini dikatakan Joko Sulistyo Pimpinan Mandiri Center Stroke & Neuro Rehabilitation, dalam perbincangan, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Secara garis besar, ada 2 hal pemicu stroke yakni pendarahan dan penyumbatan. Pemicunya adalah faktor psikologis, dimana ini bisa memperburuk dengan fakror risiko seperti hipertensi, diabetes, kolesterol, dan lainnya. “Psikologis penyumbang 70 persen pencetus stroke. Karena itu, ini harus menjadi perhatian bersama,” kata Joko lagi. Selama ini, yang ditangani di Mandiri Center Stroke & Neuro Rehabilitation adalah yang stroke karena penyumbatan. Dari sisi recovery, kata Joko, lebih mudah yang stroke karena pendarahan, daripada penyumbatan. “Memang risiko kematian lebih besar karena pendarahan (pecah pembuluh darah),” tegasnya. Pentingnya recovery psikologis, membuat Mandiri Center secara khusus memiliki tim psikolog. Selain itu, ada juga program heal paspor, yang didalamnya ada edukasi bagi keluarga.

Baca juga:  Penderita Silent Killer Terus Menanjak

“Keterlibatan keluarga dalam mendukung pemulihan pasien stroke bukan hanya untuk si pasien, tapi untuk anggota keluarga itu sendiri. Sebab, bila dalam keluarga ada yang terkena stroke, itu artinya dalam keluarga itu punya risiko juga terkena stroke,” kata Joko. Dijelaskan pula, bila psikologis pasien stroke sehat, maka proses penyembuhannya pun akan lebih cepat. “Jadi, kita dorong pasien stroke untuk selalu berpikir positif. Kalau demikian, maka pasien akan merasa optimis. Itu akan mendrive dirinya hidup lebih baik,” terangnya. Untuk itu, keluarga pun harus menghadirkan aura positif, bukan sebaliknya. Dengan dukungan keluarga, tentu recovery bisa berjalan maksimal.

Selama ini, lanjut Joko, untuk pasien dengan stroke ringan, proses rehabilitasinya mencapai 6 bulan dengan intensitas pertemuan setidaknya setiap hari dalam 3 bulam pertama. Sementara untuk pasien yang tergolong medium, bisa mencapai dua tahun untuk pemulihan. Sedang untuk yang berat dengan titik stroke di berbagai tempat, untuk pemulihan bisa tahunan. Selama ini, Mandiri Center Stroke juga menjalin kemitraan dengan Kanopi Insan Sejahtera dalam menangani insan pasca stroke. Mulai 2017, Mandiri Center juga ingin mengedukasi masyarakat soal tumbuh kembang otak. Sebab, kesehatan otak begitu penting. Ada banyak masalah otak seperti vertigo, migrain, insomnia, dan lainnya.

Baca juga:  Kendalikan Hipertensi Dengan 5 Gaya Hidup Sehat

“Kami ingin berkontribusi terhadap bangsa dan negara, khususnya di lingkup kesehatan masyarakat,” tukas Joko. (RN)