Penelitian Temukan Rutin Minum Teh Pertajam Otak Lansia

Artikel ini telah direview oleh

Penelitian Temukan Rutin ‘Ngeteh’ Pertajam Otak Lansia

Penelitian Temukan Rutin Minum Teh Pertajam Otak Lansia
Foto: suara.com

Di Indonesia, teh menjadi salah satu minuman populer dan begitu diminati oleh banyak masyarakat. Secangkir teh, entah itu hangat atau pun dingin memiliki nilai besar dan seolah mengajak tiap orang untuk bersantai menikmatinya.

Ternyata, teh bukan hanya minuman yang dapat dinikmati saat mengobrol dengan teman dan keluarga, tetapi juga sangat menyehatkan, terutama untuk orang lanjut usia (lansia). Para lansia pecinta teh mungkin akan merasakan manfaat kognitif yang signifikan. Itulah yang disarankan oleh temuan studi baru.

Seperti diketahui, seiring bertambahnya usia, sistem kekebalan tubuh semakin lemah dan Anda menjadi lebih rentan terhadap penyakit kronis. Menjadi sangat penting untuk menjaga kesehatan Anda di usia tua untuk hidup panjang dan sehat.

Temuan baru ini menunjukkan bahwa minum 5 cangkir teh dalam sehari dapat meningkatkan akurasi dan kecepatan reaksi bagi orang yang berusia di atas 85 tahun. Penelitian yang dipublikasikan di The National menyatakan peningkatan fungsi kognitif dapat membantu lansia yang memiliki banyak aktivitas seperti mengemudi dan menyelesaikan puzzle.

Dr Edward Okello, yang memimpin proyek Human Nutrition Research Centre di Universitas Newcastle, mengklarifikasi bahwa peningkatan kemampuan kognitif tidak hanya karena senyawa yang ada dalam minuman tersebut. Tetapi juga karena ritual membuat teh atau mengobrol sambil minum teh juga memainkan peran utama.

Baca juga:  Penyakit POP Kerap Dialami Wanita Usai Menopause

Untuk penelitian tersebut, para peneliti mempelajari data lebih dari 1000 partisipan yang berusia lebih dari 85 tahun, dikumpulkan antara tahun 2006 hingga 2020. Tujuan utama mereka adalah untuk mencari bukti bahwa minum teh hitam dapat melindungi dari kehilangan ingatan.

Pada akhirnya, mereka menemukan bahwa minum lebih banyak teh dapat meningkatkan rentang perhatian secara signifikan, bersama dengan kemampuan untuk melakukan tugas-tugas kompleks (kecepatan psikomotorik). Namun, mereka tidak menemukan hubungan antara minum teh dan fungsi memori secara keseluruhan.

Studi lain yang dilakukan para peneliti dari National University of Singapore (NUS) dan Fudan University di Shanghai mengisyaratkan bahwa menyeruput teh setiap hari dapat menurunkan tingkat depresi pada lansia. Meski demikian, sulit untuk memastikan apakah teh menurunkan risiko depresi atau terjadi karena kumpul-kumpul saat minum teh.

Beberapa makalah yang diterbitkan sebelumnya juga menyebutkan bahwa senyawa yang ada dalam teh seperti catechin, L-theanine, dan kafein, dapat meningkatkan mood, mencegah kanker, dan memperpanjang usia.

Meski banyak kalangan menilai teh hitam tanpa pemanis sangat baik untuk kesehatan, namun secara umum, hampir semua jenis teh memiliki senyawa yang kurang lebih sama. Jadi, ada kemungkinan seseorang mendapatkan manfaat bahkan dari minum teh biasa. Pastikan itu mengandung lebih sedikit gula dan lebih memilih teh herbal daripada teh biasa. (RN)

Baca juga:  Kurangi Risiko Kanker Sedini Mungkin