Peringati Hari Polio Sedunia 2021 Masyarakat Diminta Lebih Waspada

Artikel ini telah direview oleh

Peringati Hari Polio Sedunia 2021, Masyarakat Diminta Lebih Waspada

Peringati Hari Polio Sedunia 2021 Masyarakat Diminta Lebih Waspada
Foto: prosehat.com

Diperingati setiap tanggal 24 Oktober, Hari Polio Sedunia seolah ingin mengingatkan masyarakat akan pentingnya kesehatan serta mencegahnya sejak dini. Virus polio termasuk dalam golongan Human Enterovirus yang bereplikasi di usus dan dikeluarkan melalui tinja.

Dilansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Virus Polio terdiri dari 3 strain yaitu strain-1 (Brunhilde), strain-2 (Lansig), dan strain-3 (Leon), termasuk family Picornaviridae. Penyakit ini dapat menyebabkan kelumpuhan dengan kerusakan motor neuron, pada cornu anterior dari sumsum tulang belakang akibat infeksi virus.

Virus polio yang ditemukan dapat berupa virus polio vaksin/sabin, Virus polio liar/WPV (Wild Poliovirus) dan VDPV (Vaccine Derived Poliovirus). VDVP merupakan virus polio vaksin/sabin yang mengalami mutasi dan dapat menyebabkan kelumpuhan.

VDPV diklasifikasikan dalam 3 kategori yaitu:

1). Immunodeficient-related VDPV (iVDPV) berasal dari pasien imunodefisiensi,

2). Circulating VDPV (cVDPV) ketika ada bukti transmisi orang ke orang dalam masyarakat

3). Ambiguous VDPV (aVDPV) apabila tidak dapat diklasifikasikan sebagai cVDPV atau iVDPV

Baca juga:  Waspadai, Kekurangan Vitamin E Pengaruhi Fungsi Saraf

Penetapan jenis virus yang dimaksud, ditentukan berdasarkan pemeriksaan laboratorium. Identifikasi VDPV berdasarkan tingkat perbedaan dari strain virus OPV. Virus polio dikategorikan sebagai VDPV apabila terdapat perbedaan lebih dari 1% (>10 perubahan nukleotida) untuk virus polio tipe 1 dan 3, sedangkan untuk virus polio tipe 2 apabila ada perbedaan lebih dari 0,6% (>6 perubahan nukleotida).

Laman resmi organisasi kesehatan dunia (WHO) menyatakan, orang yang berisiko tinggi terkena polio adalah anak di bawah 5 tahun. Kemudian dalam kasus global, sejak 1988 orang yang terkena polio menurun hingga 99 persen, dari sekitar 350.000 kasus di lebih dari 125 negara endemik saat itu, menjadi 33 kasus yang dilaporkan pada tahun 2018.

Cara mencegahnya, menurut WHO hingga saat ini belum ditemukan obat untuk menyembuhkan polio. Akan tetapi bisa dicegah dengan pemberian vaksinasi polio, di mana diberikan sejak anak masih berusia balita. (RN)