Minggu , 16 Desember 2018
Home » Artikel » Simak 8 Keadaan yang Kerap Batasi Konsumsi Sayuran

Simak 8 Keadaan yang Kerap Batasi Konsumsi Sayuran

Simak 8 Keadaan yang Kerap Batasi Konsumsi Sayuran

Foto: dok. pedulisehat.info

Tidak semua jenis sayuran memberi dampak kesehatan bagi tubuh. Yang terjadi justru sebaliknya.

Berikut ini delapan kondisi kesehatan yang membuat seseorang tak boleh mengonsumsi beberapa jenis sayuran, seperti yang dilansir di laman Reader’s Diggest.

  1. Penderita maag
    Bagi mereka yang menderita gangguan pencernaan ini, cobalah untuk berhenti mengonsumsi tomat selama 2-3 minggu untuk melihat apakah semuanya terasa lebih baik. Ini lantaran substansi yang tidak teridentifikasi dalam tomat dan produk berbasis tomat dapat menyebabkan meningkatkan asam lambung.
  1. Mengonsumsi obat pengencer darah
    Jika Anda mengonsumsi obat pengencer darah seperti warfarin (Coumadin), penting untuk mempertahankan kestabilan kadar vitamin K dalam darah. Sebab, peningkatan kadar vitamin K yang mendadak dapat mengurangi efek obat. Ini berarti, kita harus konsisten memperhatikan asupan sayuran, karena dari sinilah sebagian besar vitamin K berasal. Cobalah makan sayuran dalam jumlah yang sama setiap hari.
  1. Pemilik riwayat batu ginjal
    Jika kita memiliki riwayat batu ginjal, batasi makanan yang kaya oksalat, seperti  bayam, bit, dan bit hijau.
  1. Penderita asam urat
    Perhatikan asupan asparagus. Aspragus mengandung purin, zat yang mempromosikan kelebihan produksi asam urat yang memicu serangan asam urat yang menyakitkan.
  1. Penderita alergi tertentu
    Orang yang sensitif terhadap lateks mungkin memiliki reaksi alergi terhadap alpukat. Banyak orang yang sensitif terhadap aspirin dapat menderita reaksi alergi terhadap lobak, yang mengandung salisilat, senyawa yang mirip dengan bahan aktif obat.
  1. Pemilik gangguan gula darah
    Jika kita memiliki kolitis ulserativa atau penyakit crohn -peradangan kronis yang terjadi pada usus besar (kolon) dan rektum, dokter mungkin menyarankan untuk menghindari atau meminimalkan asupan kubis. Kubis memicu kandungan bakteri yang hidup secara alami di saluran usus dan menyebabkan gas dan kembung. Kita mungkin juga bisa membatasi asupan sayuran cruciferous seperti kembang kol, brokoli, dan kubis brussel karena dapat memicu gangguan gula darah.
  1. Mereka yang ingin mempertahankan berat badan
    Bagi Anda yang menjalankan program diet, sebaiknya hindari makan sayur terong. Tekstur dari daun terong dapat menyerap lemak. Bahkan, terong goreng menyerap lemak empat kali lebih banyak daripada kentang goreng. Demi menjaga konsumsi kalori seminimal mungkin, kita bisa mengonsumsi terong yang dipanggang atau direbus.
  1. Penderita kelenjar tiroid
    Lobak mengandung dua zat goitrogenik, progoitrin dan gluconasturtin, yang dapat mengganggu kemampuan kelenjar tiroid untuk memproduksi hormonnya. Senyawa ini tidak menimbulkan risiko bagi kita yang tak memiliki masalah kesehatan. Tapi, penderita hipotiroidisme atau kelainan kelenjar tiroid tidak boleh mengonsumsi sayuran ini tanpa dimasak. Dengan memasaknya, maka senyawa goitrogens di dalamnya akan menjadi non aktif. (RN)
Free WordPress Themes - Download High-quality Templates