Simak Gejala Tubuh Kekurangan Protein

Artikel ini telah direview oleh
Simak Gejala Tubuh Kekurangan Protein
Foto: hellosehat.com

Asupan harian protein yang disarankan para ahli kesehatan adalah 46 gram untuk perempuan dan 56 gram untuk laki-laki. Namun, terkadang tak semua orang bisa mencukupi kebutuhan protein harian itu.

Berikut adalah tanda-tanda apabila tubuh kekurangan protein, dilansir Medical Daily

  1. Selalu lapar
    Saat Anda merasa lapar padahal sudah makan berlebihan sepanjang hari, itulah salah satu tanda asupan protein dalam tubuh Anda kurang. Menurut peneliti Dr. Alison Gosby, “Terlepas dari usia dan IMT (Indeks Massa Tubuh) Anda, nafsu makan yang kuat akan terus membuat Anda makan hingga kebutuhan protein tercukupi. Ini berarti Anda lebih banyak makan dari yang seharusnya”.
  1. Massa otot berkurang
    Proses mempertahankan kekuatan otot dan mendukung perbaikannya tak akan lancar tanpa cukup asam amino yang berasal dari protein. “Jika Anda kekurangan asam amino, tubuh mulai memecah otot untuk mendapatkan asam amino yang diperlukan dari serat otot Anda. Akibatnya, otot kehilangan kekuatan dan terjadi penurunan metabolisme,” kata ahli gizi Erin Palinski-Wade.
  1. Sering sakit
    Ini berarti sistem kekebalan tubuh Anda berhadapan dengan asupan protein yang tidak mencukupi, menurut studi. Kekurangan protein dapat menyebabkan hilangnya sel T yang berguna melindungi tubuh dari bakteri atau virus. Pada gilirannya, Anda akan menjadi lebih rentan terhadap infeksi dan derajat keparahannya bisa lebih tinggi.
  1. Rambut rontok
    Rambut terbuat dari protein, sehingga asupan harian yang cukup makanan yang kaya protein penting. “Sertakan setidaknya satu porsi protein seukuran telapak tangan saat sarapan dan makan siang,” kata Trichologist dari Philip Kingsley Clinic di London, Anabel Kingsley. Jika tubuh tidak menerima protein yang cukup, maka produksi protein non-esensial bisa terganggu dan inilah yang menyebabkan penipisan dan kerontokan rambut.
  1. Kaki bengkak
    Edema adalah istilah medis yang mengacu pada kelebihan cairan yang terakumulasi dalam jaringan tubuh (bengkak). Menurut Harvard Health, protein diperlukan untuk menahan garam dan air di dalam pembuluh darah sehingga cairan tidak bocor ke dalam jaringan. Tetapi jika kadar protein darah (albumin) terlalu rendah, cairan tertahan. Edema biasanya terjadi di kaki, pergelangan kaki dan kaki bagian bawah. (RN)
Baca juga:  Ayo Kenali Gejala Instagramxiety