
Mata bisa memproduksi cairan secara berlebihan karena beberapa kondisi, seperti alergi, infeksi, inflamasi, atau masalah kesehatan lainnya. Sedangkan mata buram bisa terjadi karena masalah kesehatan yang lebih serius, seperti katarak, glaukoma, dan retinopati diabetik.
Mata yang berlendir dan buram secara tiba-tiba perlu segera diperiksakan ke dokter untuk mengetahui penyebab pastinya sehingga Anda bisa mendapatkan pengobatan dan perawatan yang tepat. Untuk lebih jelasnya, ketahui beberapa penyebab mata berlendir dan buram, serta kapan perlu ke dokter berikut ini.
Penyebab mata berlendir dan buram
Mata berlendir dan buram bisa disebabkan oleh beberapa masalah kesehatan, mulai dari yang ringan hingga yang serius.
Terdapat beberapa penyebab mata berlendir dan buram yang mungkin akan dialami, seperti:
- Terdapat objek asing di dalam mata yang memicu iritasi sehingga meningkatkan dorongan untuk mengedipkan mata dan produksi air mata untuk mengeluarkannya.
- Mengalami reaksi alergi, seperti karena serbuk sari, debu, dan bulu binatang.
- Mengalami konjungtivitis yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus pada salah satu atau kedua mata sehingga membuat mata terlihat memerah.
- Mengalami inflamasi pada kornea, atau keratitis, sehingga jadi penyebab mata buram, kemerahan, sakit, dan meningkatkan produksi air mata secara berlebihan.
- Mengalami infeksi atau inflamasi pada kelenjar air mata sehingga menyebabkan pembengkakan dan produksi air mata berlebih.
- Terdapat bulu mata yang tumbuh ke dalam, atau ingrown, yang menyebabkan infeksi, seperti pembengkakan dan mata berair.
- Mengalami bintitan di garis bulu mata yang umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri pada kelenjar minyak di dalam kelopak mata.
- Mengalami blefaritis, atau pembengkakan pada kelopak mata, yang disebabkan oleh tersumbatnya kelenjar air mata.
- Mengalami trakoma yang merupakan infeksi bakteri serius pada mata dan umumnya bisa menular, serta menyebabkan kebutaan.
- Mengalami kelainan refraksi, seperti astigmatisme, rabun jauh, dan rabun dekat, yang umumnya dapat diatasi dengan mengenakan kacamata.
- Mengalami sindrom mata kering yang juga bisa menyebabkan rasa sakit, kemerahan, dan nyeri pada mata.
- Mengalami degenerasi makula yang umumnya terjadi seiring bertambahnya usia sehingga membuat seseorang tidak bisa melihat objek di depannya dengan jelas.
- Mengalami diabetik retinopati yang bisa mengurangi kemampuan penglihatan hingga menyebabkan kebutaan, dan umumnya dialami oleh orang-orang dengan diabetes.
- Mengalami glaukoma di mana terdapat penumpukan cairan di mata sehingga menekan saraf optik yang bisa memicu mata buram dan meningkatkan risiko penurunan tajam penglihatan.
- Mengidap katarak di mana lensa mata menjadi keruh dan berawan sehingga sulit untuk melihat dengan jelas.
- Mengalami neuritis optik di mana saraf optik pada mata mengalami inflamasi dan iritasi.
- Memiliki kondisi genetik yang menyebabkan kerusakan pada saraf optik sehingga mata menjadi buram.
- Mengalami kekurangan vitamin A sehingga risiko luka pada kornea meningkat
Mata berair dan buram bisa disebabkan oleh beberapa masalah kesehatan di atas. Namun, mata yang berlendir dan buram secara tiba-tiba bisa jadi disebabkan oleh masalah kesehatan yang lebih serius, seperti stroke, tekanan darah tinggi, dan gegar otak.
Mata berair dan buram bisa jadi merupakan kondisi yang umum dialami sehingga tidak memerlukan tindakan medis dengan segera. Namun, mata yang buram dan berair secara tiba-tiba perlu segera diperiksakan ke dokter karena bisa jadi merupakan gejala dari masalah kesehatan yang lebih serius. Pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan untuk mengetahui penyebab mata berlendir dan buram sehingga Anda bisa mendapatkan diagnosis yang pasti. Pemeriksaan yang dilakukan juga akan membantu Anda mendapatkan pengobatan dan perawatan yang tepat.
Gejala mata berair dan buram
Mata berair dan buram selalu ditandai dengan beberapa gejala tertentu. Beberapa gejala yang sering muncul dari kondisi mata buram dan berair adalah;
- Mata Memerah dan Terasa Gatal
- Mata terasa gatal sehingga penderita reflek ingin menguceknya terus menerus, yang mana hal ini berakibat mata jadi terus berair.
- Terasa Nyeri pada Area Mata
- Pada beberapa kasus kebanyakan mata yang buram dan berair akan merasakan nyeri di sekitar area mata tersebut. Tingkat nyeri ini bisa terasa parah bisa juga ringan, tergantung dari diagnosa permasalahan mata tersebut.
- Penglihatan Menjadi Kabur
Gejala yang satu ini adalah gejala yang paling sering terjadi saat mata mengalami kondisi buram dan berair. Baik jarak dekat maupun jauh penglihatan akan terlihat samar, sehingga tidak bisa fokus dalam menggunakan penglihatan. - Kepala Terasa Pusing
- Mata yang mengalami buram juga umumnya dibarengi dengan rasa kepala pusing.
Jika salah satu gejala yang disebutkan di atas mulai terjadi, sebaiknya segera konsultasi dokter mata agar bisa segera diketahui kondisi mata yang sebenarnya. Dengan begitu baru bisa dilakukan tindakan terbaik dan tepat.
Rentan terkena mata berair dan buram
Sebenarnya semua orang berpotensi mengalami kondisi mata berair dan buram. Namun ada beberapa contoh jenis pasien yang lebih tinggi resikonya terkena kondisi seperti ini adalah seperti:
- Orang tua atau lansia adalah pasien paling umum yang bisa mengalami kondisi mata berair dan buram. Hal ini juga bisa menjadi salah satu gejala terjadinya katarak.
- Anak-anak yang sering bermain gadget
- Orang yang bekerja di luar ruangan
- Pekerja yang selalu menatap komputer
- Ibu hamil juga termasuk salah satu jenis pasien yang kerap mengalami resiko mata berair dan buram. Hal ini bisa terjadi karena faktor hormon yang berubah selama masa kehamilan. (RN)
