Sweet Twenty Kanopi Group, Tiga Pilar Satu Tujuan

Sweet Twenty Kanopi Group, Tiga Pilar Satu Tujuan

Sweet Twenty Kanopi Group, Tiga Pilar Satu Tujuan
Foto: Kanopi Insan Sejahtera

Landasan pelayanan di Kanopi Nursing Home (KNH) didasari pada tiga pilar utama yakni, melayani dengan setulus hati, asuhan keperawatan yang profesional, dan membuat penghuni nyaman dan happy. Ketiga hal tersebut juga menjadi dasar pengabdian yang dilakoni di semua lini usaha perusahaan yang berdiri 24 Juni 2002 ini.

“Dengan slogan ‘melayani dengan sepenuh hati’, kami mencoba memberi dimensi berbeda dalam setiap sentuhan pelayanan kami,” tutur Kikin Sugiarno CEO Kanopi Group saat bicara tentang Jejak 20 Tahun usia Kanopi Group.

Seiring berjalannya waktu, lanjut Kikin, pihaknya berusaha memberi pelayanan prima kepada klien dan menunjukkan bahwa Kanopi Group selalu menggunakan hati dalam melayani dan telinga untuk mendengar apa yang menjadi keluhan dari mereka. “Setiap kendala yang dihadapi, kami akan segera menyelesaikan hingga tuntas. Dan, apapun permasalahan yang ditemui, kami hadapi dengan hati yang tulus dan mencari solusi,” imbuhnya.

Salah satu upaya agar pelayanan yang diberikan lebih baik, Kanopi Group juga memiliki training center untuk mendidik para tenaga-tenaga keperawatan dan membekalinya dengan keilmuan dan mental yang baik. “Saya yakin, kalau kita mau mendeliver baik barang atau jasa, maka itu harus disiapkan dengan baik. Orientasi kami bukan pada profit semata, tapi bagaimana klien akan terpuaskan dengan pelayanan yang diberikan. Dengan merasa happy, maka klien akan mempercayai kami. Itu hal penting dan sangat berharga,” ucapnya.

Baca juga:  Secuplik Kisah Merawat Lansia Ternyata Tak Mudah

Di training center, kata Kikin, pihaknya terus melakukan improvement dan memblended berbagai metode pelayanan dengan harapan tenaga-tenaga yang dihasilkan semakin profesional, cakap dalam melayani, serta dapat dipercaya.

“Kami terus mencermati apa yang menjadi kebutuhan market dan coba memformulasikannya lewat berbagai terobosan, baik secara internal maupun eksternal. Perkembangan kehidupan lansia itu dinamis. Itu nampak dari kegiatan lansia di luar negeri dengan berbagai model pelayanan,” tuturnya.

Bahkan di Jepang ada pelayanan yang khusus melayani lansia untuk mandi. Dengan mobil mini van saja, mereka datang dari satu tempat ke tempat lain khusus untuk memandikan lansia. “Pelayanan lansia di Indonesia mungkin sudah ketinggalan 20-30 tahun dibanding di luar negeri,” ungkap Kikin.

Untuk itu, dia mengaku tertantang untuk menghadirkan pelayanan lansia dan orang sakit lebih baik lagi di Indonesia. “Kami mencoba membangun kolaborasi dengan berbagai pihak dalam memberikan pelayanan terhadap lansia dan orang sakit. Dengan kolaborasi tersebut, maka tercipta pelayanan yang terpadu, baik dengan rumah sakit, komunitas-komunitas, sampai kepada pemerintah,” terangnya. (RN)

Baca juga:  Sincere Foundation Lebarkan Sayap Kembangkan Pengabdian