Temukan Pengalaman di Alam Terbuka Sesuai Usia Anak

Temukan Pengalaman di Alam Terbuka Sesuai Usia Anak
Foto: kesekolah.com

Meningkatkan pengalaman seorang anak dapat dilakukan dengan cara membiasakan mereka bereksplorasi di alam terbuka. Hal ini juga disebut dapat membantu pembentukan karakter anak serta menyiapkan si kecil untuk masa depan.

Psikolog Anak & Keluarga Ajeng Raviando menyampaikan, ketika anak tampak menikmati mencoba suatu permainan, maka ia akan lebih berani mencoba permainan lain tanpa diminta oleh orangtua.

Pada usia 1 tahun ke atas, anak dapat diajak untuk bermain di taman luar ruang; usia 2-3 tahun, anak dapat diajarkan berbagai kemampuan baru seperti naik sepeda, berenang, dan lainnya; pada usia 4-6 tahun, anak bisa diajak berjalan-jalan ke alam terbuka, seperti gunung dan pantai, papar Ajeng.

Orangtua tidak perlu cemas, kekebalan tubuh yang baik dapat membawa si Kecil beradaptasi dengan stimulasi, khususnya di luar ruangan. Pada akhirnya, ini bertujuan membentuk karakter tangguh anak.

Ajeng menambahkan penanaman karakter sejak dini penting untuk mempersiapkan anak menghadapi perubahan dan situasi tertentu dalam kehidupan. Misal, kegagalan, stres, tantangan, lingkungan baru, dan lainnya. Ada lima karakter yang sebaiknya diasah sejak dini.

Berani, yakni percaya diri dan mau mengambil resiko; mandiri, tidak bergantung pada orang lain; gigih, mau berusaha melakukan sesuatu sampai selesai; adaptif, mudah menyesuaikan diri di setiap situasi; dan banyak akal, bisa bertindak cepat dan efektif di bermacam situasi dan pandai mencari solusi, tambahnya.

Dokter spesialis anak Caessar Pronocitro mengungkapkan, stimulasi melibatkan multi-sensory dan seringkali berisiko terpapar kuman. Oleh karena itu, agar anak siap mengeksplorasi dan menerima stimulasi dari luar, dibutuhkan daya tahan tubuh yang kuat dan kemampuan berpikir yang baik.

Sistem daya tahan tubuh dapat dibangun sejak dini dengan pemenuhan nutrisi, yakni kecukupan vitamin, mineral, prebiotik (makanan bagi bakteri baik) dan probiotik (bakteri baik). Stimulasi yang orangtua berikan berperan dalam mendukung perkembangan anak. Ya, ini memastikan kematangan fungsi tubuhnya, baik motorik halus, motorik kasar, bahasa, sosial dan kemandirian, fisik, kreativitas, hingga kognitif, tandas Caessar. (RN)