Temukan Resep Jalani Hidup Sehat After Fourty

Temukan Resep Jalani Hidup Sehat After Fourty
Foto: wolflifechallenge.com

Tidak semua orang bisa menjalani hidup sehat saat memasuki usia 40 tahun. Apalagi bagi mereka yang menghabiskan banyak waktu mengejar karier, dimana secara psikologis, terjebak dengan konsep hidup “Rat Race Cycle”, suatu konsep upaya pengejaran sesuatu tanpa henti, tetapi tidak mendapatkan hasil maksimal.

Lalu, bagaimana mengatasi masalah tersebut? Seperti dilansir Financialku, ada beberapa tips sehat, bahkan membuat hidup menjadi lebih bahagia di usia 40an. Salah satunya mengubah gaya hidup, seperti mengkonsumsi makanan dengan gizi dan nutrisi seimbang, seperti sayuran, ikan, dan buah-buahan.

  1. Gaya hidup
    Konsumsi makanan dengan gizi dan nutrisi seimbang, seperti sayuran, ikan, dan buah-buahan. Tidak perlu yang organik, tapi jika Anda ingin yang lebih bisa membeli sayuran dan buah-buahan organik. Pemeriksaan kesehatan secara rutin ke rumah sakit atau laboratorium juga bisa dilakukan untuk melihat potensi penyakit dan cara pencegahannya. Seperti kata pepatah yang sudah terlalu sering didengar, Lebih baik menyegah daripada mengobati. Lakukan olahraga secara teratur. Tidak perlu pergi ke gym dengan biaya yang menguras kantong, olahraga yang murah meriah seperti berjalan cepat di pagi hari, lari, atau olahraga yang bisa dilakukan di manapun juga, dengan memanfaatkan teknologi media nirkabel seperti aplikasi YouTube atau aplikasi olahraga aktif lainnya.
  1. Perbaiki catatan keuangan
    Perhatikan pemasukan dan pengeluaran setiap bulan. Perbaiki catatannya dengan mengkurasi, mulai yang paling penting hingga yang paling tidak. Seimbangkan keinginan dan kebutuhan yang urgens paling penting, yaitu dengan sistem prioritas. Anda bisa menggunakan cara manual menggunakan buku catatan atau dengan cara instan menggunakan aplikasi di telepon genggam.
    Catat semua, baik itu yang terendah jumlahnya sampai yang paling besar. Terlihat sepele ya, padahal inilah yang menentukan kemana arah pemasukan dan pengeluaran setiap bulan yang kadang tanpa kita sadari habisnya.
  1. Buat pos uang
    Kegunaan pos uang adalah untuk membatasi antara kebutuhan dengan keinginan. Bukan berarti tidak boleh memenuhi keinginan, tapi buatlah budget pos-nya. Pisahkan dari budget rutin, seperti belanja bulanan, ongkos, investasi, dan tak terduga atau dana daruat. Dana darurat yang ideal untuk pasangan menikah dengan anak adalah 12 kali pengeluaran bulanan rumah tangga. Tentunya ini berguna untuk mengatasi berbagai kondisi, seperti: biaya hidup selama mencari pekerjaan baru, biaya pengobatan darurat, biaya perbaikan rumah akibat musibah (banjir, kebakaran), biaya perawatan pasca kecelakaan, serta kondisi darurat lainnya. Jumlahnya yang tidak sedikit ini yang harus dipersiapkan setidaknya cukup untuk 10 bulan, caranya adalah dengan menyisihkan 10% hingga 20% dari gaji bulanan.
  1. Pilih Investasi yang Menguntungkan
    Asuransi adalah salah satu bentuk investasi jangka panjang yang bisa dinikmati disaat usia matang maupun dana darurat. Berinvestasi di asuransi dan di bank pastinya berbeda, tergantung kebutuhan dan profil calon nasabah. Bila berinvestasi di asuransi bisa mendapatkan keuntungan investasi dan perlindungan jiwa, utamanya apabila terjadi risiko kehidupan yang dapat terjadi kapan saja, misalkan meninggal dunia. Oleh karena itu, bila terjadi risiko meninggal dunia, maka investasi nasabah dapat diwariskan kepada keluarga atau ahli waris. Dengan begitu, ahli waris dapat terproteksi secara finansial. (RN)