Rabu , 14 November 2018
Home » Artikel » Ternyata, Pola Asuh “Tiger Mom” Bikin Anak Pintar Berbohong

Ternyata, Pola Asuh “Tiger Mom” Bikin Anak Pintar Berbohong

Ternyata, Pola Asuh “Tiger Mom” Bikin Anak Pintar Berbohong

Ternyata, Pola Asuh “Tiger Mom” Bikin Anak Pintar Berbohong (Foto: dok. theasiaparenting.com)

Ternyata, Pola Asuh “Tiger Mom” Bikin Anak Pintar Berbohong – Setiap orangtua memiliki harapan dan impian terbaik untuk para buah hati. Namun, tak bisa dimungkiri bahwa terkadang harapan itu berkembang menjadi obsesi orangtua supaya anak terus memperoleh nilai dan prestasi terbaik.

Para orangtua harus menyadari bahwa pola asuh yang Anda terapkan pada anak semenjak kecil terus memengaruhi dan membentuk karakter buah hati Anda hingga mereka dewasa. Pola asuh disiplin tingkat tinggi dan obsesif ini dikenal dengan istilah tiger mom.

Istilah ini berasal dari China. Pola asuh tiger mom menekankan aturan dan disiplin tinggi pada anak untuk selalu belajar, membaca, dan berlatih. Tujuannya, tentu saja supaya anak mendapatkan prestasi cemerlang. Orangtua yang menerapkan pola asuh tiger pada anak-anak harus berhati-hati. Sebab, anak yang dibesarkan dengan disiplin tinggi bisa tumbuh sebagai manipulator dan pembohong.

Berdasarkan studi dari McGill University, anak yang dibesarkan dalam suasana tegang dan penuh aturan bakal belajar melindungi diri agar tidak terkena hukuman ketika mereka melakukan pelanggaran. Perlindungan diri yang dimaksud adalah dengan berbohong dan memanipulasi orangtua. Sebuah studi mempelajari dua sampel kelas rekayasa yang terbagi dalam dua kelompok.

Kelompok pertama adalah anak-anak berada dalam kelas yang sangat disiplin dan tepat waktu. Sementara itu, kelompok kedua adalah anak-anak yang belajar dalam suasana santai, permainan kreatif, dan seni. Hasil menunjukkan bahwa anak-anak yang berada dalam kelas kelompok kedua terbukti lebih jujur dalam menjawab ujian dan tes. Namun, anak-anak di kelas pada kelompok pertama dilaporkan sering menyontek dan berbohong pada guru.

Peneliti juga menguraikan fakta, anak-anak yang mulai berbohong di usia empat tahun akan semakin pintar berbohong di usia tujuh atau delapan tahun. Kebohongannya pun beragam, dari hal paling kecil hingga berbohong mengenai sesuatu yang besar dan signifikan.

Terakhir, studi merilis informasi bahwa anak yang pintar berbohong biasanya memiliki kemampuan intelegensia yang tinggi dan pintar menghapal. (RN)

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates