
Vitamin D merupakan salah satu vitamin yang sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang bayi. Manfaat utamanya adalah untuk tulang dan gigi. Vitamin ini terbagi menjadi dua, yaitu vitamin D2 dan vitamin D3. Simak perbedaan keduanya.
Dari sisi manfaat, vitamin D3 lebih efektif dalam meningkatkan kalsifediol (vitamin D dalam darah) karena terbentuk dengan lebih alami di dalam tubuh dibandingkan vitamin D2.
Sumber makanan vitamin D2, umumnya banyak terkandung pada tanaman, seperti jamur yang terpapar sinar UV. Sedangkan untuk vitamin D3 terkandung pada makanan yang berasal dari hewan, seperti kuning telur, minyak ikan, ikan berlemak, mentega, dan suplemen. Sinar matahari pagi yang diserap tubuh saat berjemur pun akan berbentuk vitamin D3.
Dikarenakan vitamin D merupakan jenis vitamin yang larut dalam lemak, sehingga hasil penyerapan kedua jenis vitamin D tersebut akan disimpan di dalam lemak. Untuk itu jumlah asupan vitamin D yang masuk ke dalam tubuh bayi haruslah dikontrol supaya tetap normal dan seimbang.
Vitamin D3 dikatakan sebagai bentuk alami dari manfaat vitamin D, karena pembentukannya di dalam tubuh memang terjadi secara alami, yakni dengan berjemur di bawah sinar matahari pagi. Untuk tumbuh kembang bayi, beberapa manfaat yang dirasakan antara lain, baik untuk pembentukan tulang dan gigi . Kandungan vitamin dan hormon di dalamnya akan membantu penyerapan kalsium dan fosfor dalam tubuh, sehingga akan membuat tulang dan gigi bayi menjadi lebih cepat tumbuh dan tidak mudah keropos.
Juga untuk nutrisi otak. Dengan cukup mendapatkan asupan vitamin ini, bayi akan memiliki daya ingat yang lebih tajam dan mudah untuk belajar. Tak hanya itu, risiko terserang gangguan otak dan saraf pun akan lebih kecil, sehingga bayi tidak mudah merasa stres.
Lainnya, membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit. Vitamin ini dapat menstimulasi produksi peptida di dalam sel ephitelia dan sel darah putih yang berperan dalam melindungi saluran pernapasan, sehingga akan mencegah paru-paru terserang infeksi. Bayi pun jadi tidak akan mudah terserang flu maupun batuk.
Bila bayi kekurangan vitamin D3, maka otot akan melemah dan timbul rasa tidak nyaman pada tulangnya. Proses pertumbuhan tulang dan giginya pun jadi terhambat atau memiliki tulang dan gigi yang tidak kuat alias mudah keropos.
Kemungkinan lainnya adalah ia memiliki panjang badan yang lebih pendek dari ukuran normal bayi seusianya. Dalam kondisi kronis, bayi bahkan dapat mengalami rakitis, kejang, dan kardiomiopati (gangguan otot jantung). (RN)
