Wahai Ayah Jangan Biarkan Putri Anda Merasa Kesepian

Kecenderungan anak perempuan yang dekat dengan ayahnya tak merasa kesepian ketika berada di masa-masa sekolah. Mereka mampu mengatasi perasaan terisolasi ketika mencapai usia sekolah dasar, dibandingkan anak perempuan yang tak memiliki kedekatan dengan sang ayah. “Ikatan antara ayah dan anak perempuan sangat penting,” papar sang Profesor Xin Feng, salah satu periset dari Ohio State University. Dia mengatakan, riset ini mengungkap, kedekatan ayah dan anak perempuannya cenderung membuat si anak merasa terlindungi, dan membantu mereka cepat mengatasi rasa sepi. Kehidupan Anak itu tak mudah mengalami kesepian karena mereka sering kali mencari sang ayah untuk membantu melewati masa sulit, misalnya ketika mulai memasuki usia sekolah. Namun, riset ini juga membuktikan kedekatan antara anak perempuan dan sang ibu tak memberikan dampak apa-apa terhadap kondisi ini. Untuk hasil yang optimal, riset dilakukan dengan meneliti 659 keluarga yang mengambil bagian dalam studi Perawatan Anak Usia Dini di Amerika Serikat. Dalam riset ini, peneliti juga menanyakan perasaan kesepian pada anak-anak yang berada di lima tahun pertama sekolah. Para orangtua juga diminta mengisi kuesioner untuk menilai ikatan atau konflik antara mereka dan anak-anaknya. Hasil riset yang dipublikasikan dalam Journal of Family Psychology ini menunjukkan risiko kesepian sangat rendah pada anak-anak yang memiliki ikatan paling kuat dengan ayahnya. Namun, ikatan ini menurun seiring berjalannya waktu, ketika anak-anak perempuan mulai menjalin persahabatan dengan teman sekelas, dan menghabiskan lebih banyak waktu di luar rumah. Ikatan ayah dan anak perempuannya cenderung menurun ketika mereka kian menjadi lebih mandiri. “Jadi, mereka menjadi kurang dekat dengan orangtua mereka dan memiliki lebih banyak konflik karena kebutuhan mereka akan kemandirian semakin meningkat,” paparnya. Bagaimanapun, ikatan antara seorang anak perempuan dan ayahnya tidak pernah hilang sepenuhnya dan tetap dapat bermanfaat. Selain itu, anak perempuan yang dekat dengan sang ayah juga menjadikannya lebih baik di sekolah. Lantas, mengapa kedekatan antara ibu dan anak perempuannya tidak memiliki efek? Menurut Profesor Feng, kondisi ini terjadi karena dalam tradisi masyarakat, para ibu cenderung bertanggung jawab atas perawatan sehari-hari dan stabilitas bagi anak-anak mereka. Para ayah memiliki lebih banyak kebebasan untuk berinteraksi dengan anak-anaknya lewat berbagai cara yang berbeda. Hal inilah yang mendorong dan memberi jangkauan kontak emosional yang lebih luas. “Itulah mengapa hubungan ayah dan anak memiliki efek lebih pada anak perempuannya,” ucapnya. Hasil riset juga menunjukkan kesepian yang terjadi pada anak laki-laki tidak dipengaruhi oleh kedekatan dengan orangtuanya. Menurut periset, ini terjadi karena para ayah biasanya lebih protektif terhadap anak perempuan mereka daripada anak lelakinya.
Foto: anekainfounik.id

Kecenderungan anak perempuan yang dekat dengan ayahnya tak merasa kesepian ketika berada di masa-masa sekolah. Mereka mampu mengatasi perasaan terisolasi ketika mencapai usia sekolah dasar, dibandingkan anak perempuan yang tak memiliki kedekatan dengan sang ayah.

“Ikatan antara ayah dan anak perempuan sangat penting,” papar sang Profesor Xin Feng, salah satu periset dari Ohio State University. Dia mengatakan, riset ini mengungkap, kedekatan ayah dan anak perempuannya cenderung membuat si anak merasa terlindungi, dan membantu mereka cepat mengatasi rasa sepi.

Kehidupan Anak itu tak mudah mengalami kesepian karena mereka sering kali mencari sang ayah untuk membantu melewati masa sulit, misalnya ketika mulai memasuki usia sekolah. Namun, riset ini juga membuktikan kedekatan antara anak perempuan dan sang ibu tak memberikan dampak apa-apa terhadap kondisi ini.

Untuk hasil yang optimal, riset dilakukan dengan meneliti 659 keluarga yang mengambil bagian dalam studi Perawatan Anak Usia Dini di Amerika Serikat. Dalam riset ini, peneliti juga menanyakan perasaan kesepian pada anak-anak yang berada di lima tahun pertama sekolah. Para orangtua juga diminta mengisi kuesioner untuk menilai ikatan atau konflik antara mereka dan anak-anaknya.

Hasil riset yang dipublikasikan dalam Journal of Family Psychology ini menunjukkan risiko kesepian sangat rendah pada anak-anak yang memiliki ikatan paling kuat dengan ayahnya. Namun, ikatan ini menurun seiring berjalannya waktu, ketika anak-anak perempuan mulai menjalin persahabatan dengan teman sekelas, dan menghabiskan lebih banyak waktu di luar rumah.

Ikatan ayah dan anak perempuannya cenderung menurun ketika mereka kian menjadi lebih mandiri. “Jadi, mereka menjadi kurang dekat dengan orangtua mereka dan memiliki lebih banyak konflik karena kebutuhan mereka akan kemandirian semakin meningkat,” paparnya.

Bagaimanapun, ikatan antara seorang anak perempuan dan ayahnya tidak pernah hilang sepenuhnya dan tetap dapat bermanfaat. Selain itu, anak perempuan yang dekat dengan sang ayah juga menjadikannya lebih baik di sekolah. Lantas, mengapa kedekatan antara ibu dan anak perempuannya tidak memiliki efek?

Menurut Profesor Feng, kondisi ini terjadi karena dalam tradisi masyarakat, para ibu cenderung bertanggung jawab atas perawatan sehari-hari dan stabilitas bagi anak-anak mereka. Para ayah memiliki lebih banyak kebebasan untuk berinteraksi dengan anak-anaknya lewat berbagai cara yang berbeda. Hal inilah yang mendorong dan memberi jangkauan kontak emosional yang lebih luas.

“Itulah mengapa hubungan ayah dan anak memiliki efek lebih pada anak perempuannya,” ucapnya.

Hasil riset juga menunjukkan kesepian yang terjadi pada anak laki-laki tidak dipengaruhi oleh kedekatan dengan orangtuanya. Menurut periset, ini terjadi karena para ayah biasanya lebih protektif terhadap anak perempuan mereka daripada anak lelakinya.