Rabu , 14 November 2018
Home » Artikel » Waspadai, Di-bully Saat Kecil Membekas hingga Dewasa

Waspadai, Di-bully Saat Kecil Membekas hingga Dewasa

Waspadai, Di-bully Saat Kecil Membekas hingga Dewasa (Foto: dok. smeaker.com)

Waspadai, Di-bully Saat Kecil Membekas hingga Dewasa – Intimidasi atau bullying pada anak-anak akan membekas seumur hidup. Korban dua kali lipat lebih berisiko untuk menderita masalah kesehatan mental ketika dewasa. Temuan itu dipublikasikan dalam Psychological Medicine, beberapa waktu lalu.

Penelitian dengan melacak kesehatan mental 9.000 orang pada usia lebih 40 tahun menunjukkan dampak bullying pada masa kecil masih berdampak ‘signifikan’ pada usia 50. Penindasan terus-menerus juga terkait dengan kualitas kinerja ketika dewasa, terlihat dari kualitas kerja yang rendah hingga mogok. Peneliti menyarankan intervensi psikologis untuk menyelamatkan jutaan korban intimidasi dengan perawatan National Health Service (NHS).

Konsekuensi bullying pada masa kecil bisa dirasakan hingga dewasa terkait dengan kesehatan mental. Demikian temuan terbaru dari sebuah penelitian. Para ilmuwan telah menemukan anak-anak yang diganggu dengan intimidasi, ketika dewasa dua kali lipat lebih mungkin untuk menggunakan layanan kesehatan mental. Penelitian ini dilakukan London School of Economics and Political Science (LSE), dan King College London, yang melacak lebih dari 9.000 orang di atas 40 tahun.

Mereka menemukan lebih banyak anak laki-laki dibandingkan anak perempuan yang menggunakan layanan kesehatan mental pada saat anak-anak dan remaja. Sebaliknya, lebih banyak perempuan dari pada laki-laki ditemukan untuk menggunakan layanan kesehatan mental di masa dewasa. Peneliti utama, Dr Sara Evans-Lacko mengatakan dampak bullying pada masa kanak-kanak paling mengena saat usia dini.

Profesor asosiasi unit penelitian pelayanan sosial LSE, mengatakan dampak signifikan masih dirasakan pada usia 50. “Individu yang sering diganggu dua kali lebih mungkin untuk menggunakan layanan kesehatan mental selama masa kanak-kanak atau remaja,” katanya.

“Bahkan pada usia 50, mereka masih 30 persen lebih mungkin untuk menggunakan layanan kesehatan mental dibandingkan dengan mereka yang tidak diganggu. Setengah populasi orang dewasa dengan gangguan jiwa yang sudah menunjukkan tanda-tanda kesehatan mental yang buruk pada usia 15,” katanya.

Jika tidak diperhatikan atau diobati, masalah kesehatan mental dapat menjadi titik awal dari gangguan terus-menerus seperti depresi dan kecemasan, menyakiti diri dan gangguan psikotik lainnya. “Bullying juga dapat mengatur kondisi untuk siklus di mana orang berisiko terkena viktimisasi (korban kejahatan) di kemudian hari,” katanya.

Profesor Louise Arseneault dari King College London, mengatakan, “Dalam beberapa tahun terakhir, penelitian telah mengumpulkan bukti kuat untuk menunjukkan bahwa ditindas dapat berbahaya bagi anak-anak. Dampaknya dapat bertahan untuk waktu yang lama, hingga paruh baya,” katanya.

“Ini adalah pertama kalinya kami dapat menunjukkan dampak korban anak-anak bullying di sistem perawatan kesehatan di Inggris. Temuan dari penelitian kami memperkuat penelitian lain yang mendukung intervensi awal untuk menghentikan intimidasi atau mencegah masalah kesehatan mental pada korban yang lebih muda,” katanya. (RN)

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates