Waspadai Sindroma Metabolik Pada Wanita 40 Tahun Keatas

Artikel ini telah direview oleh

Waspadai Sindroma Metabolik Pada Wanita 40 Tahun Keatas

Waspadai Sindroma Metabolik Pada Wanita 40 Tahun Keatas
Foto: unair.ac..id

Saat berusia 40an atau 50an perempuan umumnya mengalami penurunan hormon reproduksi, yang menyebabkan siklus menstruasi berakhir. Waktu yang menandai akhir siklus menstruasi perempuan disebut menopause. Untuk itu, disarankan para wanita mewaspadai sindroma metabolik.

Salah satu tanda sindroma (kumpulan gejala) metabolik adalah obesitas perut dan lingkar perut 80 cm lebih. Tanda sindroma metabolik yang lain yakni, peningkatan tekanan darah, kadar gula darah, dan lemak tubuh.

“Sindroma metabolik diikuti dengan sering haus, sering kencing, sakit kepala, pegal-pegal, dan mudah lelah,” kata Presiden Perminesia Tita Husnitawati.

Dia menjelaskan, sindroma metabolik ini merupakan tanda awal berkembangnya penyakit pembuluh darah, jantung, dan gejala prediabetes.

Tita menyampaikan pengaruh gaya hidup terhadap perubahan kondisi tubuh perempuan ketika memasuki masa menopause.

“Kondisi menopause menyebabkan gejala atau sindroma metabolik yang terdiri dari obesitas perut. Hal ini terjadi karena konsumsi makanan berkalori tinggi, kebiasaan merokok, dan pertambahan usia,” katanya.

Pada perempuan berusia 40 tahun ke atas, ia melanjutkan, sindroma metabolik juga bisa terjadi karena kebiasaan mengonsumsi makanan berlemak, makanan manis atau tinggi karbohidrat, dan makanan terlalu asin yang menyebabkan obesitas serta kurang olahraga.

Baca juga:  5 Mitos Sesat Tentang Kesehatan Tulang

Menurut dia, sindroma metabolik dapat diantisipasi dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan mengatur asupan energi.

Ia menyarankan perempuan usia 40 tahun ke atas mengonsumsi makanan rendah kalori, menghindari makanan-minuman manis dan makanan berbahan tepung, serta memperbanyak minum air putih, sayur, dan buah sebelum makan berat untuk mengurangi asupan karbohidrat.

Selain itu, ia mengatakan, melakukan olahraga aerobik setiap hari selama 30 menit minimal empat kali seminggu penting untuk mempertahankan berat badan ideal serta menjaga metabolisme tubuh berjalan normal dan nafsu makan terkendali.

Merokok serta mengonsumsi alkohol, menurut dia, juga harus dihindari agar tubuh tetap sehat.

​​​​​​​“Dengan hidup sehat maka risiko kesehatan jiwa dan raga dapat kita hindari, sehingga gejala atau perubahan menopause muncul tanpa membebani kita,” demikian Tita Husnitawati. (RN)