11 Kiat Mengembangkan dan Mengasah Kreativitas Anak

11 Kiat Mengembangkan dan Mengasah Kreativitas Anak
Foto: ibudanmama.com

Mengembangkan kreativitas anak tak hanya bergantung pada karakter anak, namun orangtua juga memiliki peran besar untuk membantu mengasahnya. Kebanyakan orangtua hanya menginginkan buah hatinya tumbuh sehat, cerdas, dan pintar, tapi tidak menyebutkan kata kreatif. Padahal, kreativitas itu sangatlah penting untuk dimiliki setiap anak. Apa alasannya? Kreativitas merupakan salah satu sifat yang akan mendorong anak untuk mampu memecahkan masalah, mempelajari banyak hal baru, dan berpikir yang tidak biasa. Tentu saja hal tersebut dapat membantu anak untuk mencapai kesuksesan di masa depannya. Oleh sebab itu diperlukan dorongan dari orangtua untuk mengembangkan kreativitas anak sejak dini.

Berikut cara-caranya:

  1. Melihat minat dan bakat anak
    Setiap anak sudah memiliki minat dan bakatnya masing-masing. Orangtua perlu memperhatikan ketertarikan pada buah hatinya, apakah ia suka menyanyi, menggambar, olahraga, atau lainnya. Jika dipupuk sejak dini, maka minat dan bakat anak ini dapat terasah dengan baik dan akan berkembang membawanya menuju kesuksesan. Ingat, jangan memaksa anak untuk melakukan kegiatan yang tidak ia sukai. Berilah ia kebebasan agar ia dapat menyelami minat dan bakatnya sendiri. Orangtua hanya perlu membimbing dan mendukung anak. Bisa dengan memasukkannya ke tempat kursus atau memberikan fasilitas di rumah.
  2. Bermain
    Setiap anak pasti senang bermain. Selain memang masanya bagi anak-anak, bermain juga dapat mengembangan kreativitas anak. Bukan menggunakan mainan yang mahal, kreativitasnya justru dapat berkembang dengan media yang murah meriah. Contohnya,  membuat mainan sendiri menggunakan barang bekas. Kegiatan ini dapat membuat ia berpikir untuk menciptakan sesuatu berdasarkan imajinasinya. Ajak juga anak untuk bermain di luar rumah bersama teman-temannya untuk mengenal lingkungan dan alam. Dengan begitu, anak akan memiliki banyak pengalaman serta terbiasa untuk berinteraksi dengan orang lain dan lingkungan. Dari situ, ia akan mempelajari banyak hal yang sangat bermanfaat bagi hidupnya.
  3. Ajukan pertanyaan
    Biasakan anak untuk berpikir. Caranya bisa dengan sering memberikan pertanyaan ringan, seperti “Kalau saklarnya dimatikan, apa yang akan terjadi?” atau “Kenapa burung bisa terbang?”. Anak pun akan berpikir untuk berusaha menjawab pertanyaan. Meski tidak benar secara keseluruhan, tapi cara ini dapat melatih otaknya untuk berpikir secara logika.
  4. Melatih imajinasinya
    Anak-anak mempunyai tingkat imajinasi yang sangat tinggi. Itulah mengapa terkadang anak akan mengatakan hal-hal yang bagi orang dewasa terdengar mustahil. Namun imajinasi yang terus dilatih dan dikembangkan dapat membuat kreativitas anak meningkat. Cara untuk melatih imajinasi anak bisa dengan membacakan buku. Biarkan ia memilih sendiri buku yang ia suka, lalu ajak anak berinteraksi saat membaca. Misalnya dengan menanyakan suara karakter yang ada di dalam buku. Tak hanya mengasah imajinasi, membacakan buku juga dapat menambah kosakata anak. Cara lainnya adalah dengan bermain role play. Contohnya berpura-pura menjadi dokter atau guru menggunakan perlengkapan mainannya. Melalui kegiatan ini, anak akan berusaha untuk memainkan peran tersebut.
  5. Hindari menggunakan kata salah
    Terkadang anak bisa memiliki imajinasi yang berbeda dari logika orang dewasa. Orangtua mungkin akan bereaksi dengan menggunakan kalimat “Salah, bukan seperti itu”. Namun sebaiknya hindarilah penggunaan kata “salah” tersebut. Lebih baik ganti kalimatnya menjadi “Wah bagus, kok bisa ya seperti itu?”. Coba dengarkan penjelasan dari anak dan pahami tentang imajinasinya.
  6. Beri kebebasan bereksplorasi
    Di usia emasnya, anak akan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap segala macam hal. Berilah ia kebebasan untuk bereksplorasi dan mempelajari hal-hal baru di sekelilingnya. Jangan terlalu banyak melarang, tapi berilah pengertian tentang mana yang berbahaya dan aman. Misalnya seperti jalanan itu tempat banyak kendaraan lewat, jadi harus berhati-hati saat berjalan dan menyebrang. Orangtua juga harus membekali diri dengan banyak pengetahuan supaya dapat menjawab berbagai pertanyaan yang akan diajukan anak.
  7. Kurangi larangan
    Orangtua mungkin khawatir terhadap keamanan dan keselamatan anak, sehingga sering melarangnya. Padahal, larangan tersebut justru dapat meredupkan kreativitas anak. Contohnya, orangtua tidak mengizinkan anak untuk bermain tanah karena tidak mau tangannya kotor. Lebih baik buatlah perjanjian dengan mengatakan boleh bermain tanah asalkan setelah itu langsung mencuci tangan. Orangtua baru boleh melarang jika anak meminta hal-hal yang berbahaya. Seperti memanjat genteng rumah yang jelas berbahaya. Berikan penjelasan bahwa bermain di ketinggian bisa membuatnya terjatuh dan terluka. Sebagai solusinya, ajak anak untuk bermain di taman bermain.
  8. Jangan memaksa anak
    Mungkin saat ini anak belum menunjukkan adanya bakat atau minat. Tak perlu memaksanya. Orangtua bisa fokus untuk mengembangkannya terlebih dulu dan perlahan anak akan menunjukkannya sendiri melalui proses dan waktu. Cara untuk memancing agar kreativitas anak keluar adalah dengan memberikan rangsangan berupa kegiatan bermain. Satu hal yang pasti, anak harus melakukan hal yang ia sukai sehingga akan menikmatinya.
  9. Berikan pengalaman baru
    Anak perlu untuk mendapatkan banyak pengalaman baru. Orangtua bisa mengajak anak ke berbagai tempat yang belum pernah ia kunjungi, seperti taman bermain, pasar tradisional, sawah, peternakan, kebun, bukit, pantai, kebun binatang, atau museum. Dengan mengunjungi banyak tempat, anak bisa melihat, mendengar, merasakan, mencium, hingga menyentuh hal baru sebagai bekal pengalamannya untuk melakukan kreativitas.
  10. Mengisi waktu libur dengan hal kreatif
    Saat anak libur sekolah, tak melulu harus mengajaknya jalan-jalan. Waktu liburnya bisa diisi dengan melakukan hal-hal kreatif yang murah meriah dan dilakukan di rumah. Contohnya adalah dengan memasak kue atau camilan favorit bersama, membuat mainan sendiri, atau menghias rumah. Bisa juga dengan playdate mengundang saudara atau teman yang memiliki anak sebaya sehingga anak dapat bersosialisasi, belajar toleransi, dan bermain bersama.
  11. Berikan pujian
    Terakhir, selalu berikan pujian saat anak menunjukkan kreativitasnya. Sekecil apapun itu, tapi hargailah usaha anak untuk membuat sesuatu yang kreatif. Saat anak mendapatkan pujian, maka ia akan terdorong untuk terus berimajinasi dan mempelajari banyak hal baru. Meski begitu, orangtua juga perlu menyemangati anak saat ia melakukan kesalahan. Dari kesalahan tersebut anak akan mendapatkan pengalaman untuk tidak melakukannya lagi dan mencoba mencari solusinya. Dengan begitu, ia pun akan semakin bersemangat dan tidak takut gagal. (RN)