Agar Cerdas, Anak Butuh Sedikit Duduk dan Banyak Bermain

Agar Cerdas, Anak Butuh Sedikit Duduk dan Banyak Bermain
Foto: parentingclub.id

Ada banyak cara membuat anak bisa tumbuh dengan sehat dan cerdas. Salah satunya, tentu dengan memberi mereka asupan nutrisi yang cukup sehingga membantu perkembangan tubuh dan otaknya.

Kendati demikian, ada cara lain yang tak kalah penting untuk dilakukan para orangtua. Kita perlu lebih sering mengajak anak bergerak, alih-alih membiarkannya duduk atau sekadar beristirahat melulu.

Anjuran ini sendiri belum lama dirilis oleh World Health Organization (WHO). Bahwa pada dasarnya, anak kecil berusia di bawah lima tahun sebaiknya tidak berlama-lama menyaksikan layar—HP, televisi, dan lainnya, serta mesti lebih sering bergerak.

Anak-anak ini juga dianjurkan memiliki kualitas tidur yang baik dan memiliki waktu lebih banyak untuk bermain dan berkegiatan secara aktif. Dengan cara ini, anak-anak kita pun diharapkan dapat tumbuh menjadi anak yang sehat dan juga cerdas.

“Memiliki tubuh yang sehat berarti kita harus melakukan apa yang terbaik untuk kesehatan itu persis sejak awal kehidupan seseorang,” ujar Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Umum WHO.

“Masa kecil seseorang adalah masa-masa di mana pertumbuhan berlangsung sangat cepat dan masa di mana gaya hidup sebuah keluarga bisa diadaptasi oleh si anak untuk mempercepat pertumbuhan yang sehat,” lanjutnya.

Anjuran atau panduan aktivitas fisik bagi anak-anak ini dikembangkan oleh sederet ahli dari WHO. Mereka meneliti efek samping pada anak-anak yang memiliki kualitas tidur buruk, dan anak-anak yang hanya duduk berjam-jam untuk menonton.

“Melakukan aktifitas fisik lebih sering, mengurangi waktu kosong untuk berdiam, dan menjamin kualitas tidur anak kita akan berpengaruh pada kesehatan mental dan fisiknya, serta mencegah obesitas pada anak yang berujung penyakit di kehidupan mereka kelak,” tegas Dr Fiona Bull dari WHO.

Nah, berangkat dari penjelasan tersebut, tentunya kita sebagai orangtua perlu untuk mengajak anak-anak kita bermain lebih banyak, agar kehidupan masa kecilnya lebih berwarna dan sehat.

Untuk membuat ini berhasil, WHO pun memberi beberapa saran aktivitas yang bisa kita lakukan bersama si kecil, melalui situs resminya.

Bayi kurang dari usia satu tahun bisa diajak untuk berinteraksi di lantai (yang dialas) sesering mungkin, atau diajak berinteraksi dengan gaya tengkurap (tummy time) setidaknya selama 30 menit.

Di usia ini, anak sebaiknya tidak duduk diam di stroller, kursi anak, selama lebih dari satu jam. Mereka juga mesti memiliki kualitas tidur yang cukup, yakni 14 sampai 17 jam untuk usia 0-3 bulan, 12 sampai 16 jam sehari untuk bayi berusia 4 sampai 11 bulan.

Sementara itu, anak-anak berusia 1 sampai 2 tahun harus menghabiskan setidaknya tiga jam untuk beraktivitas fisik dengan intensitas yang berbeda-beda. (RN)