Pilih Dongeng Sesuai Usia Anak

Pilih Dongeng Sesuai Usia Anak

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_4053" align="alignleft" width="300"] Pilih Dongeng Sesuai Usia Anak (Foto: dok. famili.fimela.com)[/caption] Pilih Dongeng Sesuai Usia Anak - Ternyata mendongeng pada anak yang biasanya dilakukan para orangtua tidak juga bisa sembarangan dilakukan. Perlu disesuaikan dengan usia anak. Hal ini dikatakan Pendongeng dari Komunitas Ayo Dongeng Indonesia (Ayodi) Cahyono Budi Dharmawan. Menurut dia, cerita dongeng dibagi tiga rentang usia. Hal ini dimaksudkan bisa lebih mudah ditangkap oleh anak. Untuk anak berusia di bawah tujuh tahun, cerita yang disampaikan bisa berupa fabel. “Fabel kan personifikasi, di mana membuat karakter manusia ke hewan. Selain itu, karakternya juga lucu,” kata Budi. Pada fase usia tersebut, kata Budi, karakter dasar anak-anak diharapkan terbentuk lewat cerita dongeng. Misalnya alasan anak tak boleh berbohong atau mencuri—yang digambarkan saat hewan melakukan itu maka akan berdampak buruk seperti musibah…
Read More
Ortu Jangan Letih Ajak Anak Mencuci Tangan

Ortu Jangan Letih Ajak Anak Mencuci Tangan

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_4034" align="aligncenter" width="300"] Ortu Jangan Letih Ajak Anak Mencuci Tangan (Foto: dok. iradiofm.com)[/caption] Ortu Jangan Letih Ajak Anak Mencuci Tangan - Orangtua diingatkan agar sering mengajak anaknya mencuci tangan. Langkah itu penting guna mencegah berbagai penyakit yang disebabkan oleh kuman. “Anak usia setahun, dua tahun, tangannya harus sering-sering dicuci. Karena mereka banyak pegang-pegang sesuatu, dan tangannya masuk-masuk ke mulut,” kata Direktur Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan Eni Gustina di kantor Kementerian Kesehatan Jakarta, Jumat lalu. Tahun 2015, papar Eni, sekitar 520 ribu balita meninggal dalam setahun. Penyebab paling banyak ialah diare dengan 25 persen atau sekitar 130 ribu balita yang meninggal.  Secara global, sebanyak 1,7 juta anak meninggal per tahunnya disebabkan oleh diare dan infeksi paru-paru. Sedangkan jumlah kasus diarenya sebanyak 1,7 miliar dalam setahun. Eni mengatakan, balita yang tidak…
Read More
Kurangi Konsumsi Karbohidrat Sekarang!

Kurangi Konsumsi Karbohidrat Sekarang!

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_4039" align="aligncenter" width="300"] Kurangi Konsumsi Karbohidrat Sekarang! (Foto: dok. sehatfresh.com)[/caption] Ada banyak cara dilakukan orang dalam rangka memulai gaya hidup sehat. Salah satunya adalah dengan diet karbohidrat. Selain memang bikin gemuk, kebanyakan makan makanan bertepung dan bergula tinggi lama-lama dapat menyebabkan diabetes hingga penyakit jantung. Berikut beberapa cara yang bisa kamu contek mulai detik ini untuk mengurangi asupan makanan karbohidrat tinggi. Stop minum minuman manis Jika kamu sedang berusaha mengurangi makanan karbohidrat, sebisa mungkin jauhilah minuman manis, seperti teh manis, sirup, minuman bersoda, jus buah kemasan, kopi kalengan atau sachetan, dan lainnya. Jika ingin minum teh, kopi, atau susu, kurangi jumlah gulanya.Gula dalam minuman manis cepat menaikan kadar gula darah dan tidak membuat perut merasa kenyang. Itu sebabnya orang cenderung makan banyak setelah minum minuman manis. Akibatnya, kandungan gula tinggi ini…
Read More
Hindari Gangguan Jiwa, Ajari Anak Hal Ini

Hindari Gangguan Jiwa, Ajari Anak Hal Ini

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_4030" align="aligncenter" width="297"] Hindari Gangguan Jiwa, Ajari Anak Hal Ini (Foto: dok. psikologid.com)[/caption] Hindari Gangguan Jiwa, Ajari Anak Hal Ini - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Barat, Merry Yuliesday, mengatakan pentingnya memberikan pembelajaran sejak dini terhadap anak dalam mengelola emosi dapat menghindari penyakit gangguan jiwa. Ia mengatakan penyakit gangguan jiwa ini bisa dihindari dengan cara manajemen emosi sejak kecil, sedangkan penanggulangan untuk usia produktif yakni dengan cara mempersiapkan mental untuk mempelajari kemungkinan yang terjadi di lingkungan baru. “Karena berbagai penyebab dari penyakit gangguan jiwa ini muncul dari masa anak-anak, sedangkan faktor lainnya bisa terjadi dari pengaruh lingkungan baru,” katanya, beberapa hari lalu. Untuk mengelola emosi anak diperlukan orang tua yang bisa membimbing anaknya dengan perlakuan baik, dan tidak melibatkan amarah dalam memberi pengertian kepada anak. “Para orangtua seharusnya menjadi…
Read More
4 Kiat Sederhana Ajari Anak Tentang Keuangan

4 Kiat Sederhana Ajari Anak Tentang Keuangan

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_4018" align="aligncenter" width="295"] 4 Kiat Sederhana Ajari Anak Tentang Keuangan (Foto: dok. id.asiaparent.com)[/caption] 4 Kiat Sederhana Ajari Anak Tentang Keuangan - Sejak kecil, anak-anak dapat diberikan pengetahun mengenai bagaimana cara agar mereka dapat meningkatkan pemahaman tentang finansial. Anda dapat mencoba untuk menanamkan pelajaran yang tepat tentang pengeluaran, penghematan dan investasi, agar masa depan keuangan anak anda aman. Dilansir dari Reuters, penulis buku “Make Your Kid a Money Genius”, Beth Kobliner memberikan beberapa tips tentang bagaimana cara membekali anak-anak pengetahuan tentang finansial. Mulailah sejak dini Sejak berusia 3 tahun, anak sudah mulai mengerti mengenai uang. Berikan pelajaran yang sesuai dengan usia mereka. Menggunakan anekdot kepada anak sangat membantu. Selain itu tunjukkan nomor kepada mereka dengan menggunakan kalkulator online. Selain itu jelaskan ke mereka bahwa dengan menabung sejak dini, ketika dewasa…
Read More
Ortu Cerai, Ini Dampaknya pada Anak

Ortu Cerai, Ini Dampaknya pada Anak

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_4013" align="aligncenter" width="300"] Ortu Cerai, Ini Dampaknya pada Anak (Foto: dok. macampenyakit.com)[/caption] Ortu Cerai, Ini Dampaknya pada Anak - Perceraian ternyata berbanding lurus dengan tingkat kenakalan anak. Ini sangat berbahaya bagi anak. Anak-anak menjadi tidak betah berada dalam lingkungan keluarga sehingga mencari dunia di luar rumah. Hal tersebut tentunya sangatlah berbahaya mengingat mereka merupakan generasi penerus bangsa. “Pelariannya pergaulan bebas, seks bebas, narkoba, ugal-ugalan, kriminal bahkan anak melawan orang tua, bisa menjadi dampak akibat perceraian,” kata Yanri. Ia mengajak orangtua untuk berperan menjaga keharmonisan serta menciptakan iklim yang kondusif untuk perkembangan psikologi anak. Caranya dengan melakukan pengawasan terhadap keseharian anak serta menjadikan anak layaknya teman sharing. “Jadilah teladan buat anak, terbuka kepada anak, posisikan sebagai teman, ajak sharing, jangan dipuaskan dengan harta. Ajari anak untuk takut Tuhan, beri kesibukan…
Read More
Ayo Kenali Tanda-tanda Stres Pada Anak!

Ayo Kenali Tanda-tanda Stres Pada Anak!

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_3989" align="aligncenter" width="300"] Ayo Kenali Tanda-tanda Stres Pada Anak! (Foto: dok. ummionline.com)[/caption] Ayo Kenali Tanda-tanda Stres Pada Anak! - Banyak yang mengira anak tidak akan mengalami stres, karena tanggung jawabnya masih sedikit. Terlebih, anak tak perlu memikirkan pekerjaan yang menumpuk, masalah keluarga atau konflik dengan rekan kerja, layaknya orang dewasa. Kenyataannya, stres pada anak bisa terjadi. Stres merupakan respon terhadap perubahan pada diri anak. Penyebab stres (stresor) bisa berasal dari luar maupun dalam diri sang anak itu sendiri. Stresor pada anak bervariasi dan terus berkembang seiring usianya. Sebagai contoh, stresor pada balita adalah cemas berpisah (separation anxiety) dengan orang tua atau pengasuhnya. Sementara itu, stresor pada anak usia sekolah bisa berupa lingkungan sekolah atau tekanan teman kelompoknya. Hal lain yang dapat menjadi stresor pada anak adalah lingkungan baru saat…
Read More
Makanan Berikut Tingkatkan Kemampuan Anak di Sekolah

Makanan Berikut Tingkatkan Kemampuan Anak di Sekolah

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_3984" align="aligncenter" width="300"] Makanan Berikut Tingkatkan Kemampuan Anak di Sekolah (Foto: dok. solusisehatku.com)[/caption] Makanan Berikut Tingkatkan Kemampuan Anak di Sekolah - Manfaat makan sayuran tampaknya tak perlu diragukan lagi. Sayuran juga bisa membantu meningkatkan kemampuan belajar anak di sekolah. Menurut dua studi baru dari Pusat Nutrisi, Pembelajaran dan Memori di University of Illinois, nutrisi lutein, yang ditemukan di banyak buah dan sayuran secara positif bisa memengaruhi nilai tes anak Anda. “Anak-anak bisa meningkatkan lutein mereka dengan mengonsumsi makanan tertentu,” kata peneliti Matthew Kuchan, seperti dilansir laman MSN, beberapa waktu lalu. Sementara pigmen tanaman kebanyakan dikenal untuk melindungi mata dari kehilangan penglihatan, nutrisi dari sayuran telah ditemukan bermanfaat bagi kesehatan otak. Studi pertama yang dipublikasikan di jurnal Nutritional Neuroscience menemukan bahwa anak-anak 8 dan 9 tahun dengan tingkat lutein yang…
Read More
Ini Waktu yang Pas Anak Main Gadget

Ini Waktu yang Pas Anak Main Gadget

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_3969" align="aligncenter" width="300"] Ini Waktu yang Pas Anak Main Gadget (Foto: dok. solusisehat.com)[/caption] Ini Waktu yang Pas Anak Main Gadget - Tak hanya untuk bermain games dan berkomunikasi, kini gawai sudah menjadi "teman" anak-anak untuk menonton video favorit di YouTube atau mencari bahan untuk tugas sekolahnya. Tak heran jika gawai sulit dilepaskan dari pandangan mata anak. Meski banyak sisi positif dari gawai, tetapi sebagai orangtua kita juga tak bisa menutup mata akan bahaya yang mengintai dari perangkat teknologi ini. Itu sebabnya orangtua harus membatasi waktu anak menggunakan gawai. “Misal dalam satu hari anak hanya diberikan bermain gadget selama 1 jam, tetapi waktu yang diberikan itu jangan semua dihabiskan, berikan pola 15 menit pagi, 15 menit siang dan seterusnya, agar anak tidak terlalu larut dengan gadget dan tontonannya,” kata psikolog anak…
Read More
Mau Anak Berprestasi, Hindari TV!

Mau Anak Berprestasi, Hindari TV!

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_3965" align="aligncenter" width="300"] Mau Anak Berprestasi, Hindari TV! (Foto: dok. satuharapan.com)[/caption] Mau Anak Berprestasi, Hindari TV! - Orangtua harus lebih berhati-hati terhadap televisi. Menempatkan televisi di kamar anak akan memberikan akses 24 jam bagi mereka menyalakan televisi, sementara orangtua akan kesulitan mengontrol. Terlalu sering mengakses televisi ternyata bisa berdampak negatif bagi fisik, psikologis, dan sosialisasi anak. Ada sebuah penelitian baru yang dimuat di Laman Indian Express mengenai meletakkan televisi di kamar anak. Beberapa kegiatan di monitor televisi bisa diakses dengan mudah, salah satunya bermain gim video. Berdasarkan penelitian yang ditulis dalam The Journal Developmental Psychology yang ditulis Profesor Psikologi dari Iowa State University, Amerika Serikat (AS) Douglas Gentile, televisi di dalam kamar anak akan mengurangi waktu mereka tidur, membaca, hingga berpartisipasi dalam kegiatan sosial. Hal tersebut akan berpengaruh terhadap kenaikan…
Read More