Tips Mengajar Anak Bersikap Waspada pada Orang Asing

Tips Mengajar Anak Bersikap Waspada pada Orang Asing

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_3489" align="aligncenter" width="288"] Tips Mengajar Anak Bersikap Waspada pada Orang Asing (Foto: dok. vemale.com)[/caption] Tips Mengajar Anak Bersikap Waspada pada Orang Asing - Berita mengenai penculikan anak tak pernah sepi beredar di media sosial. Meski belum tentu benar, namun hal itu membuat banyak orangtua khawatir dengan keamanan buah hatinya. Untuk memastikan keselamatan anak-anaknya, sebagai orangtua umumnya kita mengajarkan mereka agar tidak sembarangan berbicara dengan orang asing. Di lain pihak, anak-anak sekarang ini lebih berani untuk mengobrol dengan orang yang baru dikenalnya. Sebagai orangtua, tentu kita senang jika anak-anak mampu bersikap ramah dan sopan pada orang lain, tetapi sikap terbuka mereka juga bisa mengkhawatirkan. Ketahui kita mengajarkan pada anak cara berhati-hati kepada orang asing. Pilih kata-kata Menurut Pattie Fitzgerald, pendiri organisasi keselamatan anak Safely Ever After, Inc, sebaiknya jangan gunakan kata…
Read More
Indonesia Urutan 101 Negara Terbaik untuk Tumbuh Kembang Anak

Indonesia Urutan 101 Negara Terbaik untuk Tumbuh Kembang Anak

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_3473" align="aligncenter" width="300"] Indonesia Urutan 101 Negara Terbaik untuk Tumbuh Kembang Anak (Foto: dok. family.fimela.com)[/caption] Indonesia Urutan 101 Negara Terbaik untuk Tumbuh Kembang Anak - Indonesia berada di ranking 101 sebagai negara terbaik tempat tumbuh kembang anak. Peringkat tersebut berdasarkan laporan global “Stolen Childhoods” yang diluncurkan oleh Save the Children bersama Yayasan Sayangi Tunas Cilik sebagai mitranya di Indonesia. “Stolen Childhoods” merupakan laporan utama tahunan Save the Children yang memperkuat tujuan kampanye untuk menjangkau anak-anak yang tereksklusi. Menurut laporan yang memuat daftar 172 negara tersebut, peringkat Indonesia ada di bawah Singapura (33), Malaysia (65), dan Thailand (84), namun di atas Myanmar (112), Kamboja (117), dan Laos (130). Peringkat pertama diduduki oleh Norwegia, sementara Nigeria berada di peringkat terakhir. Pemeringkatan negara-negara tersebut dilakukan berdasarkan serangkaian indikator terkait masa kanak-kanak. Indonesia…
Read More
Beri Ruang Dengarkan Anak Bercerita

Beri Ruang Dengarkan Anak Bercerita

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_3469" align="aligncenter" width="300"] Beri Ruang Dengarkan Anak Bercerita (Foto: dok. vemale.com)[/caption] Beri Ruang Dengarkan Anak Bercerita - Orangtua memiliki peran penting dalam pertumbuhan anak-anak. Salah satunya adalah dengan menyediakan waktu cukup untuk mendengarkan anak bercerita. Menurut psikolog Ratih Ibrahim, orangtua kalau pulang kerja baiknya menyediakan waktu untuk mendengarkan anak bercerita. “Tanyakan hal-hal yang berkaitan dengan aktifitas anak di keseharian. Siapa tahu di sekolah anak mengalami kejadian yang tidak menyenangkan, sebagai orangtua langsung bisa mengantisipasi,” kata Ratih. Ditambahkannya, ada hal-hal aneh, saat guru menerangkan pelajaran. Anak terbiasa memberi tahu dan bertanya kepada orangtua. Komunikasi terbuka menjadi terbangun. Ratih menceritakan dirinya bahwa sebagai orangtua, ia juga suka nongkrong bersama anaknya. “Ajak anak ke tempat ngopi, diskusi banyak hal, biarkan anak bercerita,” kata Ratih. Kebiasaan membuka komunikasi terhadap anak, nantinya menjadikan anak…
Read More
Ternyata Demam Ada Manfaatnya Bagi si Kecil

Ternyata Demam Ada Manfaatnya Bagi si Kecil

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_3442" align="aligncenter" width="300"] Foto: dok. magwuzz.com[/caption] Ternyata Demam Ada Manfaatnya Bagi si Kecil - Demam tidak hanya bicara tentang sebuah keadaan di mana suhu badan melebihi 37 derajat selsius  yang disebabkan oleh penyakit atau peradangan. Namun, harus diketahui juga bahwa demam juga menjadi pertanda sel antibodi manusia (sel darah putih) sedang melawan suatu virus atau bakteri. Bagi orangtua, demam jangan selalu diartikan buruk untuk kesehatan. Pasalnya, demam memiliki manfaat kesehatan, utamanya saat terjadi pada anak. Hal ini ditemukan dalam studi yang diterbitkan di Journal of Allergy and Clinical Immunology. Studi ini menemukan anak-anak yang demam di tahun pertama cenderung tidak akan menyebabkan alergi. Bahkan alergi yang sering terjadi pada anak ini bisa dicegah. Sebab, demam yang diderita pada anak bisa meningkatkan kekebalan tubuh sehingga anak akan lebih kuat dari…
Read More
Balita Bisa Trauma? Simak Penjelasan Ini

Balita Bisa Trauma? Simak Penjelasan Ini

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_3438" align="aligncenter" width="300"] Balita Bisa Trauma? Simak Penjelasan Ini[/caption] Balita Bisa Trauma? Simak Penjelasan Ini - Siapa bilang trauma hanya milik orang dewasa. Bayi pun ternyata bisa mengalami trauma. Perlakuan baik mutlak diberlakukan kepada anak-anak sejak usia dini. Sebab, jika anak-anak mendapat perlakuan tidak sebagai mana mestinya, hal itu bisa berdampak negatif bagi anak. Celakanya, memberi luka dalam waktu lama. Dalam sebuah laporan seperti dilansir The Sun, terlihat jelas perbedaan anak-anak yang mendapat perlakuan baik dengan yang kurang baik. Perbedaan itu terlihat lewat hasil scan otak dari anak balita. Pemindaian di sebelah kiri adalah citra sehat anak usia tiga tahun dengan ukuran kepala rata-rata. Adapun pemindaian di sebelah kanan, yang jauh lebih kecil dan memiliki struktur yang jauh lebih kabur adalah otak seorang anak berusia tiga tahun yang telah…
Read More
Anak Psikopat Lahir Dari Pola Asuh yang Salah

Anak Psikopat Lahir Dari Pola Asuh yang Salah

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_3421" align="aligncenter" width="259"] Anak Psikopat Lahir Dari Pola Asuh yang Salah (Foto: dok. beritakupagi.blogspot.com)[/caption] Anak Psikopat Lahir Dari Pola Asuh yang Salah - Penelitian terbaru mengungkapkan seorang anak bisa menjadi psikopat lantaran perantara pola asuh orangtua yang salah. Seorang peneliti di Norwegian University of Science and TechnologyAina Gullhaugen, melakukan meta-analisis terhadap semua penelitian internasional yang diterbitkan selama 30 tahun terakhir yang melihat pelaku psikopat. Dia pun melakukan penelitiannya sendiri mengenai kebutuhan psikologis akan keamanan tinggi pada tahanan di Norwegia. Melalui penelitian tersebut, Gullhaugen menemukan jika psikopat dan pelaku pelanggaran memiliki latar belakang pelecehan fisik atau psikologis. Mereka biasanya ingin menyelesaikan trauma yang terjadi, namun malah melakukan tindakan tidak menyenangkan untuk mengatasi masalah yang ada. “Dalam deskripsi kasus dan studi saya di atas, menjadi jelas mereka memiliki keinginan dan kebutuhan…
Read More
Anak Obesitas Berisiko Tinggi Komplikasi Penyakit

Anak Obesitas Berisiko Tinggi Komplikasi Penyakit

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_3417" align="aligncenter" width="300"] Anak Obesitas Berisiko Tinggi Komplikasi Penyakit (Foto: dok. jambi.tribunnews.com)[/caption] Anak Obesitas Berisiko Tinggi Komplikasi Penyakit - Menjaga asupan makanan di usia remaja sangat perlu dilakukan. Asupan yang masuk ke dalam tubuh diperlukan untuk proses pertumbuhan. Namun, jika asupan berlebihan dan tidak terkontrol bisa jadi memicu terjadinya obesitas. Meski salah satu penyebab obesitas adalah karena faktor genetik, menurut dr. Reisa Broto Asmoro, obesitas juga dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor perilaku seperti pola makan yang tidak teratur, hingga depresi. “Orang yang stres akan membutuhkan hormon endorfin untuk meningkatkan rasa senang. Untuk meningkatkan hormon ini biasanya orang stres akan cari makanan kesukaan seperti cokelat dan makan secara sembarangan,” kata Reisa Broto beberapa waktu lalu. Risiko obesitas semakin tinggi jika ditambah dengan kurangnya aktivitas olahraga. Obesitas di usia remaja dapat…
Read More
Punya Televisi di Kamar Sendiri Bikin Anak Berisiko Obesitas

Punya Televisi di Kamar Sendiri Bikin Anak Berisiko Obesitas

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_3404" align="aligncenter" width="300"] Punya Televisi di Kamar Sendiri Bikin Anak Berisiko Obesitas (Foto: dok. brilio.net)[/caption] Punya Televisi di Kamar Sendiri Bikin Anak Berisiko Obesitas - Dewasa ini, televisi menjadi salah satu media hiburan bagi anak-anak. Tak heran jika banyak orangtua melengkapi kamar sang buah hati dengan televisi. Sayangnya hal ini justru tidak dianjurkan oleh pakar kesehatan lantaran bisa menyebabkan masalah kesehatan. Penelitian yang dilakukan University College London, Inggris menunjukkan bahwa anak-anak yang memiliki televisi di kamar tidur cenderung mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Umumnya hal ini terjadi pada anak perempuan. Penelitian yang diterbitkan di International Journal of Obesity ini menilai, tingkat penggunaan layar televisi yang rutin terhadap anak-anak menjadi salah satu penyebabnya. Peneliti menganalisis data dari lebih dari 12 ribu anak-anak di Inggris. Di mana lebih dari separuhnya…
Read More
Awas, Asap Rokok Bisa Bikin Balita Tuli

Awas, Asap Rokok Bisa Bikin Balita Tuli

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_3400" align="aligncenter" width="300"] Awas, Asap Rokok Bisa Bikin Balita Tuli (Foto: dok. okezone.com)[/caption] Awas, Asap Rokok Bisa Bikin Balita Tuli - Paparan asap rokok dapat menyebabkan gangguan pendengaran pada balita dan berujung pada tuli. Ini merupakan hasil penelitian yang dipublikasikan The Journal of Fisiologi. Disebutkan bahwa paparan nikotin yang dihisap sang ibu dapat merusak genetik si janin, penurunan aktivitas otak, serta paru-paru yang lemah pada janin tersebut. Bahkan diungkapkan bahwa asap rokok yang mengenai ibu hamil, bisa membuat kesehatannya memburuk sehingga mengalami komplikasi saat persalinan. Menurut penelitian ini, asap rokok yang konsisten mengenai  anak berusia antara 3 bulan hingga 3 tahun,  juga bisa menyebabkan gangguan pendengaran. Asap rokok yang mengenai anak balita juga dapat menyebabkan perkembangan abnormal pada batang otak pendengaran mereka. Sehingga menyebabkan kemampuan mendengar menjadi lebih lemah. Penelitian itu menyimpulkan bahwa paparan asap rokok yang…
Read More
Anak Bermasalah Bukan “Sampah”

Anak Bermasalah Bukan “Sampah”

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_3384" align="aligncenter" width="300"] Anak Bermasalah Bukan “Sampah” (Foto: dok. carahidupbebasdaridepresi.blogspot.com)[/caption] Anak Bermasalah Bukan “Sampah” - Dewasa ini ada begitu banyak masalah yang dialami anak-anak, baik dalam kehidupan maupun pergaulannya. Seringkali orang menilai anak yang bermasalah sebagai “sampah” yang harus dibuang. Padahal, tidaklah demikian harusnya. “Jangan perlakukan anak sebagai sampah hanya karena telah melakukan kesalahan. Orang tua harus menganggap anak sebagai anugerah, bukan beban apalagi sumber masalah, termasuk ketika anak melakukan kesalahan, seperti terlibat narkoba atau pergaulan bebas,” kata Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jawa Barat Netty Heryawan di Bandung, beberapa waktu lalu. Orangtua, kata Netty, justru harus memberi dukungan positif kepada anak–anak bermasalah. “Kita harus menunjukkan kita selalu ada untuk mereka sehingga mereka bisa memperbaiki diri. Kita tunjukkan bahwa kesalahan bukan sesuatu yang tidak bisa…
Read More