Anak Terlambat Bicara Tidak Boleh Diremehkan

Anak Terlambat Bicara Tidak Boleh Diremehkan

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_3379" align="aligncenter" width="300"] Anak Terlambat Bicara Tidak Boleh Diremehkan (Foto: dok. obatanakterlambatbicara.blogspot.com)[/caption] Anak Terlambat Bicara Tidak Boleh Diremehkan - Orangtua kerapkali menganggap sepele keterlambatan bicara anak. Padahal kondisi ini bisa menjadi indikasi adanya suatu gangguan yang perlu diwaspadai. Umumnya, orangtua akan menggapnya hal biasa anak mengalami keterlambat bicara (delayed speech). “Nanti juga ngomong” atau justru percaya pada mitos bahwa anak lelaki normal terlambat bicara karena perempuan lebih cerewet. Padahal terlambat bicara merupakan salah satu dari sekumpulan gejala lain yang menjadi satu gangguan. Jadi, terlambat bicara adalah bagian dari suatu gangguan yang perlu orangtua waspadai. Apa saja gangguannya? Beragam. Bisa karena gangguan berbahasa ekspresif dan reseptif, disabilitas intelektual, gangguan perkembangan koordinasi, ADHD, dan autisme. “Untuk tahu apakah anak terlambat bicara patokannya usia satu tahun sudah bisa satu kata dan bukan kata…
Read More
Ayo, Ajarkan Anak Peduli Pada Bumi!

Ayo, Ajarkan Anak Peduli Pada Bumi!

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_3356" align="aligncenter" width="267"] Ayo, Ajarkan Anak Peduli Pada Bumi! (Foto: dok. hadrianusnoi.wordpress.com)[/caption] Ayo, Ajarkan Anak Peduli Pada Bumi! - Sebagai orang dewasa dan orangtua, kita punya tanggung jawab menanamkan pemahaman kepada anak-anak soal pentingnya menjaga lingkungan dan bumi agar selalu menjadi tempat yang menyenangkan. Namun, membuat anak tertarik soal lingkungan bukanlah hal yang mudah. Berikut tipsnya: Sediakan waktu di alam bebas Cara terbaik agar anak-anak menghargai planet ini adalah dengan mengajak mereka berkegiatan di luar ruang. Penting untuk mengajak anak ke alam bebas sesering mungkin. Bagi orangtua bekerja, waktu tentu menjadi hambatan. Namun cobalah merencanakan jalan-jalan melihat alam seminggu sekali. Pikirkan aktivitas belajar sekaligus bersenang-senang yang bisa dilakukan bersama anak-anak di luar ruangan. Atau bisa juga ajak anak ke toko membeli panggung tempat menaruh makanan burung dan memasangnya di…
Read More
Solusi Entaskan Anak yang Suka Marah-marah

Solusi Entaskan Anak yang Suka Marah-marah

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_3351" align="aligncenter" width="300"] Solusi Entaskan Anak yang Suka Marah-marah (Foto: dok. suherli.com)[/caption] Solusi Entaskan Anak yang Suka Marah-marah - Tidak hanya orang dewasa, anak-anak pun memiliki kemampuan mengekspresikan emosinya. Umumnya, anak-anak meluapkan rasa kesal dengan cara mengamuk, galak, menjerit, atau menangis dramatis. Tak heran, banyak anak yang galak dan suka marah-marah. Jika buah hati Anda sering mengalami kondisi yang demikian, maka sebaiknya jangan langsung menghukum atau berbalik marah. Menurut para pakar dari Gottman’s Institute, orangtua bisa memanfaatkan emosi negatif pada anak-anak itu sebagai alat untuk berkomunikasi lebih mendalam. Pandanglah bahwa anak yang berulah kurang baik sebagai kesempatan untuk memahami perasaan anak, menyembuhkan, dan mengembangkan anak menjadi pribadi yang lebih baik. Anak-anak belum memiliki kemampuan untuk memahami bahwa tangisan dan dorongan amarah dari dalam diri adalah bentuk frustrasi. Jadi, orangtua…
Read More
Jangan Remehkan Ejekan Teman

Jangan Remehkan Ejekan Teman

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_3337" align="aligncenter" width="300"] Jangan Remehkan Ejekan Teman (Foto: dok. kesekolah.com)[/caption] Jangan Remehkan Ejekan Teman - Dalam pergaulan seringkali anak diejek oleh teman-temannya. Bahkan, ada yang menjuluki anak kita dengan sebutan bermacam-macam. Apa yang sebaiknya dilakukan orangtua ketika si buah hati mengadu karena ejekan teman-temannya? Sebelum ikut emosi mendengar keluh kesah anak, tunjukkan empati Anda kepada anak dengan mendengarkan keluhannya dan tanyakan apa alasan teman-temannya mengejek. Misalnya, ketika si kecil diejek gendut atau jelek, tanyakan apakah menurutnya ejekan itu benar atau salah. Agar kepercayaan diri anak tumbuh kembali, besarkan hati anak dengan menunjukkan kelebihan yang ia miliki, seperti sifatnya yang ramah, rajin belajar, atau pintar bernyanyi. Bila anak diejek karena bentuk fisiknya yang gemuk misalnya, ajak anak lebih aktif bergerak untuk membakar kelebihan lemak. Orangtua sebaiknya tidak meremehkan ejekan yang…
Read More
Ini Cara Menghadapi Anak yang Mulai Pacaran

Ini Cara Menghadapi Anak yang Mulai Pacaran

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_3333" align="aligncenter" width="300"] Ini Cara Menghadapi Anak yang Mulai Pacaran (Foto: dok. republika.co.id)[/caption] Ini Cara Menghadapi Anak yang Mulai Pacaran - Anak pasti mengalami banyak perubahan tatkala menginjak masa remaja. Salah satunya, anak mulai menunjukkan ketertarikan pada lawan jenisnya. Hampir semua orang pernah merasakan menyukai lawan jenis pada masa ini. Namun orangtua sering kali merasa khawatir dan bingung menghadapi situasi ini. Menurut Psikolog Tika Bisono, ketertarikan pada lawan jenis merupakan hal wajar yang mulai dirasakan oleh para remaja. Hal itu disebabkan kegiatan hipofisis atau kelenjar otak yang merangsang kerja hormon mulai naik. Dalam menghadapi anak-anak yang mulai berpacaran, Tika membagikan beberapa cara yang perlu diketahui orangtua: Pertama, jangan merasa sudah kenal anak. Sejatinya, anak-anak yang sudah mulai beranjak remaja mengalami banyak perubahan. Karena itu, diperlukan perlakuan yang berbeda pula…
Read More
Konsentrasi Belajar Anak Meningkat Karena Rajin Berolahraga

Konsentrasi Belajar Anak Meningkat Karena Rajin Berolahraga

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_3311" align="aligncenter" width="300"] Konsentrasi Belajar Anak Meningkat Karena Rajin Berolahraga (Foto: dok. bearhug.com)[/caption] Konsentrasi Belajar Anak Meningkat Karena Rajin Berolahraga - Kurang konsentrasi bisa menyebabkan prestasi belajar anak menurun. Saat itu terjadi, banyak orangtua meminta anaknya untuk lebih giat lagi belajar dan mendaftarkan anak mengikuti berbagai macam les. Menurut psikolog Verauli, menekan anak menghabiskan waktu dengan belajar justru tidak efektif untuk meningkatkan kembali prestasi belajarnya. Lalu apa yang sebaiknya dilakukan orangtua? Vera mengatakan, kuncinya adalah mengajak anak bergerak aktif dengan olahraga. Vera mengungkapkan, berdasarkan bukti sejumlah riset dan pengalamannya mengatasi klien, anak-anak yang rutin aktivitas fisik akan mengalami peningkatan performa akademik, konsentrasi lebih baik, dan matang secara psiko-sosial. “Kegiatan olahraga bisa jadi pintu untuk belajar. Makanya olahraga jadi guru terbaik,” kata Vera di Jakarta, beberapa waktu lalu. Selain itu,…
Read More
Kecukupan Tidur Anak Ditentukan Sikap Orangtua

Kecukupan Tidur Anak Ditentukan Sikap Orangtua

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_3306" align="aligncenter" width="300"] Kecukupan Tidur Anak Ditentukan Sikap Orangtua (Foto: dok. hellosehat.com)[/caption] Kecukupan Tidur Anak Ditentukan Sikap Orangtua - Seringkali terjadi, orangtua lupa mengingatkan jam tidur, sehingga anak-anak bermain sepuasnya. Atau orangtua dengan sengaja membiarkan mereka tidur di jam sesukanya. Padahal ini tidak dibenarkan. Sebuah penelitian yang dilakukan Public Health Ontario di Kanada terhadap 1.600-an orangtua menemukan, satu-satunya kunci kecukupan tidur anak terletak pada ketegasan orangtua untuk menentukan jam tidur mereka. Menariknya, peneliti menambahkan, ketika meminta anaknya tidur, orangtua diminta untuk benar-benar tegas menentukan jam berapa si anak harus berangkat tidur. Sebab dari studi yang sama juga ditemukan, 71 persen anak yang hanya didorong untuk tidur tidak mendapatkan kecukupan tidur yang dibutuhkannya. Tetapi mereka yang sudah diberi jam tidur dengan ketat berpeluang 59 persen lebih besar untuk cukup tidur.…
Read More
Sarapan Menunjang Proses Belajar Anak di Sekolah

Sarapan Menunjang Proses Belajar Anak di Sekolah

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_3283" align="aligncenter" width="298"] Sarapan Menunjang Proses Belajar Anak di Sekolah (Foto: dok. solusisehatku.com)[/caption] Sarapan Menunjang Proses Belajar Anak di Sekolah - Tak hanya memastikan perut kenyang sebelum beraktivitas, sarapan juga ternyata berperan menunjang proses belajar anak di sekolah. Mengapa? “Sebab anak yang sarapan bergizi terbukti lebih aktif terlibat dalam diskusi di kelas, memiliki kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik, dan mendapat nilai pelajaran lebih bagus,” ujar ahli gizi William Sears, seperti dikutip livestrong.com, beberapa waktu lalu. Sementara menurut Kepala Pusat Gajian Gizi dan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Ahmad Syafiq, sarapan bernutrisi harus memenuhi paling tidak 10-30 persen kebutuhan gizi anak. “Kebutuhan gizi anak antara lain (mencakup) protein, kalsium, zat besi, dan vitamin,” ucap Ahmad. Sarapan yang disantap buah hati memang memiliki satu syarat, yakni bernutrisi. Ada banyak…
Read More
Ternyata, Ayah Juga Berperan Membentuk Kecerdasan Anak

Ternyata, Ayah Juga Berperan Membentuk Kecerdasan Anak

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_3272" align="aligncenter" width="300"] Ternyata, Ayah Juga Berperan Membentuk Kecerdasan Anak (Foto: dok. zwitsal.co.id)[/caption] Ternyata, Ayah Juga Berperan Membentuk Kecerdasan Anak - Siapa bilang kecerdasan anak hanya monopoli urusan ibu. Sebuah studi menyatakan, ternyata interaksi ayah dengan bayi sejak awal kehidupan ikut memengaruhi kecerdasan. Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh tim dari Imperial College London, diketahui bahwa para ayah yang ikut mengurus anak dan punya interaksi positif dengan bayinya akan meningkatkan perkembangan kecerdasan buah hatinya. Interaksi positif yang dimaksudkan adalah seberapa berkualitas interaksi antara ayah dan anak. Misalnya saja memberi perhatian penuh saat bermain dengan bayinya, membacakan buku, atau mengajak bernyanyi. “Pesan dari hasil studi ini jelas, ayah yang memiliki bayi harus aktif berinteraksi. Bahkan meski masih bayi, bermain akan berpengaruh positif bagi kecerdasannya,” kata Paul Ramchandani, ketua peneliti. Hasil…
Read More
Ayo Bacakan Buku Bagi si Kecil

Ayo Bacakan Buku Bagi si Kecil

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_3253" align="aligncenter" width="300"] Ayo, Bacakan Buku Bagi si Kecil (Foto: dok. sigambar.com)[/caption] Ayo Bacakan Buku Bagi si Kecil - Kebanyakan orangtua membacakan buku saat anak berusia 1-5 tahun. Namun penelitian terbaru menyarankan agar orangtua membiasakannya lebih dini. Adalah peneliti dari New York University (NYU) School of Medicine yang menyarankan agar anak dibacakan buku sejak masih berusia enam bulan. Apa tidak terlalu cepat? Peneliti telah memastikannya dengan mengamati kegiatan membaca buku dari 250 pasangan orang tua dan bayi sejak si bayi berusia enam bulan hingga memasuki 4,5 tahun. Peneliti juga mempertimbangkan berapa banyak buku yang dibaca, seberapa sering kegiatan ini dilakukan (utamanya dalam sepekan) dan juga apakah orangtua mendiskusikan buku itu dengan anaknya atau tidak. Nyatanya, jika kegiatan ini dibiasakan, anak akan tumbuh dengan kosakata yang jauh lebih banyak dari…
Read More