Waspadai Kanker Saluran Empedu, Menyerang Usia 50 Plus

Waspadai Kanker Saluran Empedu, Menyerang Usia 50 Plus

Artikel Umum
Waspadai Kanker Saluran Empedu, Menyerang Usia 50 Plus Kanker saluran empedu juga dikenal sebagai kolangiokarsinom adalah sejenis kanker langka yang terbentuk di saluran empedu yang menghubungkan hati ke kantong empedu dan usus kecil. Biasanya, kanker ini menyerang orang berusia di atas 50 tahun, tetapi juga dapat terjadi pada usia berapa pun. Saluran empedu adalah saluran kecil yang menghubungkan beberapa organ dalam sistem pencernaan dengan tujuan membawa empedu di antara organ-organ tersebut. Organ-organ dan saluran empedu bersama-sama membentuk sistem empedu yang meliputi hati, kantung empedu, dan usus kecil. Menurut para ahli kesehatan, gejala dan indikator awal kanker ini adalah khas. Namun demikian, gejala dan indikator ini perlu diidentifikasi pada tahap awal untuk keberhasilan pengobatan. Seperti dilansir laman Times Now News, berikut gejala yang mungkin muncul…
Read More
Turunkan Tekanan Darah Secara Alami

Turunkan Tekanan Darah Secara Alami

Artikel Umum
Turunkan Tekanan Darah Secara Alami Tekanan darah tinggi (hipertensi) bisa diturunkan secara alami. Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah penyakit yang sering disebut sebagai pembunuh senyap atau silent killer. Itu karena hipertensi adalah kondisi berbahaya yang dapat merusak jantung. Kondisi ini diderita oleh hampir satu miliar orang di dunia. Jika dibiarkan tidak terkontrol, tekanan darah tinggi meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menurunkan tekanan darah secara alami, bahkan tanpa obat. Berikut 13 'obat' alami untuk menurunkan tekanan darah tinggi: Berjalan dan berolahraga secara teratur Olahraga teratur dapat membantu menurunkan tekanan darah. Olahraga adalah salah satu hal terbaik yang dapat dilakukan untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Olahraga teratur membantu membuat jantung lebih kuat dan lebih efisien dalam memompa…
Read More
Ternyata Kebiasaan Sepele Ini Bisa Merusak Ginjal

Ternyata Kebiasaan Sepele Ini Bisa Merusak Ginjal

Artikel Umum
Ternyata Kebiasaan Sepele Ini Bisa Merusak Ginjal Ginjal merupakan salah satu organ yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan tubuh. Jika ginjal bermasalah, sudah pasti akan mempengaruhi kesehatan si pemiliknya. Ahli urologi dan Direktur Medis Urology Cancer Specialists di Los Angeles, California, S. Adam Ramin, mengatakan ada beberapa hal yang dapat merusak kesehatan ginjal tanpa menyadarinya. Terlalu banyak makan garam Meminimalisasi asupan garam dapat berdampak penting pada kesehatan ginjal, terutama jika Anda sudah memiliki masalah ginjal yang diketahui. Menurut National Kidney Foundation (NKF), orang dewasa yang sehat dapat mengonsumsi 2.300 mg sodium per hari, sedangkan mereka yang memiliki penyakit ginjal atau tekanan darah tinggi harus membatasi diri hingga 1.500 mg setiap hari. “Masalahnya adalah saat Anda makan terlalu banyak garam, ginjal merespons dengan menahan air…
Read More
Kolesterol Tinggi Bisa Nampak Dari Gejala di Kaki

Kolesterol Tinggi Bisa Nampak Dari Gejala di Kaki

Artikel Umum
Kolesterol Tinggi Bisa Nampak Dari Gejala di Kaki Kolesterol tinggi tidak hanya ditandai dengan nyeri dada dan kepala pusing. Ternyata bisa muncul juga di kaki. Tingginya kadar kolesterol darah darah bisa memicu penyakit jantung dan stroke. Kolesterol tinggi terkadang dimasukkan ke dalam golongan silent killer lantaran tak menunjukkan gejala awal. Mengutip dari Cambrigde News, Anda baru akan mencurigai ada sesuatu yang salah setelah ada banyak kolesterol yang menyumbat aliran darah, terutama di kaki.  Penumpukan kolesterol yang akhirnya menyumbat aliran darah memang sering terjadi di area kaki dan menyebabkan berbagai gejala. Berikut ini 6 gejala kolesterol tinggi yang muncul di kaki:   Kram kaki di malam hari Orang dengan kolesterol tinggi juga biasanya akan merasakan kram di malam hari yang menyerang tumit, jari kaki dan telapak kaki. …
Read More
Kenali Radang Lidah Glositis

Kenali Radang Lidah Glositis

Artikel Umum
Kenali Radang Lidah Glositis Glositis mengacu pada kondisi radang lidah. Lidah adalah organ kecil berotot di mulut yang membantu Anda mengunyah dan menelan makanan. Secara klinis, glositis ditandai dengan perubahan tekstur dan warna lidah dan mungkin juga terasa nyeri. Glositis merupakan bentuk peradangan lidah yang menyebabkan lidah membengkak, berubah warna, dan tampak berbeda. Mengutip dari my.clevelandclinic.org, orang dengan glositis sering memiliki lidah yang terlihat halus atau mengkilap. Glositis dapat muncul secara tiba-tiba (glositis akut) atau dapat muncul kembali seiring waktu (glositis kronis). Jenis dan Penyebab Glositis Glositis akut Peradangan muncul secara tiba-tiba dan sering kali diikuti gejala yang parah, biasanya muncul akibat reaksi alergi. Glositis kronis Peradangan terjadi berulang dalam waktu yang lama (kronis) dan dapat disebabkan penyakit lain dalam tubuh. Glositif atrofi Glositis atrofi atau…
Read More
Membedah Lupus Eritematosus Sistemik

Membedah Lupus Eritematosus Sistemik

Artikel Umum
Membedah Lupus Eritematosus Sistemik Banyak jenis penyakit autoimun, salah satunya adalah penyakit lupus. Penyakit lupus dikenal sebagai penyakit seribu wajah. Hal itu karena antara satu pasien dengan pasien lainnya memiliki manifestasi klinis yang berbeda-beda dan sering menyerupai penyakit lain. Mengutip Better Health, jenis lupus yang paling umum adalah lupus eritematosus sistemik (Systemic Lupus Erythematosus/SLE). Adapun jenis penyakit lupus lainnya, meliputi: Lupus eritematosus diskoid (LED): jenis lupus yang gejalanya terbatas pada kulit. Lupus yang diinduksi oleh obat: kasus lupus ini disebabkan oleh obat-obatan tertentu. Lupus neonatal: kondisi yang ditemukan pada bayi saat lahir. Apa itu lupus eritematosus sistemik? Penyakit autoimun adalah kondisi di mana sistem kekebalan menyerang jaringannya sendiri, menyebabkan peradangan luas dan kerusakan jaringan pada organ yang terkena. Lupus eritematosus sistemik adalah kondisi autoimun sistemik,…
Read More
Jangan Panik Bila Didiagnosa Kanker Prostat

Jangan Panik Bila Didiagnosa Kanker Prostat

Artikel Umum
Jangan Panik Bila Didiagnosa Kanker Prostat Sebuah studi yang dilakukan selama beberapa dekade menemukan bahwa pria dengan kanker prostat bisa menunda atau melewatkan perawatan yang berat. Mereka bisa untuk tidak melakukan pembedahan atau radiasi, dan tetap memiliki peluang untuk bertahan hidup. Kanker yang mereka derita akan dipantau secara aktif setelah diagnosis, tanpa perlu melakukan pengangkatan prostat atau paparan radiasi energi tinggi. Karena perawatan semacam itu dapat menyebabkan efek samping jangka panjang seperti kebocoran urin, disfungsi ereksi, dan masalah lain dengan fungsi kemih, usus, dan seksual. “Kabar baiknya adalah jika seseorang didiagnosis menderita kanker prostat, jangan panik, dan luangkan waktu untuk membuat keputusan tentang bagaimana melanjutkannya,” ujar penulis studi utama itu Prof dr Freddie Hamdy, dilansir laman Live Science. Yang terpenting, saran ini hanya berlaku untuk…
Read More
Ternyata, 60 Persen Gangguan Pendengaran Bisa Dicegah

Ternyata, 60 Persen Gangguan Pendengaran Bisa Dicegah

Artikel Umum
Ternyata, 60 Persen Gangguan Pendengaran Bisa Dicegah Pencegahan gangguan pendengaran bisa dilakukan dengan melakukan pemeriksaan sedini mungkin. Hal tersebut dikatakan Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorok Bedah Kepala Leher Indonesia (PERHATI-KL) Yussy Afriani Dewi “Sekitar 60 persen gangguan pendengaran pada manusia dapat dicegah. Pencegahan dilakukan dengan identifikasi sedini mungkin pada berbagai kelompok usia,” kata Yussy Afriani Dewi. Yussy menjelaskan, penyebab utama gangguan pendengaran adalah tuli kongenital, infeksi telinga atau congek, tuli akibat bising, tuli karena faktor usia, dan tuli karena kotoran telinga. Tapi, 60 persen kasus pendengaran bisa dicegah Deteksi dini pendengaran, lanjutnya, yang paling pertama adalah skrining pada bayi baru lahir dan balita. Kemudian skrining pada anak dan pra usia sekolah, pada individu terpapar bising atau zat kimia yang terus-menerus, pada…
Read More
Berikut Jenis Kanker yang Dipicu oleh Obesitas

Berikut Jenis Kanker yang Dipicu oleh Obesitas

Artikel Umum
Berikut Jenis Kanker yang Dipicu oleh Obesitas  Gaya hidup tidak sehat sudah lama dikaitkan dengan risiko kanker. Selain gaya hidup, obesitas juga jika tidak segera diobati dalam jangka panjang akan memiliki efek merusak pada tubuh. Salah satunya kanker. Sekitar 40% dari semua kanker berhubungan dengan kelebihan berat badan dan obesitas. Menurut CDC AS, obesitas bisa memicu beragam jenis kaknker seperti kanker adenokarsinoma esofagus, Kanker payudara, Kanker usus besar dan rektum. Kemudian, kanker rahim, Kanker kandung empedu, Kanker perut, Kanker ginjal, Kanker hati, Kanker ovarium, Kanker pankreas, Kanker tiroid, Kanker otak Multiple myeloma. Bagaimana obesitas meningkatkan risiko kanker? Jaringan adiposa atau jaringan lemak menghasilkan jumlah estrogen berlebih yang berhubungan dengan kanker payudara, endometrium, dan ovarium. Orang gemuk memiliki kadar insulin yang lebih tinggi seperti faktor pertumbuhan…
Read More
Waspadai Pemanis Buatan Berbahaya Untuk Stroke Dan Serangan Jantung

Waspadai Pemanis Buatan Berbahaya Untuk Stroke Dan Serangan Jantung

Artikel Umum
Sebuah studi terbaru mengungkapkan jika pemanis buatan bisa meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Dikenal sebagai erythritol, pemanis alami terdapat pada sayur dan buah, seperti anggur dan jamur, tetapi juga diproduksi secara industri dan ditambahkan ke makanan dengan konsentrasi yang lebih tinggi. Pemanis buatan ini sering digunakan untuk mempermanis produk rendah kalori, rendah karbohidrat, dan “keto”, yang biasanya tinggi lemak dan rendah karbohidrat. Untuk penelitian yang diterbitkan 27 Februari di Nature Medicine itu, peneliti dari Klinik Cleveland di Ohio mengevaluasi lebih dari 4.000 orang Amerika dan Eropa yang menjalani evaluasi jantung dan menemukan bahwa mereka dengan konsentrasi darah tertinggi dari pemanis buatan berisiko lebih tinggi mengalami serangan jantung atau stroke dalam tiga tahun berikutnya. Khususnya, mayoritas peserta sudah memiliki beberapa bentuk penyakit kardiovaskular atau menunjukkan faktor…
Read More