Waspadai, Lemak Perut Beresiko Picu Gangguan Metabolik

Waspadai, Lemak Perut Beresiko Picu Gangguan Metabolik

Artikel, Artikel Umum
Lemak perut berlebih dikenal meningkatkan risiko gangguan metabolik seperti diabetes dan penyakit jantung. Studi terbaru menambahkan alasan lain untuk menargetkan akumulasi lemak viseral yang membandel, karena para peneliti menemukan bahwa lemak ini terkait dengan nyeri kronis yang luas, terutama pada wanita. Studi sebelumnya telah menunjukkan bahwa obesitas, secara umum, terkait dengan nyeri muskuloskeletal. Studi terbaru yang diterbitkan di jurnal Regional Anesthesia & Pain Medicine mengeksplorasi bagaimana jaringan lemak berlebih di sekitar perut mempengaruhi risiko nyeri muskuloskeletal kronis di berbagai lokasi tubuh. Untuk menyelidiki hal ini, para peneliti menganalisis data dari 32.409 peserta dalam studi UK Biobank, dengan usia rata-rata 55 tahun. Peserta mengisi kuesioner dan menjalani penilaian kesehatan, termasuk pemindaian MRI, untuk mengukur dua jenis lemak perut: jaringan adiposa viseral (VAT), yang mengelilingi organ…
Read More
Biarkan Lansia Hidup Sehat, Hindari Dari Defisiensi Vitamin

Biarkan Lansia Hidup Sehat, Hindari Dari Defisiensi Vitamin

Artikel, Artikel Umum
  Pemenuhan kebutuhan gizi bagi kesehatan orang lanjut usia (lansia) sangatlah penting. “Makanan itu harus mencukupi kebutuhan kalori dan bergizi, sehingga lansia mendapatkan berat badan yang ideal dan sehat,” kata Dokter spesialis gizi klinik dari Universitas Indonesia Dr. dr. Inge Permadhi, SpGK (K). Menurutnya, lansia harus mendapat asupan nutrisi yang mereka butuhkan agar bisa tetap sehat dan produktif. Lansia antara lain membutuhkan zat gizi dasar seperti karbohidrat kompleks, yang terdapat pada nasi, kentang dan umbi-umbian; sumber protein dan lemak seperti telur, ikan, dan daging; serta vitamin dan mineral dari sayur dan buah. Inge menambahkan, kecukupan cairan juga perlu diperhatikan pada lansia. Selain mengonsumsi makanan sehat dengan kandungan gizi seimbang, Inge menyampaikan, lansia perlu rutin melakukan aktivitas fisik untuk menjaga badan tetap bugar. Aktivitas fisik seperti membersihkan rumah…
Read More
Paraplegia Adalah Penyakit Apa? Inilah Gejalanya!

Paraplegia Adalah Penyakit Apa? Inilah Gejalanya!

Artikel
Paraplegia adalah kelumpuhan pada anggota gerak yang dimulai dari panggul sampai kaki. Paraplegia merupakan kondisi yang bisa bersifat permanen atau sementara, tergantung apa yang menyebabkannya terjadi. Penderita paraplegia pada umumnya tidak bisa menggerakan anggota badan yang lumpuh. Paraplegia umumnya terjadi pada mereka yang berusia 65 tahun ke atas, mengalami gangguan tulang atau sendi, memiliki riwayat kanker yang bisa menekan sumsum tulang belakang, dan mereka yang sering melakukan aktivitas berat. Ketahui lebih jauh penyebab, gejala, dan pengobatan paraplegia di sini. Penyebab Paraplegia Paraplegia disebabkan cedera pada saraf tulang belakang. Cedera tersebut bisa disebabkan oleh banyak hal. Berikut berbagai kondisi dan situasi yang bisa menyebabkan cedera pada saraf tulang belakang. Adanya tumor tulang belakang, termasuk kanker. Munculnya kista dalam sumsum tulang belakang. Kondisi genetik, automimum, atau inflamasi. Cedera akibat kecelakaan, tusukan, luka…
Read More
Hemiplegia Adalah Penyakit Apa? Ini Penyebabnya!

Hemiplegia Adalah Penyakit Apa? Ini Penyebabnya!

Artikel
Hemiplegia adalah kondisi ketika seseorang mengalami kelumpuhan atau kehilangan kemampuan otot untuk bergerak pada salah satu sisi tubuh. Hemiplegia adalah gejala atau indikator seseorang terkena stroke. Penyebab hemiplegia beragam, tetapi semuanya berkaitan dengan otak dan sumsum belakang. Hemiplegia harus segera ditangani, karena apabila tidak ditangani dengan cepat kondisi tersebut bisa mengancam jiwa. Kondisi tersebut masih bisa diatasi dengan pengobatan dan terapi. Penanganan hemiplegia yang lambat atau tingkat keparahannya tinggi bisa berakibat pada kelumpuhan permanen. Penyebab Hemiplegia Adalah Apa? Hemiplegia terjadi karena adanya kerusakan yang berdampak pada fungsi sistem saraf pusat. Terdapat 2 bagian yang membentuk sistem saraf pusat, yakni otak dan sumsung tulang belakang. Apabila salah satunya mengalami masalah atau kerusakan, maka sinyal yang dikirim ke otot tidak akan sampai. Akibatnya otot tidak bisa bekerja normal. Berikut kondisi yang memicu…
Read More
Amankah Lakukan Bedah Laparoskopi Untuk Atasi GERD?

Amankah Lakukan Bedah Laparoskopi Untuk Atasi GERD?

Artikel, Artikel Umum
Bedah laparoskopi adalah prosedur minimal invasif yang hanya memerlukan sayatan kecil untuk memasukkan kamera dan alat bedah khusus. Metode tersebut dianggap aman untuk mengatasi sejumlah masalah kesehatan termasuk GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) atau penyakit asam lambung. “Laparoskopi untuk GERD adalah pilihan yang sangat efektif bagi pasien yang tidak merespons dengan baik terhadap obat-obatan,” kata dokter spesialis bedah digestif dr Eko Priatno, SpB-KBD. Dengan teknik tersebut, katup antara lambung dan esofagus yang menjadi penyebab utama refluks asam bisa diperbaiki. “Pasien biasanya dapat kembali beraktivitas normal dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan dengan operasi konvensional,” katanya. Gejala umum GERD meliputi rasa terbakar di dada (heartburn), regurgitasi asam lambung, kesulitan menelan, batuk kronis dan suara serak. “Meskipun pengobatan dengan obat-obatan dapat mengurangi gejala, tidak semua pasien mendapatkan…
Read More
Tinnitus, Gangguan Telinga yang Tak Bisa Diabaikan

Tinnitus, Gangguan Telinga yang Tak Bisa Diabaikan

Artikel, Artikel Umum
Tinnitus atau telinga berdenging, merupakan kondisi di mana seseorang mendengar suara tanpa adanya sumber bunyi eksternal. “Jadi sebetulnya sesuatu yang didengar oleh telinga penderita gitu ya, memang kebanyakan tidak ada sumbernya gitu. Nah itu kebanyakan sih berdenging, sebetulnya sih berbunyi macam-macam, ada yang berdengung, berdesis, dan gemuruh, tapi paling banyak memang berdenging. Jadi itulah namanya tinnitus,” kata Dokter Spesialis THT dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dr. Widayat Alviandi, Sp. THIBKL, Subsp.NO(K). Ia menambahkan terdapat dua jenis tinnitus, yakni objektif dan subjektif. Tinnitus objektif, adalah jenis di mana dokter dapat mendengar bunyi yang sama dengan penderita, dan kondisi tersebut jarang terjadi, hanya sekitar 4 persen dari kasus. Sebaliknya, tinnitus subjektif yang mencakup sekitar 96 persen kasus adalah kondisi di mana penderita mendengar bunyi yang tidak…
Read More
Macam-Macam Penyakit Degeneratif pada Lansia, Patut Diwaspadai!

Macam-Macam Penyakit Degeneratif pada Lansia, Patut Diwaspadai!

Artikel
Penyakit degeneratif pada lansia banyak macamnya dan merupakan sesuatu yang wajib diwaspadai. Penyakit degeneratif adalah penyakit yang muncul akibat terjadinya perubahan sel secara degeneratif (penurunan). Penurunan tersebut mempengaruhi organ atau jaringan sehingga keadaannya memburuk. Penyakit degeneratif sebenarnya bisa muncul pada mereka yang berusia muda. Namun, penuaan yang terjadi pada lansia, membuat mereka menjadi kelompok dengan risiko penyakit degeneratif yang tinggi. Penyakit degeneratif pada lansia banyak jenisnya, dari penyakit persendian sampai penyakit sistem saraf.  Macam-Macam Penyakit Degeneratif Berikut macam-macam penyakit degeneratif yang umum terjadi pada mereka yang sudah lanjut usia. 1. Osteoporosis Penuaan dan keausan pada tulang akan menyebabkan osteoporosis degeneratif. Penderita osteoporosis akan memiliki tulang yang lemah dan tipis, mengalami penurunan komposisi mineral tulang, dan menjadi bungkuk. Penyakit ini bisa dihadapi dengan rutin berolahraga dan mengkonsumsi makanan tinggi kalsium. 2.…
Read More
Metastasis Kanker Payudara Her2-Low Mengintai Kaum Hawa

Metastasis Kanker Payudara Her2-Low Mengintai Kaum Hawa

Artikel, Artikel Umum
Istilah metastasis HER2-Low masih terdengar asing, namun ditemukan 60 persen orang didiagnosis HER2-Negatif dengan kadar HER2 rendah. Hal tersebut disampaikan dokter spesialis penyakit dalam konsultan hemato-onkologi medik UI Prof. Dr. dr. Ikhwan Rinaldi Sp.PD-KHOM M. Epid. “Pengetahuan metastasis kanker payudara HER2-Low di Indonesia masih sedikit, status HER2 berbeda dengan status hormonal, orang dengan kadar HER2 rendah bisa hormonal positif,” kata Ikhwan. Ia mengatakan HER2 rendah yang selanjutnya disebut HER2-Low terdeteksi jika pemeriksaan imunohistokimia (IHK) pada spesimen biopsi yang diambil dari sel kanker menunjukkan kadar protein HER2 yang rendah dengan IHK 1+ atau 2+. HER2-Low terjadi pada stadium awal dan penyebarannya cenderung lebih cepat sehingga pengobatan awal sangat diperlukan agar tidak menyebar. Pasien kanker payudara HER2-Low dapat terus diobati untuk memperlambat kecepatan dan penyebaran pertumbuhan kanker, mengurangi keparahan gejala, meningkatkan kenyamanan dan kualitas…
Read More
Gangguan Ritme Jantung Jangan Dibiarkan

Gangguan Ritme Jantung Jangan Dibiarkan

Artikel, Artikel Umum
Aritmia jantung atau gangguan ritme jantung adalah kondisi medis yang signifikan dengan potensi dampak serius terhadap kesehatan dan kualitas hidup seseorang. Gangguan ini mencakup berbagai ketidaknormalan dalam ritme detak jantung, dari detak yang terlalu cepat (takikardia) hingga terlalu lambat (bradikardia), dan dapat mengganggu fungsi jantung dalam memompa darah secara efisien. Menurut dokter spesialis jantung dan pembuluh darah RS Siloam TB Simatupang, Prof Dr dr Yoga Yuniadi, Sp.JP(K), aritmia jantung adalah kondisi saat detak jantung tidak mengikuti ritme normalnya. Pada takikardia, detak jantung melebihi 100 detak per menit dan dapat menyebabkan gejala seperti palpitasi, sesak napas, dan nyeri dada. Takikardia dapat dibagi lebih lanjut menjadi berbagai jenis, seperti takikardia supraventrikular yang melibatkan gangguan di atas ventrikel (bilik jantung merupakan dua ruang yang lebih besar yang…
Read More
5 Faktor Genetik yang Diturunkan dari Ayah

5 Faktor Genetik yang Diturunkan dari Ayah

Artikel
Genetik memiliki peran besar dalam kesehatan dan sifat-sifat yang diturunkan oleh anak dari orang tuanya. Selain faktor lingkungan dan gaya hidup, banyak karakteristik fisik dan risiko kesehatan yang dapat diwarisi dari ayah kepada anak-anak mereka. Proses pewarisan genetik ini dapat mempengaruhi berbagai aspek kesehatan anak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Tidak sedikit orang tua yang merasa khawatir akan kemungkinan masalah kesehatan yang diturunkan ke anak mereka. Untuk itu, penting bagi Anda untuk memahami beberapa faktor genetik yang dapat diturunkan dari ayah serta dampaknya terhadap kesehatan anak. Dengan begitu, Anda bisa mengambil langkah pencegahan atau perawatan yang lebih tepat demi menjaga kesehatan anak di masa depan. Faktor Genetik yang Diturunkan dari Ayah Setiap orang memiliki susunan genetik yang unik, dan beberapa bagian dari gen tersebut diwariskan langsung dari ayah. Faktor…
Read More