Penderita Hipertensi Harus Perbaiki Gaya Hidup

Penderita Hipertensi Harus Perbaiki Gaya Hidup

Artikel, Artikel Umum
[caption id="attachment_7181" align="alignleft" width="300"] Foto: gatra.com[/caption] Menurut data World Health Organization (WHO), di dunia ada sekitar 1,13 miliar orang mengalami hipertensi. Dikatakan, jumlah tersebut menyumbang dua pertiga dari populasi dunia. Hipertensi sering disebut sebagai silent killer karena tidak menunjukkan gejala. Ini dapat meningkatkan risiko serangan jantung, gagal jantung, stroke, gagal ginjal, dan banyak masalah kesehatan lain yang mengancam jiwa. Untuk itu, penting bagi seseorang mengukur tekanan darah secara berkala. Memperbaiki gaya hidup dan melakukan perubahan pola makan yang sehat dapat membantu menurunkan tekanan darah. Seperti dilansir di NDTV baru-baru ini, memperbaiki gaya hidup yang dimaksud bisa dilakukan melalui beberapa hal, di antaranya yakni:  Lakukan aktivitas fisik Aktivitas fisik tingkat sedang dapat membawa perbedaan signifikan pada tekanan darah. Bagi orang yang tidak terbiasa aktif secara fisik, mulailah dengan melakukan aktivitas favorit…
Read More
Turunkan Tekanan Darah Ternyata Tidak Susah

Turunkan Tekanan Darah Ternyata Tidak Susah

Artikel, Artikel Umum
[caption id="attachment_7172" align="alignleft" width="300"] Foto: idntimes.com[/caption] Menjaga tekanan darah stabil tentu baik untuk tubuh. Sangat penting menjaga tekanan darah di bawah 120/80, mencegah serangan jantung dan stroke serta meningkatkan kekebalan tubuh untuk saat ini. Peneliti dari Universitas Columbia mengungkap, kekhawatiran menjadi penyebab tekanan darah orang tetap tinggi akhir-akhir ini. Agar arteri tetap rileks dan tekanan darah rendah, bahkan pada hari-hari penuh tekanan, cobalah cara-cara mudah sebagai berikut, dilansir laman Womansworld. Menikmati alam Menikmati alam baik untuk jiwa dan raga. Beberapa penelitian dari 20 studi menunjukkan 15 menit sehari menikmati alam, misalnya, dapat menjaga tekanan darah. Cobalah nikmati kejenakaan burung di alam bebas, tupai dan makhluk lainnya agar memangkas hingga tujuh poin dari tekanan darah dalam 24 jam. Penulis studi, Ken Hayashi, PhD., mengatakan, jika merasa dekat dengan alam dapat menenangkan…
Read More
Penyakit Metabolik Mengancam di Masa Pandemi

Penyakit Metabolik Mengancam di Masa Pandemi

Artikel, Artikel Umum
[caption id="attachment_7170" align="alignleft" width="300"] Foto: suara.com[/caption] Di masa pandemi Covid-19 ini, masyarakat dekat dengan gaya hidup tidak aktif atau sedentary lifestyle. Hal ini bisa berakibat berat badan bertambah sehingga memunculkan sindroma perut buncit yang ditandai dengan trigliserida yang tinggi, HDL turun, tekanan darah naik, serta gula darah yang juga naik. Kondisi ini erat kaitannya dengan penyakit hipertensi, diabetes, obesitas, hingga asma. Menurut dr. Roy Panusunan Sibarani Sp.PD-KEMD., dokter spesialis penyakit dalam, saat ini muncul potensi kesehatan metabolik yang meningkat. “Pada saat terjadi pandemi, terjadi juga perubahan pola hidup, baik secara fisik, psikis, atau kehidupan sosial selama bekerja dari rumah (WFH). Semua hal itu sudah pasti akan berpengaruh terhadap kesehatan dan yang paling menonjol terhadap kesehatan metabolik,” ujarnya. Di era Covid-19, semua orang terlalu fokus pada penyakit tersebut. Artinya, penyakit-penyakit seperti…
Read More
Ternyata, Pikiran Negatif Picu Penyakit Demensia

Ternyata, Pikiran Negatif Picu Penyakit Demensia

Artikel, Artikel Umum
[caption id="attachment_7168" align="alignleft" width="300"] Foto: beritasatu.com[/caption] Sebuah studi terbaru mengungkapkan ada keterkaitan antara pikiran negatif dengan alzheimer, jenis penyakit demensia yang paling umum terjadi di masyarakat. Karena itu, bagi Anda yang acapkali khawatir pada segal hal atau suka menyimpan pikiran negatif, sebaiknya menanggalkan kebiasaan itu segera. Studi yang dilakukan oleh peneliti di University College London tersebut menemukan bahwa berpikir negatif secara terus-menerus dapat menyebabkan penurunan fungsi otak (kognitif) serta membuat gumpalan dua protein berbahaya yang bisa menyebabkan alzheimer. “Kami menemukan bahwa berpikir negatif berulang-ulang bisa menjadi faktor risiko baru untuk demensia,” tandas Dr. Natalie Marchant, psikiater dan peneliti senior di Departemen Kesehatan Mental University College London. Perilaku yang mengarah pada pikiran negatif seperti perenungan tentang masa lalu ataupun kekhawatiran akan masa depan diukur terhadap lebih dari 350 orang di atas…
Read More
Selain Genetik, Gaya Hidup Bikin Orang Berisiko Kena Kanker Usus

Selain Genetik, Gaya Hidup Bikin Orang Berisiko Kena Kanker Usus

Artikel, Artikel Umum
[caption id="attachment_7166" align="alignleft" width="300"] Foto: liputan6.com[/caption] Kanker usus merupakan salah satu dari tiga jenis kanker yang terbanyak dialami di seluruh dunia. Sebenarnya, kanker usus yang dideteksi dini bisa diobati dan penderitanya memiliki angka harapan hidup yang tetap tinggi. Menurut dokter spesialis penyakit dalam Ari Fahrial Syam, bila kasus kanker usus ditemukan di tahap awal maka harapan hidup lima tahun sekitar 92 persen. Sebaliknya,  jika kanker usus ini ditemukan pada stadium IV/lanjut, maka harapan hidup 5 tahunnya hanya tinggal 12 persen. Ditambahkannya, gaya hidup menjadi salah satu penyebab angka kasus kanker usus tinggi di masyarakat. Selain itu, faktor genetik juga punya faktor risiko, tapi tetap gaya hidup yang punya peran utama. Beberapa faktor risiko yang telah teridentifikasi dan konsisten dalam berbagai penelitian termasuk penelitian di Indonesia adalah diet tinggi daging merah…
Read More
Sistem Pencernaan Prima, Kekebalan Tubuh Paripurna

Sistem Pencernaan Prima, Kekebalan Tubuh Paripurna

Artikel, Artikel Umum
[caption id="attachment_7148" align="alignleft" width="300"] Foto: infokekinian.com[/caption] Menerapkan pola hidup sehat adalah hal yang penting dilakukan, terutama di masa pandemi Covid-19 sekarang ini. Salah satu hal yang disarankan untuk dilakukan pada saat ini adalah mengonsumsi serat dan memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh. Menurut Dr. Hilna Khairunisa Shalihat, M.Gizi., Sp.GK., serat dan nutrisi sangat penting bagi kesehatan tubuh dan mental. Khususnya dalam berpuasa dan saat masa pandemi virus corona ini, konsumsi serat dan nutrisi yang cukup setiap harinya dapat menyehatkan sistem pencernaan sebagai sumber utama dari sel imun sehingga imun tubuh kuat dan tidak mudah terpapar oleh penyakit dan virus, selain itu juga dapat mengurangi tingkat stres. Dikatakannya, sekitar 70 persen dari sistem imun tubuh ada di saluran pencernaan. Oleh karena itu, menjaga pencernaan sehat adalah kunci imunitas kuat. Pemenuhan asupan serat harian…
Read More
Kolesterol Tinggi, Ini 4 Masalah yang Bisa Muncul

Kolesterol Tinggi, Ini 4 Masalah yang Bisa Muncul

Artikel, Artikel Umum
[caption id="attachment_7144" align="alignleft" width="300"] Foto: republika.co.id[/caption] Setiap orang bisa mengalami kenaikan kadar kolesterol. Bisa jadi karena konsumsi makanan yang berlebihan, terutama pada olahan santan. Pada dasarnya, kolesterol merupakan salah satu jenis lemak yang terdapat pada setiap sel tubuh dan sesungguhnya baik bagi kesehatan. Namun jika jumlahnya terlalu tinggi, hal ini justru dapat menimbulkan bahaya. Tingginya kolesterol yang dimiliki seseorang ini bisa menyebabkan sejumlah masalah kesehatan. Dilansir dari The Health Site, berikut sejumlah masalah kesehatan yang bisa terjadi ketika kadar kolesterol terlalu tinggi. Jantung koroner Munculnya plak di darah akibat tingginya kolesterol dapat menyebabkan arteri jadi menyempit. Lebih lanjut, hal ini dapat menimbulkan nyeri di dada serta serangan jantung. Stroke Munculnya plak di arteri juga dapat mempersempit arteri yang terhubung ke otak dan bahkan bisa menghalanginya juga. Kondisi terbatasnya asupan darah…
Read More
Miliki Kesehatan Mental di Masa Pandemi

Miliki Kesehatan Mental di Masa Pandemi

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_7145" align="alignleft" width="300"] Foto: ayobandung.com[/caption] Penyebaran korona masih demikian masif di Indonesia. Ini merupakan masa-masa penuh ketidakpastian. Rasa was-was dan penuh kecemasan mewarnai kehidupan banyak orang. Dan, ini bisa menyebabkan masalah mental. Orang bisa menjadi depresi dan stres. Dilansir dari Medical Daily, mengatasi rasa cemas dan depresi memang merupakan hal yang sukar. Hal ini terutama ketika kamu tak bisa ke luar ruangan, berkonsultasi dengan tenaga profesional, atau mencari bantuan dari teman. Untuk mengatasi masalah kesehatan mental yang muncul, terdapat sejumlah hal yang bisa kamu lakukan. Berikut beberapa cara yang harus kamu lakukan untuk mengatasi masalah kesehatan mental yang kamu alami.  Membaca buku Membaca buku terutama yang berhubungan dengan kesehatan mental merupakan cara untuk mengatasi masalah mental. Sejumlah buku motivasi tertentu juga bisa bisa membantu terutama ketika kamu seseorang yang…
Read More
Pencernaan Terganggu, Ini 6 Asupan Alami Mengatasinya

Pencernaan Terganggu, Ini 6 Asupan Alami Mengatasinya

Artikel, Artikel Umum
[caption id="attachment_7142" align="alignleft" width="300"] Foto: idntimes.com[/caption] Kita semua pernah merasakan bagaimana perut mengalami gangguan kesehatan yang membuat sangat tidak nyaman sama sekali. Beberapa contoh yang pernah dirasakan, seperti mual atau terbakar yang biasanya terjadi selama atau setelah makan. Sementara, gangguan pencernaan adalah kondisi umum yang terjadi pada pria dan wanita dari semua kelompok umur dan sering disebabkan karena makan terlalu banyak, makan terlalu cepat, makan yang berlemak atau pedas, minum alkohol berlebihan, merokok, stres dan kelelahan. Berikut adalah asupan yang penting dikonsumsi saat terjadi gangguan pencernaan seperti dilansir Boldsky. Jahe Jahe adalah bahan yang mudah ditemui di rumah dan kerap digunakan untuk mengobati gangguan pencernaan yang disebabkan oleh refluks asam dan dapat membantu meringankan gejala. Air putih Minumlah banyak air putih karena tubuh akan membutuhkan air untuk mencerna dan menyerap…
Read More
Kenali Gejala Henti Jantung (yang) Tanpa Peringatan

Kenali Gejala Henti Jantung (yang) Tanpa Peringatan

Artikel, Artikel Umum
[caption id="attachment_7131" align="alignleft" width="300"] Foto: liputan6.com[/caption] Henti jantung kerap terjadi tanpa peringatan sebelumnya. Karena itu, penting untuk mengetahui gejala pada kondisi ini agar bisa menyelamatkan nyawa dan meningkatkan peluang hidup pasien. Henti jantung memiliki gejala seperti tiba-tiba runtuh, tidak ada denyut nadi, tidak bernapas, dan hilang kesadaran. Namun, terkadang tanda dan gejala lain terjadi sebelum henti jantung. Seperti misalnya rasa tidak nyaman pada dada, sesak napas, kelemahan, serta palpitasi. Dilansir dari laman Mayo Clinic, masalah dalam irama jantung atau aritmia terjadi karena masalah dengan sistem kelistrikan jantung, yang mana ini adalah penyebab umum pada henti jantung. Sistem kelistrikan jantung mengontrol laju dan ritme detak jantung. Jika terjadi kesalahan, jantung bisa berdetak terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur (aritmia). Sering kali aritmia berlangsung singkat dan tidak berbahaya, tapi beberapa jenis…
Read More