Minim Pendonor, Ini 2 Cara Obati Gagal Ginjal

Minim Pendonor, Ini 2 Cara Obati Gagal Ginjal

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_7095" align="alignleft" width="300"] Foto: liputan6.com.jpg[/caption] Ada 2 cara yang paling banyak dilakukan untuk mengatasi masalah gagal ginjal yakni, hemodialisis atau cuci darah. Bahkan, 98 persen penderita gagal ginjal melakukan hemodialisis. Pasien yang memilih pengobatan hemodialisis hanya perlu datang ke fasilitas kesehatan. Dalam proses ini pasien relatif pasif, hanya dokter dan perawat yang aktif mengerjakan prosedur pengobatan. Pengobatan kedua adalah peritoneal dialysis (PD) atau bisa juga disebut CAPD. Pengobatan CAPD bukan hal baru. Thailand dan Hong Kong sudah melakukan PD. CAPD merupakan pengobatan yang bisa dilakukan dimana saja oleh pasien. Setiap waktu, pasien harus mengganti cairan yang dialirkan ke perut. Cara ini cocok untuk orang yang sering bepergian dan ingin lebih praktis. Sedangkan, pengobatan terakhir adalah transplantasi ginjal. Menurut Aida Lydia Ketua Umum PB Pernefri (Perhimpunan Nefrologi Indonesia), sayangnya memang…
Read More
Penting Miliki Kekebalan Tubuh, Lansia Baiknya Lakukan Hal Ini

Penting Miliki Kekebalan Tubuh, Lansia Baiknya Lakukan Hal Ini

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_7092" align="alignleft" width="300"] Foto: republika.co.id[/caption] Cuaca yang serba tak menentu yang dibarengi dengan musim flu menjadikan daya tahan mudah menurun. Hal ini menjadi masalah, terutama pada mereka yang berusia lanjut. Di usia lanjut, daya tahan tubuh yang menurun dipadu dengan munculnya penyakit bisa berakhir bahaya. Hal ini terlebih pada masa infeksi virus corona seperti saat ini. Mereka yang berusia lanjut dan memiliki penyakit bawaan, cenderung memiliki risiko lebih tinggi ketika mengalami infeksi. Oleh karena itu, sangat penting menjaga daya tahan dan kekebalan tubuh pada saat seperti ini. Menjaga kesehatan dan kekebalan tubuh pada manula bisa dilakukan dengan sejumlah cara. Dilansir dari The Health Site, berikut sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk tingkatkan kekebalan tubuh manula. Vaksin flu Peneliti mengungkap bahwa mendapat vaksin flu secara rutin bisa membantu manula menurunkan…
Read More
Hadapi Corona Dengan Kesehatan Mental Prima

Hadapi Corona Dengan Kesehatan Mental Prima

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_7089" align="alignleft" width="300"] Foto: titiknol.co.id[/caption] Tingkat kecemasan masyarakat kian tinggi seiring semakin lamanya himbauan untuk stay at home (tinggal di rumah) lantaran merebaknya virus corona. Tidak hanya cemas, namun hal ini bisa mencederai kesehatan mental. Menurut Psikolog Intan Erlita, M.Psi., kecemasaan sebenarnya seuatu yang alami atau normal yang dirasakan seseorang. Dengan penanganan yang tepat, kecemasan justu menjadi penanda bagi tubuh untuk melakukan hal yang disarankan, seperti dalam keadaan pandemi virus corona. “Kecemasan merupakan alarm tubuh untuk kita lebih mawas diri seperti ada wabah virus corona. Kita lebih sadar akan kesehatan tubuh, minum vitamin, makan-makanan sehat, dan rajin cuci tangan. Jadi kita tahu harus melakukan apa,” ujar Erlita. Kecemasaan tetap dibutuhkan agar tidak cuek dengan keadaan, namun jangan sampai berlebihan. Sebab kita nantinya malah sulit membedakan mana benar atau salah…
Read More
Penelitian, Semakin Tua Harusnya Makin Berpikir Positif

Penelitian, Semakin Tua Harusnya Makin Berpikir Positif

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_7078" align="alignleft" width="300"] Foto: bisnis.com[/caption] Ada pameo yang mengatakan, seseorang ketika sudah tua akan kembali menjadi anak kecil. Namun ternyata berdasar penelitian terbaru, hal ini tidak terbukti. Dilansir dari The Health Site, sebuah penelitian terbaru dari Duke dan Vanderbilt University mengungkap mengenai hal ini. Disebut bahwa semakin tua seseorang, maka mereka akan jadi lebih stabil secara emosi dan lebih mampu menahan godaan dari kehidupan sehari-hari. “Terdapat bukti di ini bahwa kesehatan emosional dan pembatasan diri meningkat seiring usia,” terang peneliti Daisy Burr. Penelitian ini melibatkan 123 partisipan dengan usia antara 20 hingga 80 tahun. Penelitian dilihat terhadap penggunaan ponsel mereka 3 kali sehari selama 10 hari. Partisipan diminta untuk menilai bagaimana perasaan mereka terhadap delapan skala emosi. Kemudian mereka ditanya apakah mereka menginginkan sesuatu setelahnya termasuk makan atau alkohol,…
Read More
Rajin Berendam Air Hangat Minimalkan Penyakit Kardiovaskular

Rajin Berendam Air Hangat Minimalkan Penyakit Kardiovaskular

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_7076" align="alignleft" width="300"] Foto: ayooberita.com[/caption] Sebuah penelitian mengungkap berendam air hangat tidak hanya menghilangkan rasa lelah, tapi juga berhubungan dengan kesehatan. Berendam air hangat secara rutin di bak mandi berhubungan dengan menurunnya risiko kematian akibat penyakit jantung dan stroke. Dilansir dari Medical Xpress, hal ini diketahui berdasar penelitian yang dipublikasikan pada jurnal Heart. Diketahui bahwa berendam air panas setiap hari memiliki efek lebih baik dibanding berendam seminggu sekali atau seminggu dua kali. Berendam di bak mandi berhubungan dengan meningkatnya kualitas tidur dan membuat seseorang menilai kesehatan mereka lebih baik. Walau begitu, secara jangka panjang tidak diketahui dampak risiko penyakit kardiovaskular termasuk serangan jantung, henti jantung mendadak, serta stroke. Temuan ini diperoleh dari partisipan yang mengikuti penelitian pada Pusat Kesehatan Masyarakat Jepang. Terdapat sekitar 61 ribu partisipan terlibat dengan usia…
Read More
11 Cara Tidur Pulas Tanpa Rasa Cemas

11 Cara Tidur Pulas Tanpa Rasa Cemas

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_7072" align="alignleft" width="300"] Foto: idntimes.com[/caption] Kondisi yang serba tak menentu seperti saat ini sering membuat kita menjadi lebih sulit tidur. Hal ini dialami walau kita menghabiskan lebih banyak waktu saat di rumah. Kecemasan dan kekhawatiran yang kita miliki terkait pandemi Covid-19 mengganggu kualitas tidur yang kita miliki. Hal ini membuat pada malam hari kita menjadi sulit tidur dan semakin cemas. Hasilnya, pada pagi harinya kita terbangun dengan perasaan tidur tak nyenyak. Hal ini bakal berputar secara terus-menerus dan bisa berdampak pada kesehaan kita. Agar pola tidur kita kembali normal dan sehat, perlu terjadi sejumlah perubahan pada hidup kita. Dilansir dari Harvard Health Blog, berikut sejumlah perubahan yang bisa dilakukan untuk kembali mendapat pola tidur yang sehat. Rutin beraktifitas Bangun pada waktu yang sama setiap hari. Pola tidur yang teratur…
Read More
Simak Gejala dan Penyebab Munculnya Meningitis

Simak Gejala dan Penyebab Munculnya Meningitis

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_7069" align="alignleft" width="300"] Foto: merdeka.com[/caption] Meningitis merupakan peradangan pada selaput atau membran yang melindungi otak dan saraf tulang belakang. Penyakit ini bisa disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, serta parasit. Secara usia, meningitis sangat mudah menyerang bayi dan anak-anak dibandingkan orang dewasa. Hal ini disebabkan oleh sistem pertahanan tubuh bayi dan anak-anak belum sekuat orang dewasa. Walau begitu bukan berarti bahwa orang dewasa bisa bebas dari penyakit ini karena tetap berisiko. Peradangan yang terjadi akibat meningitis ini biasanya bisa memicu gejala lain seperti sakit kepala, demam, serta leher kaku. Biasanya kasus ini bisa berakhir tanpa perawatan dalam beberapa minggu, namun pada beberapa kasus lain, hal ini bisa mengancam nyaman dan pertolongan antibiotik dengan segera. Dilansir dari Mayo Clinic, salah satu hal yang penting dilakukan jika mengetahui mengidap meningitis adalah dengan…
Read More
Hadapi Pandemi Corona, Penderita Diabetes Harus Tahu Ini

Hadapi Pandemi Corona, Penderita Diabetes Harus Tahu Ini

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_7059" align="alignleft" width="300"] Foto: kompas.com[/caption] Selama masa pandemi Covid-19 ini, seluruh orang harus lebih berhati-hati dengan kesehatan. Hal ini termasuk pada mereka yang memiliki penyakit bawaan seperti diabetes. Ketika seorang pengidap diabetes juga terinfeksi Covid-19, risiko komplikasi bakal meningkat pesat. Bagi seorang pengidap diabetes, sangat penting untuk mempertahankan gaya hidup sehat terutama di masa seperti ini. Hal ini bisa berdampak pada kesehatan dan kekuatan sistem imun tubuh. Ketika berada di dalam rumah saja seperti sekarang, sangat penting bagi penderita diabetes untuk melakukan sejumlah hal. Dilansir dari Medical Daily, berikut sejumlah cara untuk menjaga gula darah tetap aman di tengah pandemi Covid-19. Persiapkan obat Bagi penderita diabetes, mempertahankan kadar gula darah merupakan hal penting dalam pengobatan. Terkadang seseorang bakal mengalami hyperglikemia dan hypoglikemia, olah karena itu perlu mempersiapkan obat sebagai…
Read More
Takut Hadapi Covid-19, Ini Saran Dokter Kesehatan Jiwa

Takut Hadapi Covid-19, Ini Saran Dokter Kesehatan Jiwa

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_7056" align="alignleft" width="300"] Foto: Kompas.com[/caption] Kondisi tidak menentu pada masa pandemi COVID-19 menyebabkan rasa takut, cemas, dan khawatir pada masyarakat. Hal ini juga menimbulkan stigma pada pasien maupun tenaga kesehatan. Menurut dr. Zulvia Oktanida Syarif, Sp.KJ, stigmasisasi pada orang yang terinfeksi virus atau covid-19 atau tenaga medis kerap terjadi karena ketidaktahuan atau sumber informasi yang tidak tepat. “Muncul anggapan negatif itu karena ketidaktahuan. Soal Covid-19, perlu mengetahui cara mengatasi stigma dengan tepat seperti mencari informasi yang akurat dan mengetahui segala sesuatu dengan benar, termasuk bagaimana penyebaran atau penanganannya,” kata Vivi. Dokter yang berpraktik di RSUD Tarakan ini juga menjelaskan, seseorang bisa mencari informasi yang benar dari laman berita yang jelas terkonfirmasi seperti WHO, CDC, Kemenkes atau Dinas Kesehatan terkait. Dengan informasi yang didapat, seseorang bisa menjadi proteksi dan tidak…
Read More
Waspadai, Kecemasan Pengaruhi Sistem Pencernaan

Waspadai, Kecemasan Pengaruhi Sistem Pencernaan

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_7053" align="alignleft" width="300"] Foto: infokekinian.com[/caption] Rasa cemas yang berlebihan di masa pandemi Covid-19 ini dapat mempengaruhi sistem pencernaan. Yang terjadi sering merasa mual atau sakit perut. Sensasi tidak mengenakan dari perut ini menunjukkan bahwa otak dan sistem pencernaan terhubung. Sistem komunikasi atau koneksi antara sistem pencernaan dengan otak disebut gut - brain axis. Kedua organ ini terhubung, baik secara fisik maupun biokimia dengan beberapa cara berbeda. Usus manusia mengandung 10 hingga 100 triliun mikrobiota, atau hampir 10 kali lebih besar dari jumlah total sel dalam tubuh manusia. Mikrobiota usus memainkan peran penting dalam komunikasi dua arah antara usus dan sistem saraf pusat. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mikrobiota usus dapat memengaruhi fungsi otak melalui jalur neuroimun dan neuroendokrin serta sistem saraf. “Mikrobiota usus akan menghasilkan ratusan neurokimia yang digunakan otak…
Read More