Banyak Anak Terkena Penyakit Langka, Berikan Nutrisi Medis

Banyak Anak Terkena Penyakit Langka, Berikan Nutrisi Medis

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_6742" align="alignleft" width="300"] Foto: Grid.id[/caption] Kebanyakan orangtua berlomba untuk memenuhi nutrisi terbaik di 1000 Hari Pertama Kehidupan untuk mencegah stunting, atau kondisi gagal tumbuh akibat malnutrisi kronis. Namun, ada sekitar 350 juta orang dengan penyakit langka-dimana 30 persen diantaranya adalah anak-anak di bawah 5 (lima) tahun, yang bahkan berjuang memenuhi kebutuhan makanan untuk bertahan hidup. Tantangan dalam mendapatkan nutrisi dihadapi setiap hari oleh anak dengan penyakit langka, mulai dari sulitnya ketersediaan hingga mahalnya biaya yang harus dikeluarkan. Dalam momentum 100 tahun RSCM, Yayasan MPS dan Penyakit Langka Indonesia bersama dengan RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo dan Human Genetic Research Cluster IMERI FK Universitas Indonesia kembali mengedukasi mengenai kondisi anak dengan penyakit langka di Indonesia, nutrisi medis khusus yang dibutuhkan anak dengan penyakit langka, serta dukungan regulasi pemerintah yang dibutuhkan agar…
Read More
Kenali Resistensi Insulin, Beda Dengan Diabetes

Kenali Resistensi Insulin, Beda Dengan Diabetes

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_6718" align="alignleft" width="300"] Foto: wartaekonomi.com[/caption] Insulin merupakan hormon yang diproduksi pankreas, dan bertanggung jawab atas pemecahan gula dalam darah, serta digunakan sebagai sumber energi bagi tubuh. Bahkan ketika masalah diabetes begitu lazim saat ini, sangat sedikit orang yang mengetahui perinciannya. Banyak orang, menggunakan dua istilah diabetes dan resistensi insulin secara bergantian karena hubungan antara keduanya. Namun, pada dasarnya dua kondisi yang berbeda. Dilansir dari Times of India, resistensi insulin merupakan suatu kondisi ketika berbagai organ dalam tubuh berhenti bereaksi terhadap insulin. Ini juga disebut sebagai hiperinsulinemia atau sensitivitas insulin yang rendah. Insulin bertanggung jawab untuk mengirimkan sinyal ke berbagai organ untuk mengambil glukosa dalam darah dan menggunakannya untuk energi. Namun, ketika sinyal-sinyal ini diabaikan atau ditentang organ, itu disebut resistensi insulin. Sebagai respons terhadap resistensi ini, pankreas membuat lebih banyak…
Read More
Berikut 3 Cara Kurangi Obesitas Pada Anak

Berikut 3 Cara Kurangi Obesitas Pada Anak

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_6715" align="alignleft" width="300"] Foto: popmama.com[/caption] Sesuai penelitian yang dilakukan pada 2018 oleh Childhood Obesity, sebanyak 8,82 persen anak-anak di India mengalami obesitas. Ini masalah yang memprihatinkan karena dalam dua dekade terakhir, obesitas telah menyebabkan peningkatan dramatis dalam insiden diabetes tipe 2 pada anak-anak. Menurut penelitian, rutinitas anak memengaruhi lingkar pinggang mereka dan mengikuti jadwal selama tahun-tahun prasekolah berdampak pada kesehatan mereka hingga praremaja. Penelitian mengatakan bahwa mengajar anak-anak di awal kehidupan tentang bagaimana mengatur kesehatan fisik dan emosi mereka adalah kunci menuju kehidupan yang bahagia dan sehat di masa depan. Para peneliti mengamati 11.000 anak-anak dari U.K. Millennium Cohort Study, yang lahir antara 2001-2002. Mereka menemukan bahwa 41 persen anak-anak pada usia 3 tahun memiliki waktu tidur yang teratur, hampir setengah dari mereka memiliki waktu makan yang teratur dan…
Read More
Gangguan Mental Picu 3 Penyakit Berat

Gangguan Mental Picu 3 Penyakit Berat

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_6710" align="alignleft" width="300"] Foto: msn.com[/caption] Dari sebuah penelitian ditemukan risiko penyakit kardiovaskular akibat penyakit mental saat ini mencapai 60 persen. Penyakit mental yang parah seperti gangguan bipolar, depresi klinis, dan lainnya sering dikaitkan dengan risiko tinggi penyakit kardiovaskular. Dilansir dari Times Now New, risiko ini juga ditentukan karena faktor risiko lain seperti merokok yang dipicu oleh penyakit mental tersebut. Namun, tidak semua algoritma prediksi risiko memperhitungkan risiko obat antipsikotik yang diresepkan, sehingga mengarah pada perkiraan risiko yang terlalu rendah. Diagnosis dan pengobatan gangguan kesehatan mental dan penyakit merupakan hal penting. Namun, risiko berbagai penyakit yang terkait dengannya adalah apa yang membuatnya semakin penting. Kesehatan mental yang buruk juga dapat memiliki efek buruk pada kesehatan fisik. Sementara itu, menurut Asosiasi Kesehatan Mental Kanada, kesehatan mental dan fisik secara mendasar terkait…
Read More
Maksimalkan Pertumbuhan Anak, Beri Menu Padat Gizi

Maksimalkan Pertumbuhan Anak, Beri Menu Padat Gizi

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_6707" align="alignleft" width="300"] Foto: .dictio.id[/caption] Pilihan makanan yang kurang bergizi serta literasi gizi yang masih rendah, menjadi bagian yang mempengaruhi ketidakseimbangan kualitas asupan zat gizi sehari-hari. Sayang, hal ini masih belum dipahami para orangtua. Sementara, orangtua memiliki peran krusial dalam menyusun menu padat gizi. Hal ini untuk mendukung pertumbuhan maksimal, salah satunya dengan memastikan pemenuhan kebutuhan pangan hewani. “Untuk meningkatkan minat dan daya terima anak pada asupan bergizi, orang tua juga perlu cerdas dalam mengolah menu makanan yang sehat juga praktis. Di samping itu, aneka bahan pangan lokal pun dapat dimanfaatkan untuk mencapai pemenuhan gizi seimbang, dengan membuat variasi terutama mengganti bahan yang sudah biasa digunakan dengan pangan lainnya,” kata Pakar Dietisien, Geetruida D. Rory, SKMRD. Dia mencontohkan, penggunaan santan yang dapat diganti dengan susu sapi. Pemanfaatan susu sebagai paduan…
Read More
Semangat Beraktivitas Minimalisir Penyakit Tak Menular

Semangat Beraktivitas Minimalisir Penyakit Tak Menular

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_6690" align="alignleft" width="300"] Foto: ciputrahostpital.com[/caption] Penyebab kematian terbanyak di Indonesia saat ini disebabkan penyakit tidak menular seperti stroke, penyakit ginjal kronis, diabetes melitus, dan hipertensi. Kurangnya aktivitas fisik seseorang akan berpotensi mengalami penyakit tersebut. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan proporsi penduduk Indonesia usia lebih dari 10 tahun yang kurang melakukan aktivitas fisik jumlahnya meningkat dari 26,1 persen pada 2013 menjadi 33,5 persen pada 2018. Menurut drg. Kartini Rustandi, M.Kes., Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga, perlunya aktivitas fisik untuk meningkatkan kebugaran jantung, paru, kekuatan dan daya tahan otot, serta menurunkan risiko penyakit tidak menular. “Jalan kaki salah satu aktivitas fisik yang murah dan mudah dilakukan. Semua kegiatan aktivitas fisik mudah dilakukan tanpa biaya mahal, yang penting mau. Kalau ingin hasilnya baik berdampak harus teratur,” kata Kartini. Kartini menambahkan jika…
Read More
Anak Rentan Batuk Pilek? Ini Penyebabnya

Anak Rentan Batuk Pilek? Ini Penyebabnya

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_6684" align="alignleft" width="300"] Foto: theasianparent.id[/caption] Anak kecil rentan terkena batuk pilek. Kondisi sistem kekebalan tubuh anak kecil yang masih berkembang membuat mereka belum mampu menerima paparan kuman yang begitu banyak dan bertebaran di lingkungan sekitar. “Kenapa anak kecil mudah batuk pilek. Ya, karena kuman yang jenisnya jutaan itu belum 'dikenal' semua oleh tubuhnya. Beda dengan kita yang hidup 20 atau 30 tahun. Tubuh kita sudah terbiasa dengan paparan kuman. Itulah kenapa kita (orang dewasa) tidak mudah sakit atau serentan anak kecil dan bayi,” papar dokter spesialis anak Kanya Fidzuno. Pada prinsipnya, ketika ada kuman masuk ke dalam tubuh, sistem kekebalan kita akan berupaya mengenali kuman asing. Secara normal, tubuh mulai beradaptasi dengan kuman. “Kalau kita pertama kali terpapar suatu kuman, misalnya, bisa saja kita langsung sakit. Tapi begitu tubuh…
Read More
Penderita Silent Killer Terus Menanjak

Penderita Silent Killer Terus Menanjak

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_6687" align="alignleft" width="300"] Foto: cnnindonesia.com[/caption] Penderita hipertensi di dunia begitu mencengangkan. Sekitar 26 persen populasi dunia atau sekitar 972 juta orang diantaranya menderita hipertensi dan prevalensinya diperkirakan meningkat menjadi 29 persen pada 2025. Bagaimana dengan Indonesia? Estimasi jumlah kasus hipertensi di Indonesia sebanyak 63.309.620 orang, sedangkan angka kematian akibat hipertensi sebesar 427.218 kematian. Hipertensi terjadi pada kelompok umur 31-44 tahun (31,6%), umur 45-54 tahun (45,3%), umur 55-64 tahun (55,2%). Banyak pasien hipertensi yang tidak mengetahui bahwa dirinya telah menderita tekanan darah tinggi karena seringkali tidak adanya gejala. Oleh karenanya hipertensi sering disebut sebagai pembunuh senyap atau silent killer. “Seseorang dikatakan menderita hipertensi apabila secara meyakinkan memiliki tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg pada sedikitnya 3x pengukuran dengan cara dan alat yang benar…
Read More
Cegah Stunting, Perhatikan Protein yang Dikonsumsi Anak

Cegah Stunting, Perhatikan Protein yang Dikonsumsi Anak

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_6681" align="alignleft" width="300"] Foto: medcom.id[/caption] Sumber protein, baik hewani maupun nabati, memiliki pengaruh positif apabila diberikan saat anak berusia enam bulan atau mulai mengonsumsi Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI). Hal ini dikatakan Pakar gizi dari Universitas Indonesia, Prof Dr dr Saptawati Bardosono MSc., di Jakarta, beberapa waktu lalu. Menurutnya, energi total yang masuk ke tubuh si kecil berkontribusi sebesar 40 persen agar anak tidak stunting. “Kalau protein (saja) 34 persen, tapi kalau protein yang berkualitas sudah 40 persen. Kalau kita gabung (dari sumber makanan lain) menjadi 43 persen,” kata Saptawati. Salah satu sumber protein adalah susu. Oleh sebab itu, Saptawati menganjurkan kepada para ibu agar memasukkan kegiatan minum susu di periode pemberian makanan pendamping ASI (MPASI). Pemberian susu dan sumber protein lainnya di periode tersebut akan merangsang pertumbuhan…
Read More
Ini Tanda-Tana Munculnya Penyakit Mental

Ini Tanda-Tana Munculnya Penyakit Mental

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_6675" align="alignleft" width="300"] Foto: idntimes.com[/caption] Berbagai masalah kesehatan mental kerap muncul seperti, depresi, kecemasan, gangguan bipolar, namun banyak orang tidak menyadarinya. Sejatinya, kesehatan mental mencakup kesejahteraan psikologis, sosial, dan emosional seseorang. Kesehatan mental sering diabaikan dan perlu tindakan segera karena memengaruhi perasaan, tindakan, dan cara berpikir. Guna mengentaskan masalah kesehatan mental, sangat penting untuk meningkatkan kesadaran tentang masalah kesehatan mental dan mencari bantuan yang tepat ketika gejala tersebut muncul. Sementara, tanda-tanda penyakit mental di antaranya adalah halusinasi, berpikir bingung atau delusi, penarikan dari koneksi sosial, penggunaan zat dan pikiran untuk bunuh diri. Dilansir dari Times Now News, penyakit mental juga memiliki gejala lain yang harus diperhatikan. Mulai dari kekhawatiran atau kecemasan yang berlebihan Perasaan marah yang kuat Perubahan kebiasaan tidur Kesedihan atau iritabilitas yang berkepanjangan Kehilangan minat dalam aktivitas…
Read More