Simak Gejala Tubuh Kekurangan Protein

Simak Gejala Tubuh Kekurangan Protein

Artikel Umum, Artikel
Asupan harian protein yang disarankan para ahli kesehatan adalah 46 gram untuk perempuan dan 56 gram untuk laki-laki. Namun, terkadang tak semua orang bisa mencukupi kebutuhan protein harian itu. Berikut adalah tanda-tanda apabila tubuh kekurangan protein, dilansir Medical Daily:  Selalu lapar Saat Anda merasa lapar padahal sudah makan berlebihan sepanjang hari, itulah salah satu tanda asupan protein dalam tubuh Anda kurang. Menurut peneliti Dr. Alison Gosby, “Terlepas dari usia dan IMT (Indeks Massa Tubuh) Anda, nafsu makan yang kuat akan terus membuat Anda makan hingga kebutuhan protein tercukupi. Ini berarti Anda lebih banyak makan dari yang seharusnya”. Massa otot berkurang Proses mempertahankan kekuatan otot dan mendukung perbaikannya tak akan lancar tanpa cukup asam amino yang berasal dari protein. “Jika Anda kekurangan asam amino, tubuh…
Read More
4 Cara Sederhana Bikin Si Kecil Mengerti Matematika

4 Cara Sederhana Bikin Si Kecil Mengerti Matematika

Artikel Anak, Artikel
Si kecil kerap kali mengalami kesulitan dalam mengerjakan matematika. Pemahaman tentang bentuk, ukuran, dan tempat akan membantu si kecil mengembangkan kecerdasan berhitung. Dengan permainan spasial dapat membantu anak memahami ukuran, posisi, dan gerakan. Keterampilan spasial ini akan mempengaruhi kemampuan matematika anak dan kemampuan anak untuk memahami petunjuk. Kemampuan spasial adalah salah satu keterampilan untuk mengukur kesiapan anak memasuki taman kanak-kanak. Di Taman kanak-kanak, anak akan mengenali dan memberi nama 4 bentuk seperti lingkaran, kotak, segitiga, dan persegi panjang. Hal ini merupakan awal pelajaran geometri pada anak. Anak juga belajar kata matematika spasial seperti di depan, belakang, dan di atas. Seorang anak akan mengetahui posisi seperti di akhir baris atau di samping teman saat belajar bermain. Pakar matematika awal Douglas Clement mengatakan hal ini sebagai…
Read More
Ternyata Banyak Berderma Menyehatkan Otak

Ternyata Banyak Berderma Menyehatkan Otak

Artikel Umum, Artikel
Tindakan mulia berupa berderma ternyata tidak hanya bermanfaat bagi yang menerima, tapi juga yang memberi. Pakar neurosains Profesor Taruna Ikrar menjelaskan, seseorang yang menolong orang lain biasanya akan berbahagia lantaran melihat dirinya bermakna di tengah komunitas. Dalam perspektif sains, semua perasaan yang dialami manusia merupakan hasil reaksi kimia yang bekerja di dalam tubuh. Reaksi kimiawi yang dimaksud bertanggung jawab mengendalikan semua aspek emosi, baik yang bersifat positif maupun negatif. Perasaan positif seperti kebahagiaan ditentukan oleh neurotransmitteratau pun konsentrasi dan regulasi macam-macam hormon, semisal oksitosin, endorfin, atau serotonin. Oksitosin dinamakan pula sebagai esensi empati (essence of empathy) karena mampu memengaruhi setiap aspek kehidupan. Sementara itu, hormon endorfin berfungsi mengubah rasa sakit menjadi kegembiraan. Adapun serotonin bertanggung jawab memicu emosi bahagia dan ramah serta mencegah depresi. Taruna…
Read More
Perangkat Digital Picu Mata Kering pada Anak

Perangkat Digital Picu Mata Kering pada Anak

Artikel Anak, Artikel
Seringnya anak menggunakan perangkat digital bisa mengakibatkan mata kering. Orangtua wajib mewaspadai hal tersebut. Hal ini disampaikan Amber Gaume Giannoni, spesialis optometri lokal di College of Optometry di Universitas Houston, Amerika Serikat, mengatakan, makin sering anak-anak menatap perangkat digital layar pendar, mereka cenderung jarang berkedip, yang menyebabkan mata kering. Kedipan mata dapat merangsang kelenjar melembapkan mata. Seperti dilansir dari laman Boldsky,studi tersebut juga menunjukkan anak-anak berusia 8 tahun dapat menghabiskan 6 jam sehari di depan layar. Giannoni menyarankan orangtua membatasi waktu anak menonton televisi dan memperhatikan gejala seperti berkedip serta menggosok mata. Dia merekomendasikan metode 20-20-20 untuk mengurangi ketegangan mata digital, yakni istirahat 20 detik untuk setiap 20 menit mata menatap perangkat digital dan sekitar 6 meter jarak televisi dengan mata. (RN)
Read More
Faktanya Polusi Udara Ancam Kesehatan Ginjal

Faktanya Polusi Udara Ancam Kesehatan Ginjal

Artikel Umum, Artikel
Polusi udara diketahui dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit ginjal kronik (PGK). Temuan ini diungkapkan oleh tim peneliti dari University of Michigan dalam jurnal PLOS ONE. Tim peneliti mengungkapkan polusi udara sama seperti halnya asap rokok. “Seperti asap rokok, polusi udara mengandung toksin berbahaya yang dapat secara langsung mempengaruhi ginjal,” ungkap ahli epidemiologi dari Michigan Medicine sekaligus ketua peneliti Jennifer Bragg Gresham MS PhD seperti dilansir Science Daily. Polusi udara mengandung partikel halus atau PM2.5 yang hampir tidak memiliki bobot. Karena hampir tidak memiliki bobot, PM2.5 bisa bertahan di udara lebih lama sehingga ada kemungkinan partikel halus ini terhirup tanpa disadari. PM2.5 diketahui dapat menyebabkan efek kesehatan yang serius jika sering terhirup. Analisis data dari klaim Medicare dan data kualitas udara dari Center for Disease Control and…
Read More
Awasi Jangan Sampai Anak Kecanduan Gadget

Awasi Jangan Sampai Anak Kecanduan Gadget

Artikel Anak, Artikel
Badan kesehatan dunia mengklasifikasikan kecanduan game di bawah klasifikasi gangguan adiksi. Gangguan mental tersebut dinamakam gaming disorder. Menurut Kristiana Siste Kurniasanti, psikiater adiksi yang juga merupakan Kepala Departemen Medik Kesehatan Jiwa RSCM-FKUI, WHO mendeskripsikan gaming disorder, sebagai perilaku bermain game yang bersifat persisten atau terus menerus baik online maupun off line. Adapun gejala yang dideskripsikan oleh WHO di antaranya, ketidakmampuan mengontrol kegiatannya bermain. Siste menyebut, frekuensi bermain pada mereka yang kecanduan akan meningkat. “Tadinya seminggu hanya tiga kali menjadi setiap hari atau dalam sehari hanya dua jam menjadi lima jam. Jadi ada peningkatan frekuensi, lama waktu bermainnya dan ada peningkatan intensitasnya,” terang Siste di Jakarta. Gejala lainya ialah lebih memprioritaskan bermain game daripada kegiatan-kegiatan sehari-hari. Orang yang kecanduan game, akan tetap meneruskan frekuensi mainnya walaupun…
Read More
Wahai Perempuan Sayangi Tulang Anda

Wahai Perempuan Sayangi Tulang Anda

Artikel Umum, Artikel
Kebiasaan minum alkohol dalam jumlah banyak berisiko terhadap kesehatan, khususnya bagi kesehatan tulang. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Studies on Alcohol and Drugs seperti dikutip dari Shape, mengungkapkan mengungkapkan bahwa wanita dewasa muda yang menikmati minuman keras akan berisiko lebih tinggi mengalami kesehatan tulang yang buruk di masa depan. Untuk penelitian ini, lebih dari 80 mahasiswi ditugaskan untuk mengisi survei yang merekam aktivitas fisik dan kebiasaan minum mereka. Selain itu, mereka juga diminta untuk menjalani pemindaian tulang. Dengan menggunakan informasi ini, para peneliti menyimpulkan bahwa peminum berat (memiliki empat atau lebih minuman dalam dua jam) ditemukan memiliki massa tulang yang lebih rendah di tulang belakang. Ini adalah penyebab umum nyeri pinggang bawah. Periode penting antara 20 dan 25 tahun adalah ketika massa tulang…
Read More
Lagi Demam Bolehkan Anak Tidur di Ruangan ber-AC

Lagi Demam Bolehkan Anak Tidur di Ruangan ber-AC

Artikel Anak, Artikel
Ketika anak demam, orangtua pasti galau dan cemas. Apa pun dilakukan untuk menurunkan panas tubuhnya. Salah satu yang menjadi perdebatan adalah AC--apakah perlu dimatikan atau tidak? Jika dimatikan, udara panas malah membuat anak tidak bisa tidur dan istirahat dengan nyaman. Sebetulnya, tidak ada larangan anak yang sedang demam tidak boleh tidur di ruangan ber-AC. Sebab, saat demam, tubuh anak lemas, sulit tidur, dan tak napsu makan. Mereka juga lebih gampang berkeringat. Karena itu, anak harus berada di ruangan yang dingin dan sejuk untuk mendapatkan kenyamanan. Penggunaan AC saat tidur tidak memperburuk kondisi anak yang sedang demam, demikian kata dr. Theresia Rina Yunita. Jadi sah-sah saja jika membiarkan AC di kamar anak tetap menyala. Namun, perlu diperhatikan juga pengaturan suhu serta hal lainnya agar anak…
Read More
Atasi Kolesterol Jahat Dengan 9 Langkah Berikut

Atasi Kolesterol Jahat Dengan 9 Langkah Berikut

Artikel Umum, Artikel
Kolesterol adalah substansi yang diproduksi oleh hati dan terbentuk karena konsumsi produk hewani, seperti daging-dagingan, susu, dan telur. Mengonsumsi lemak jenuh, lemak tak jenuh dan gula bisa meningkatkan kadar kolesterol. Kolesterol pun memiliki tipe berbeda. Ada kolesterol HDL yakni kolesterol baik yang memberi manfaat bagi tubuh. Ada pula kolesterol LDL, yang ketika teroksidasi bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, serangan jantung, serta stroke. Kolesterol LDL yang teroksidasi cenderung akan menempel pada dinding arteri, dan membentuk plak yang menyumbat pembuluh darah. Meski kamu memiliki angka kolesterol LDL tinggi, hanya dengan cermat memilih makanan, kamu bisa menurunkan risiko penyakit. Makanan kaya serat larut Soluble fiber atau serat yang mudah larut bisa ditemukan pada kacang-kacangan, biji-bijian utuh, apel, sitrus, dan lainnya. Kita direkomendasikan untuk mengonsumsi sedikitnya 5-10 gram…
Read More
Anemia Miliki Efek Jangka Panjang pada Anak

Anemia Miliki Efek Jangka Panjang pada Anak

Artikel Anak, Artikel
Anemia masih menjadi masalah besar bagi kesehatan masyarakat global dengan jumlah penderita yang mencapai 2,3 miliar jiwa. Menurut Zulfiqar Ahmed Bhutta, Ketua Kesehatan Anak Global sekaligus Direktur Pendidi Pusat Keunggulan Kesehatan Perempuan dan Anak di Universitas Aga Khan, Asia Tenggara dan Afrika tercatat memiliki prevalensi tertinggi. “The Health World Assembly telah menerapkan sebuah rencana implementasi yang komprehensif untuk mencapai enam target nutrisi global dengan satu tujuan spesifik, yakni untuk mengurangi 50 persen tingkat anemia pada wanita usia subur pada tahun 2025,” ungkapnya. Zulfiqar menjelaskan di Asia Tenggara, ada 202 juta wanita yang terkena anemia sedangkan di Pasifik Barat, ada sekitar 100 juta jiwa. Sebanyak 41,8 persen ibu hamil dan kurang lebih 600 juta anak sekolah dasar dan anak usia sekolah di seluruh dunia adalah penderita…
Read More