Kenali Food Coma dan Pencegahannya

Kenali Food Coma dan Pencegahannya

Artikel Umum, Artikel
Food coma adalah kondisi superlemas yang dialami setelah kita makan terlalu banyak. Ketika mengalami food coma biasanya seseorang merasakan kelelahan dan lesu yang sangat hebat, hingga beberapa jam setelah makan. Pada saat tersebut, kita merasa tak bisa melakukan kegiatan apa pun, perut begah, dan cenderung mengantuk. Dikutip dari verywellfit.com, food coma atau postprandial somnolence adalah kondisi nyata yang diteliti para ilmuwan. Terdapat beberapa teori yang menyebutkan penyebab dari food coma. Misalnya, food coma terjadi ketika seseorang terlalu banyak mengonsumsi tryptophan, yakni asam amino yang terdapat di beberapa produk daging dan susu. Ketika asam amino dikonsumsi bersama dengan makanan tinggi karbohidrat, makanan tersebut akan mudah masuk ke otak, dan meningkatkan level serotonin. Serotonin adalah neurotransmitter yang meningkatkan rasa rileks bahkan malas ketika level serotonin melambung.…
Read More
Rekam Saat Marahin Anak Bisa Bunuh Karakater Buah Hati

Rekam Saat Marahin Anak Bisa Bunuh Karakater Buah Hati

Artikel Anak, Artikel
Mengekspos anak dalam kondisi tidak menyenangkan bukan saja bisa mempermalukan, tapi juga membunuh karakter anak. Hal itu merupakan hasil penelitian sejumlah psikolog di Amerika Serikat. Menurut Karyl McBride, terapis masalah pernikahan dan keluarga berlisensi asal Denver, Colorado, Amerika Serikat, “Anak akan merasa tidak percaya diri dan selalu meragukan dirinya sendiri.” “Anak akan belajar untuk tidak mempercayai orang lain dan perasaannya sendiri, menyebabkan seorang anak merasa gagal dan buruk,” kata Karyl. Sementara itu, BelaSood, psikiater anak dan dewasa dari Pusat Perawatan Anak Virginia di Virginia, Amerika Serikat, menyatakan merekam anak dalam kondisi dihukum dan kemudian membagikan hasil rekaman ke media sosial menandakan adanya gangguan kemampuan berkomunikasi pada orangtua. Efeknya, hubungan orangtua dengan anak bisa semakin renggang. “Hal itu menunjukkan…
Read More
Merasa Lebih Muda Bikin Panjang Umur

Merasa Lebih Muda Bikin Panjang Umur

Artikel Umum, Artikel
Mereka yang cenderung merasa lebih muda dari usia kronologis umumnya memiliki umur yang panjang. Diyakini, perasaan masih muda bisa membantu harapan hidup lebih panjang, khususnya bagi mereka yang telah lanjut usia (lansia). Agar merasa lebih muda bisa dilakukan dengan cara mengontrol diri. “Pada hari-hari ketika Anda merasa lebih terkontrol untuk Anda - Anda cenderung merasa lebih muda,” kata peneliti psikologi di Friedrich Schiller University di Jerman, Jennifer Bellingtier  seperti dilansir dari Time. Dalam penelitian ini, Bellingtier melibatkan 116 responden usia dewasa berusia 60-90 tahun dan 106 responden dewasa berusia 18-36 tahun. Survei tersebut dilakukan Bellingtier selama sembilan hari setiap hari. Peneliti memberikan beberapa pertanyaan pada setiap responden. Diantaranya terkait usia para responden, bagaimana mengendalikan kehidupan dan apa yang mereka rasakan hari itu. Saat hari…
Read More
Kenali Gangguan Anemia Pada Anak

Kenali Gangguan Anemia Pada Anak

Artikel Anak, Artikel
Anemia adalah kondisi ketika jumlah sel darah merah atau konsentrasi pengangkut oksigen dalam darah (Hb) tidak mencukupi kebutuhan fisiologis tubuh. Orangtua sering tidak menyadari gejala anemia pada anak sehingga terlambat menyadari kehadiran penyakit ini. Gejala anemia pada anak seperti kehilangan selera makan, sulit fokus, penurunan sistem kekebalan tubuh, dan gangguan perilaku, atau orang awam lebih mengenal dengan gejala 5L (lesu, lemah, letih, lelah, lunglai), wajah pucat, kunang-kunang. Murti Andriastuti, Ketua Satuan Tugas Anemia Defisiensi Besi, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), mengatakan, anemia defisiensi besi (ADB) merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi pada anak-anak. Komplikasi jangka panjang ADB dapat meliputi gangguan sistem kardiovaskular, sistem imun, gangguan perkembangan, psikomotor serta kognitif. “Anemia sendiri dapat disembuhkan, namun komplikasi yang timbul dapat bersifat permanen dan tidak dapat diperbaiki. Untuk…
Read More
Sering-seringlah Telepon Orangtua, Jika Tidak, Buruk Akibatnya!

Sering-seringlah Telepon Orangtua, Jika Tidak, Buruk Akibatnya!

Artikel Umum, Artikel
Kesibukan di masa kini kerap menyedot waktu yang tidak sedikit. Begitu juga tenaga dan pemikiran seseorang. Tak heran, tidak sedikit anak yang menjadi lupa pada orangtuanya lantaran kesibukannya. Akibatnya, kita semakin jarang berkomunikasi dengan mereka. Padahal, jasa orangtua sungguh besar bagi kehidupan kita. Dan kita tak mungkin sanggup membayarnya. Kurangnya perhatian pada orangtua ini, menurut sebuah riset dari University of California-San Francisco, ternyata berdampak besar pada kesehatan mereka. Riset dilakukan selama 6 tahun dengan meneliti 1600 orang dewasa dengan rata-rata usia 71 tahun. Peneliti menganalisa rasa kesepian, penurunan fungsi tubuh, dan tingkat kematian yang terjadi pada subjek penelitian. Hasilnya, periset menemukan bahwa 23 persen peserta riset meninggal dalam kesepian dalam 6 tahun. Sementara itu, hanya 14 persen peserta riset yang wafat dengan tingkat kasih…
Read More
Nutrisi dan Kebersihan Bayi Dalam Kandungan Faktor Penentu

Nutrisi dan Kebersihan Bayi Dalam Kandungan Faktor Penentu

Artikel Anak, Artikel
Sejak awal masa kandungan, para calon ibu harus memperhatikan nutrisi yang diberikan pada calon bayinya. Apalagi setelah sang bayi lahir dan mengalami momen ‘periode emas’ usianya. Masa emas anak itu terjadi pada usia 0 hingga 2 tahun, oleh karena itu para mom juga harus tahu betapa pentingnya momen tersebut. Hal itu karena segala sesuatu yang didapatkan sang anak pada periode itu akan berdampak pada tumbuh kembang mereka. Menurut Dr Natia Anjasari SpA dari Brawijaya Hospital, perlindungan kesehatan, dimulai saat ibu hamil pada usia 0-9 bulan, atau 280 hari hingga bayi tersebut berusia 2 tahun atau 730 hari setelah kelahiran. Para ibu harus mengetahui pentingnya menjaga asupan nutrisi dan kebersihan agar tumbuh kembang anak tidak terhambat. “Bayi dari dalam kandungan sampai (usia) 2 tahun, karena…
Read More
Waspadai Kesepian Berdampak Lansia Kurang Gizi

Waspadai Kesepian Berdampak Lansia Kurang Gizi

Artikel Umum, Artikel
Kesepian ternyata bisa menyebabkan peningkatan jumlah orang tua yang menderita kelaparan dan kekurangan gizi. Berdasarkan riset, epidemi kesepian mengakibatkan banyak orang makan sendirian. Dan, hampir 1,2 juta orang berusia di atas 75 tahun mengalaminya. Hampir seperlima orang berusia di atas 75 tahun wafat setelah tiga bulan atau lebih hidup tanpa seseorang untuk makan bersama. Dan, satu dari 10 orang mengaku mereka kurang nafsu makan karena tak ada teman untuk makan bersama. Dilansir dari laman Express, riset ini dilakukan oleh pusat penelitian penuaan dan demensia, Bournemouth University, Inggris. Survei dilakukan terhadap 1.013 orang berusia di atas 50 tahun. Hasil survei menemukan lebih dari seperempat orang berusia 75 tahun percaya mereka tidak membutuhkan makanan sebanyak dulu. Sekitar 20 persen orang memasak makanan mereka sendiri dan lebih…
Read More
Penting Perhatikan Nutrisi Zat Besi Pada Anak

Penting Perhatikan Nutrisi Zat Besi Pada Anak

Artikel, Artikel Umum
Salah satu penyakit yang kerap menyerang anak-anak adalah anemia . Ini adalah kondisi ketika jumlah sel darah merah atau konsentrasi pengangkut oksigen dalam darah (Hb) tidak mencukupi kebutuhan fisiologis tubuh. Berdasarkan laporan Anemia Convention 2017, ada 85 persen populasi di Asia Tenggara dan Afrika yang menderita anemia. Kaum perempuan serta anak-anak menjadi penderita terbanyak. Untuk itu, langkah pencegahan harus dilakukan. Bagi anak-anak, pencegahan bisa dimulai lewat pengaturan pola makan sejak dini. Nutrisi menjadi faktor penting agar anak tidak terkena anemia. “Faktor terbanyak adalah nutrisi. Kita harus memperhatikan kandungan zat besi,” kata Dr. Murti Andriastuti Sp.A(K). Kandungan zat besi bisa diperoleh dari lauk pauk. Contohnya adalah daging merah dan sayuran. Anak sebaiknya mengonsumsi makanan tersebut sejak berusia 6 bulan. “Kandungan lauk pauk lebih tinggi dari karbohidrat. Daging merah…
Read More
Berikut 11 Tanda Sakit Jantung yang Kerap Disepelekan

Berikut 11 Tanda Sakit Jantung yang Kerap Disepelekan

Artikel Anak, Artikel
Penyakit jantung adalah salah satu penyebab utama kematian di dunia. Seringkali, tanpa kita sadari kita telah memiliki gejala tersebut tapi diacuhkan. Ada beberapa tanda yang harus diperhatikan untuk kemudian menjaga kesehatan jantung ke depannya. Apa saja? Dilansir dari Shared.com, ini dia. Sulit tidur Kurang tidur bisa sangat berbahaya. Itu sebabnya, orang yang kurang tidur cenderung punya masalah kesehatan. Salah satu efek kurang tidur dapat berdampak pada otot jantung. Bila kita mendapatkan istirahat yang baik, detak jantung dan tekanan darah akan turun. Jadi, orang yang kurang tidur berisiko terkena tekanan darah tinggi yang berujung pada sakit jantung. Jika Anda menderita sleep apnea, terbangun beberapa kali di malam hari, kemungkinan jantung Anda ikut menderita. Ruam kulit atau bintik-bintik Jika Anda menderita kondisi kulit seperti eksim dan ruam saraf,…
Read More
Pilek Bisa Akibatkan Ganggung Pendengaran Anak

Pilek Bisa Akibatkan Ganggung Pendengaran Anak

Artikel Anak, Artikel
Berbagai penyakit kerap muncul ditengah cuaca yang tidak menentu. Ini akibat dari kekebalan tubuh yang cenderung menurun. Salah satunya adalah sakit pilek. Penyakit ini kerap mengganggu anak dan membuatnya rewel. Waspadai bila anak Anda menderita pilek. Sebab, jika dibiarkan, penumpukan cairan ketika pilek bisa mengganggu pendengaran. Pada anak-anak, ventilasi dari telinga ke tenggorokan berbentuk rata sehingga lebih mudah mengalami infeksi. “Jika dibiarkan, cairan yang terkumpul ini bisa memecahkan gendang telinga yang sangat tipis," ucap ketua Perhimpunan Dokter Spesialis THT Bedah Kepala Leher Indonesia (PERHATI-KL) Soekirman Soekin di Jakarta, beberapa waktu lalu. Solusinya, dengan segera menyembuhkan sakit pilek. Soekirman juga mengingatkan para orang tua waspada terhadap pilek pada anak yang tak kunjung sembuh, terutama anak yang memiliki alergi. Jika pilek menyebabkan hidung tersumbat, disarankan tidak…
Read More