Kenali Pemicu Kanker di Sekitar Kita

Kenali Pemicu Kanker di Sekitar Kita

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_5004" align="alignleft" width="300"] Foto: starberita.com[/caption] Hasil riset yang dipimpin oleh peneliti dari Universite Sorbonne di Paris menyatakan, terlalu banyak mengonsumsi makanan olahan dapat meningkatkan risiko kanker. Demi mendapatkan hasil yang akurat, periset meneliti catatan medis, dan kebiasaan makan lebih dari 100.000 orang dewasa. Periset juga mendaftar asupan khas mereka dari 3.300 jenis makanan yang berbeda. Makanan yang melalui pemrosesan terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit kanker. Makanan tersebut termasuk kue, nugget ayam, roti yang diproduksi massal, minuman bersoda, manisan, dan daging olahan. Semua makanan itu umumnya mengandung zat aditif, perasa, dan pengawet, serta tinggi gula, lemak, dan garam. Seperti dilansir laman CNBC, dalam riset yang telah diterbitkan dalam British Mendical Journal, terlihat ada peningkatan jumlah makanan olahan sebesar 10 persen dalam diet responden. Hal tersebut ternyata mampu meningkatkan risiko…
Read More
Atas Flu pada Anak Tanpa Obat

Atas Flu pada Anak Tanpa Obat

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_4998" align="alignleft" width="300"] Foto: buletinibu.com[/caption] Orangtua terkadang menjadi kerepotan tatkala mendapati anaknya terserang sakit flu. Ini lantaran kebanyakan anak menjadi rewel sehingga memerlukan perhatian khusus. Sebenarnya, obat flu dan batuk untuk anak-anak mudah ditemukan di toko-toko. Meski begitu, sebenarnya ada cara lain untuk membantu mengatasi flu pada anak tanpa tergantung pada obat-obatan dan berikut di antaranya, seperti dilansir Very Well. Gunakan semprotan saline Salah satu cara paling aman dan efektif untuk merawat flu pada anak adalah dengan menggunakan obat semprot atau tetes hidung yang mengandung garam atau saline. Obat ini bisa digunakan pada anak dan orang dewasa, bahkan bayi yang baru lahir sekalipun. Saline tak mengandung bahan kimia, hanya cairan garam biasa, dan bisa membantu mengatasi hidung yang tersumbat sehingga anak lebih mudah bernapas. Gunakan pelembap ruangan Ketika cuaca…
Read More
Waspadai Wanita Kerap Merasa Lelah Tanda Kena Endometriosis

Waspadai Wanita Kerap Merasa Lelah Tanda Kena Endometriosis

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_4986" align="alignleft" width="300"] Foto: conceptfertility.co.uk[/caption] Penelitian terbaru menunjukkan, bahwa wanita yang kerap alami kelelahan kronis bisa menjadi pertanda alami endometriosis. Endometriosis membuat sel-sel yang seharusnya berada dalam rahim justru berkembang di area panggul. Penyakit ini tercatat mempengaruhi 6-10 persen wanita. Selain rasa sakit, pasien endometriosis juga akan mengalami infertilitas jika sel-sel tersebut mempengaruhi hormon yang dilepaskan sepanjang siklus menstruasi dan berkembang dalam struktur tuba fallopi. Namun, kondisi ini sulit didiagnosis sehingga memerlukan pembedahan untuk mengangkat sel-sel endometrium. Namun kini tak perlu khawatir. Pasalnya, seperti dilansir dari Independent, peneliti menyatakan bahwa kelelahan merupakan salah satu gejela endometriosis sehingga penyakit ini bisa diidentifikasi dengan mudah. Dimana hasil penelitian ini menunjukkan, wanita yang didiagnosis alami endometriosis, berisiko dua kali lebih besar alami kelelahan kronis. “Temuan ini menunjukkan bahwa endometriosis memiliki efek pada…
Read More
Jangan Anggap Remeh Flu Pada Anak

Jangan Anggap Remeh Flu Pada Anak

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_4980" align="alignleft" width="300"] Foto: www.bundaupdate.com[/caption] Banyak orangtua menganggap gejala pilek serta panas tinggi pada anak hanya penyakit biasa atau flu saja. Ternyata, istilah tersebut ternyata keliru dalam kesehatan medis. Istilah yang lebih tepat adalah selesma alias common cold (demam biasa). Penyakit ini berasal dari 100 virus yang menghinggapi tubuh. Salah satunya adalah virus flu. “Istilah flu itu keliru. Istilah yang benar adalah selesma atau common cold . Flu itu satu virus. Selesma terjadi karena ada 100 virus yang muncul,” jelasdr. Darmawan Budi Setyanto Sp.A(K). Selesma menyerang hidung dan tenggorokan. Gejala penyakit ini termasuk bersin, ingus keluar hingga hidung tersumbat. “Ini infeksi hidung dan sekitarnya. Radang nggak cuma tenggorokan, tetapi seluruh hidung hingga tenggorokan,” tambahnya. Selesma terbilang wajar di kalangan anak-anak. dr. Darmawan menjelaskan bahwa seorang anak bisa terkena selesma sebanyak enam…
Read More
Varises Jangan Anggap Enteng!

Varises Jangan Anggap Enteng!

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_4983" align="alignleft" width="300"] Foto: depokpos.com[/caption] Sekitar 35 persen wanita dan 20 persen pria di atas usia 20 tahun cenderung mengalami varises dan vena laba-laba. Jika tidak ditangani, varises bisa menyebabkan rasa sakit, pembengkakan, hingga peradangan pada pembuluh darah. Varises atau varikosis adalah kelainan pada pembuluh darah vena yang bengkak atau membesar pada tungkai. Varises disebabkan kegagalan atau kerusakan katup dalam vena. Mereka yang memiliki riwayat berdiri terlalu lama saat bekerja dan kehamilan (terutama kehamilan kembar) menyebabkan stres signifikan pada pembuluh darah kaki hingga kegagalan atau kerusakan pada katup-katup vena. Varises vena berbeda dengan varises laba-laba. Vena laba-laba dibentuk oleh pelebaran sekelompok kecil pembuluh darah dekat permukaan kulit yang paling sering ditemukan pada kaki dan wajah. Vena laba-laba tampak seperti kemerahan atau bercabang atau pola sarang laba-laba dan jarang menyebabkan…
Read More
Simak 5 Jenis Kanker yang Sering Terjadi Pada Anak

Simak 5 Jenis Kanker yang Sering Terjadi Pada Anak

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_4976" align="alignleft" width="275"] Foto: www.katalogibu.com[/caption] Dewasa ini, kanker pun dengan mudah menyerang anak-anak. Meski begitu, ada pembedaan kanker yang menerpa orang dewasa dengan anak-anak. Ini lantaran faktor risiko gaya hidup dan lingkungan tidak begitu berperan. Anak-anak, terutama bayi yang terserang kanker  biasanya dikarenakan perubahan atau kelaian yang DNA saat baru lahir. Dengan perkembangan teknologi medis, lebih dari 80 persen anak-anak dengan kanker  sekarang bertahan hidup lima tahun atau lebih. Kanker  masih menjadi penyebab kematian kedua pada anak-anak di bawah 15 tahun selain kecelakaan. Kanker pada anak-anak terkadang sulit untuk dikenali karena sering dikira dengan benjolan atau luka biasa. Dilansir dari roserllpark, secara medis, ternyata ada 5 jenis kanker  yang paling sering dialami anak-anak. Leukemia Limfoblastik Akut Kanker yang terjadi pada masa kanak-kanak yang paling umum adalah, Lymphoblastic Leukemia Akut. Ada sekitar 34 persen dari anak-anak  penderita kanker adalah kanker jenis…
Read More
Kenali 6 Gejala Awal Penyakit Jantung yang Mudah Dideteksi

Kenali 6 Gejala Awal Penyakit Jantung yang Mudah Dideteksi

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_4891" align="alignleft" width="300"] Foto: alodokter.com[/caption] Angka kematian akibat penyakit tidak menular terus meningkat. Serangan jantung menjadi salah satu ancaman tertinggi. Berdasarkan Data Studi Beban Penyakit yang dipublikasikan dalam jurnal The Lancet, misalnya, menyebutkan bahwa pada 2016, sebanyak 54,7 juta orang meninggal di seluruh dunia. Dari jumlah itu, hampir tiga perempatnya (72,3 persen) berasal dari penyakit tidak menular seperti jantung, stroke, dan kanker. Bila ditengok ke belakang, selama satu dekade sejak 2006, terjadi peningkatan sebesar 16 persen atau 5,5 juta orang. Biang keladi terbesar adalah penyakit jantung iskemik yang membuat 9,5 juta orang meninggal. Dengan tingginya risiko penyakit jantung, tentunya kita perlu mengetahui gejala awal penyakit tersebut agar tindakan bisa segera dilakukan. Kelelahan Menurut Kardiolog di Northwell Health, Dr. Stacey E. Rosen, MD, kelelahan adalah salah satu gejala umum penyakit jantung.…
Read More
Ini Jenis Olahraga Anak Sesuai Usianya

Ini Jenis Olahraga Anak Sesuai Usianya

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_4885" align="alignleft" width="300"] Foto: erabaru.net[/caption] Bagi anak-anak, olahraga adalah salah satu aktivitas menyenangkan bagi anak dengan segudang manfaat. Oleh karena itu, jangan sia-siakan kesempatan emas untuk mengajarkan dan memperkenalkan anak pada dunia olahraga sedini mungkin. Bukan hanya manfaat kesehatan, bahkan, mengajarkan anak olahraga sejak kecil akan memberikan keterampilan lain yang mungkin tidak dimiliki teman-temannya. Lalu, olahraga apa yang tepat untuk mereka? Usia 6-9 Perhatian anak usia 6-9 tahun masih cenderung pendek. Pemberian instruksi yang terlalu rumit akan sulit dipahami. Anak membutuhkan petunjuk yang singkat, jelas, dan sedikit demi sedikit. Olahraga yang membutuhkan strategi khusus masih sulit diserap anak sehingga justru akan membuatnya bingung. Sesuaikan juga dengan kemampuan motorik anak pada usia ini. Olahraga yang bisa dilakukan antara lain: Lari Bermain bola Olahraga senam/gimnastik Renang Olahraga bela diri Usia 10-12…
Read More
Lawan Stroke Dengan Mengendalikan Faktor Risiko

Lawan Stroke Dengan Mengendalikan Faktor Risiko

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_4888" align="alignleft" width="300"] Foto: osundefender.com[/caption] Salah satu yang menjadi faktor risiko tertinggi seseorang terserang stroke adalah hipertensi atau tekanan darah tinggi dan diabetes.  Menurut Direktur Utama RS Pusat Otak Nasional Jakarta dr Mursyid Bustami, kedua hal tersebut menjadi penyebab seseorang terserang stroke. Faktor lainnya adalah usia, ras, kekentalan darah, obesitas, penyakit gangguan irama jantung (aritmia), stres, kolesterol tinggi, minum alkohol dan merokok. “Makin banyak (faktor) yang dimiliki seseorang, dua, tiga, itu makin besar kemungkinan stroke,” jelas dr Mursyid. Meski demikian, stroke dapat dicegah. Seperti diketahui, deteksi dini penyakit stroke penting untuk diketahui lantaran penyakit ini memerlukan penanganan yang cepat dan tepat untuk mencegah dan menghindari terjadinya kecacatan, bahkan kematian. Apalagi stroke kerap terjadi secara tiba-tiba. “Stroke dapat dicegah. Caranya kendalikan faktor risiko,” tandasnya. Sementara, hingga saat ini stroke masih…
Read More
Jangan Remehkan Cacingan Pada Anak, Kenali Gejalanya

Jangan Remehkan Cacingan Pada Anak, Kenali Gejalanya

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_4880" align="alignleft" width="275"] Foto: hellosehat.com[/caption] Cacingan sangat mungkin terjadi pada anak-anak. Ini lantaran pola hidup anak yang kerap tidak terkontrol oleh para orangtua. Anak yang terkena cacingan jangan dipandang remeh. Cacing yang masuk ke dalam tubuh bisa berkembang biak, yang akhirnya menghambat tumbuh dan kembang anak. Anak-anak yang menderita cacingan kronis bisa mengalami penurunan berat badan hingga perkembangan otak. Sebelum terlambat, ada baiknya mengetahui lebih dulu ciri-ciri anak yang mengalami cacingan.  Berikut ini, tiga gejala spesifik anak dengan kondisi cacingan: Kurang nafsu makan   Gejala ini memang dianggap kurang spesifik, karena beberapa kondisi lain pada anak juga ditandai dengan gejala yang sama. Sebut saja seperti masa tumbuh gigi, atau mengalami radang tenggorokan. Tapi, secara umum, kurang nafsu makan atau anoreksia juga bisa karena infeksi pencernaan yang disebabkan cacingan. “Kenapa…
Read More