Kesehatan Mental Ayah Berdampak Pada Anak

Kesehatan Mental Ayah Berdampak Pada Anak

Artikel, Artikel Anak
Faktanyam ayah memainkan peran yang sangat besar dalam perkembangan anak, mulai dari sisi bahasa, hingga pertumbuhan kognitif di masa balita. Lalu, peran ini berlanjut hingga menjelang remaja, dalam hal keterampilan sosial. Temuan itu dipublikasikan dalam dua jurnal ilmiah Early Childhood Research Quarterly dan Infant dan Child Development. Studi tersebut menemukan fakta, stres yang dialami ayah saat menjalankan tugasnya sebagai orangtua, mendatangkan efek yang berbahaya bagi perkembangan kognitif dan bahasa si anak. Dampak terbesar terjadi saat usia anak 2-3 tahun, bahkan dampak itu tak berkurang meski ada peran besar ibu dalam mengasuh anak tersebut. Disebutkan pula, ayah memiliki pengaruh yang amat besar terhadap perkembangan bahasa pada anak laki-laki, dibandingkan dengan anak perempuan. Stres dan problem kesehatan mental pada orangtua amat berpengaruh terhadap cara mereka berinteraksi dengan…
Read More
Benarkah Wanita Lebih Cepat Tua Daripada Pria?

Benarkah Wanita Lebih Cepat Tua Daripada Pria?

Artikel, Artikel Umum
Wanita mengalami proses penuaan yang lebih cepat dibandingkan pria. Pernyataan yang kerap kita dengar ini dibenarkan oleh Dr. Ariana Suryadewi Soejanto, M. Biomed. Dijelaskannya, kondisi ini disebabkan oleh hormon yang dimiliki wanita lebih kompleks dibandingkan pria.  “Hormon yang dimiliki wanita lebih kompleks. Khususnya hormon estrogen dan progesteron yang berfungsi banget memproduksi kolagen dan elastin agar membuat kulit kenyal. Seiring dengan penuaan, produksi hormon ini pun berkurang,”  kata Dr. Ariana di Jakarta. Dia menambahkan, “Sebenarnya pria dan wanita sama-sama mengalami penuaan. Kita bisa lihat sendiri pria juga mengalami kerutan dan bintik hitam”. Pada pria, hormon estrogen dan progesteron tidak sebanyak pada wanita. Dimana saat hormon tersebut berkurang tidak langsung menunjukkan efek penuaan pada pria. Sementara untuk mencegah penuaan dini, Dr. Ariana menyarankan untuk rutin melakukan…
Read More
Orangtua Modern Banyak Salah Terapkan Pola Asuh

Orangtua Modern Banyak Salah Terapkan Pola Asuh

Artikel, Artikel Anak
Umumnya, anak yang telah memasuki usia sekolah sudah memahami dan menghadapi aturan serta norma-norma sosial secara konsisten. Penanaman aturan pada anak-anak bukanlah tugas yang mudah untuk orangtua. Sebab, selalu saja ada kendala, seperti misalnya, anak-anak membangkang, tidak mau mendengar, dan mengamuk jika diberikan hukuman. Menurut Dr Justin Choulson, seorang pakar pola asuh anak, orangtua jangan memiliki anggapan bahwa tugas Anda adalah pelindung dan pencari nafkah untuk anak. Semua anak-anak membutuhkan lebih dari mainan terkini, sekolah terbaik, dan makanan, yaitu perhatian menyeluruh dari orangtua. “Jangan berpikir Anda telah menyekolahkan di tempat yang berkualitas dan menyiapkan makanan sehat berarti tugas Anda sudah cukup. Anak merupakan manusia kecil yang sama seperti manusia dewasa, membutuhkan komunikasi dua arah dan hubungan emosional seimbang,” jelas Dr Choulson. Selain kurang memberikan…
Read More
Nyeri Leher, Atasi Dengan Cara Ini

Nyeri Leher, Atasi Dengan Cara Ini

Artikel, Artikel Umum
Rasa nyeri di bagian leher umumnya muncul pada orang dewasa, terutama di atas usia 40 tahun. Dalam satu tahun, diperkirakan sekitar 10%-20% orang dewasa di dunia memiliki nyeri leher yang berlangsung setidaknya satu hari penuh dan mengurangi hari kerja efektif. Nyeri leher ini dapat terjadi tiba-tiba. Misalnya akibat tarikan, hentakan, atau cedera yang serius. Dapat juga berkembang perlahan-lahan dari waktu ke waktu, misalnya karena postur yang buruk atau proses degenerasi (penuaan) yang cepat menyebabkan keausan tulang atau sendi/bantalan. “Dari sebagian besar nyeri ataupun penyakit tulang belakang leher berkembang dari waktu ke waktu, sesuai umur (proses degeneratif), namun dapat diprovokasi atau disebabkan oleh cedera/kecelakaan seperti kasus Christoper Reeve, yang jatuh saat berkuda, dan menjadi lumpuh,” kata Dr dr Wawan Mulyawan SpBS SPKP AAK, dari rilis…
Read More
Layak Dicontoh, Simak Pola Asuh Anak di Skandinavia!

Layak Dicontoh, Simak Pola Asuh Anak di Skandinavia!

Artikel, Artikel Anak
Negara-negara Skandinavia seperti Finlandia, Denmark atau Swedia terkenal dengan pendidikannya yang disebut ideal untuk membentuk anak-anak cerdas tapi tetap punya kesempatan bermain dan tumbuh bahagia. Berbeda dengan orangtua di Asia atau di Amerika Serikat, orangtua di Skandinavia memang tidak membebani buah hati mereka dengan prestasi akademik tinggi. Mereka lebih suka anak-anak mereka memanjat pohon dibanding belajar alfabet melalui flash card. Anak-anak juga didorong untuk bermain di luar rumah ketimbang menghapal pelajaran. Nah, ketahui pola asuh apa saja yang mereka terapkan sehingga sering disebut sebagai pola asuh terbaik untuk anak: Menghirup udara segar Mayoritas orangtua di negara Skandinavia selalu ingin buah hatinya menghirup udara segar setiap hari sehingga ada kebiasaan membiarkan bayi mereka tidur siang di luar rumah. Bahkan saat musim dingin dan udara membeku,…
Read More
Waspadai, Konsumsi Karbohidrat Olahan Percepat Menopause

Waspadai, Konsumsi Karbohidrat Olahan Percepat Menopause

Artikel, Artikel Umum
Menopause kerap datang lebih awal pada sebagian wanita, pun sebagian lain justru lambat datang. Menurut riset terbaru, menopause bias terjadi lebih awal pada wanita yang diet karbohidrat olahan. Sebaliknya, menopause cenderung datang lebih lambat pada wanita yang mengonsumsi banyak ikan dan kacang polong. Menurut Yashvee Dunneram penulis studi yang juga peneliti pasca sarjana dengan kelompok epidemiologi gizi di sekolah ilmu pangan dan gizi di Universitas Leeds, Inggris, “Secara khusus, konsumsi ikan berminyak yang lebih tinggi ditemukan untuk menunda waktu menopause alami sekitar tiga tahun. Di sisi lain, konsumsi karbohidrat olahan yang lebih tinggi, seperti pasta dan nasi, mempercepat masa menopause hingga 1,5 tahun.” Alasan adanya hubungan antara asupan makanan dan waktu menopause memang masih belum jelas. Tetapi, Dunneram berspekulasi bahwa hal itu mungkin berkaitan…
Read More
Benarkah Anak Jadi Kreatif Dengan Banyak Mainan?

Benarkah Anak Jadi Kreatif Dengan Banyak Mainan?

Artikel, Artikel Anak
Harus diakui, dunia anak memang mayoritas diisi dengan bermain. Tetapi terlalu banyak memiliki mainan justru berdampak buruk pada kreativitas anak. Anak-anak yang memiliki banyak mainan akan mudah teralihkan atau kurang fokus serta tidak menikmati waktu main yang berkualitas. Hal ini didasrkan penelitian yang dilakukan tim Universitas Toledo, Ohio, Amerika Serikat, yang melibatkan 36 anak balita. Para balita itu diajak main di ruangan bermain selama 30 menit dengan hanya 4 mainan atau 16 mainan. Ternyata, anak balita menjadi lebih kreatif saat mereka hanya punya beberapa mainan untuk dimainkan. Mereka juga akan memainkan setiap mainan itu dua kali lebih lama dan lebih mengeksplorasi permainannya. Tim peneliti menyarankan agar orangtua, guru, atau pengasuh di tempat penitipan anak mengurangi jumlah mainan dan merotasi mainannya secara berkala. Tujuannya agar…
Read More
Jadilah Bijak Mengonsumsi Gula

Jadilah Bijak Mengonsumsi Gula

Artikel, Artikel Umum
Banyak orang tidak menyadari makanan dan minuman yang sering dikonsumsi mengandung kadar gula tinggi. Sebut saja salah satunya soft drink. Kendati menyegarkan, faktanya aneka minuman ringan yang umumnya bersoda itu kaya akan gula. Hasil survei sosial ekonomi nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata orang Indonesia mengonsumsi gula 200 gram per hari. Padahal, Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) merekomendasikan konsumsi gula sebaiknya hanya 5% atau kurang lebih 25 gram setara enam sendok teh perhari. Menurut dr Jessica Florencia, keinginan untuk terus-menerus mengonsumsi gula terkait dengan kombinasi antara rasa subjektif nyaman dan bahagia, sebab rasa manis dan kebutuhan energi dapat dengan cepat dan mudah terpenuhi dari kalori gula. “Efek positif itulah yang membuat keinginan untuk mengonsumsi makanan manis meningkat sehingga banyak orang…
Read More
Makanan Sehat Bikin Anak Lebih “Pede”

Makanan Sehat Bikin Anak Lebih “Pede”

Artikel, Artikel Anak
Riset mengungkapkan bahwa anak-anak yang senang mengonsumsi makanan sehat cenderung lebih gembira, memiliki kepercayaan diri yang baik, dan jarang mengalami masalah emosional dan dalam pertemanan. Itu sebabnya mereka pun memiliki risiko lebih kecil menjadi korban bully dari teman-temannya. Demikian menurut kesimpulan dari penelitian terhadap 7.675 anak-anak berusia 2 sampai 9 tahun, dari 8 negara Eropa - Belgia, Siprus, Estonia, Jerman, Hongaria, Spanyol, dan Swedia. Sayangnya, mendorong anak-anak untuk mengonsumsi makanan sehat bukanlah hal yang mudah. Kebanyakan dari mereka lebih menyukai makanan olahan atau cepat saji yang dianggap lebih enak di lidah. Dalam penelitian ini para periset meminta orangtua untuk melaporkan seberapa sering anak mereka makan makanan dari daftar 43 item makanan yang disediakan oleh para peneliti. Setelah itu, periset menentukan Skor Kesejahteraan Diet Sehat (HDAS)…
Read More
Simak 3 Cara Tubuh Tak Kehilangan Magnesium

Simak 3 Cara Tubuh Tak Kehilangan Magnesium

Artikel, Artikel Umum
Magnesium merupakan salah satu mineral penting dalam tubuh, yang bertanggung jawab atas lebih dari 300 reaksi enzim yang paling banyak ditemukan di otak, tulang, dan jaringan. Selain itu, magnesium juga penting untuk transmisi saraf, kontraksi otot, produksi energi, pembentukan tulang, serta sel. Kekurangan mineral ini dapat memicu masalah kesehatan yang serius. Tanda kekurangan magnesium seperti badan terasa kaku, kencang, kram, atau suasana hati yang buruk. Susu, tepung putih, dan makanan olahan tidak mengandung magnesium sama sekali. Biasanya, kadar magnesium hilang saat Anda terlalu banyak mengonsumsi kopi, alkohol, garam. Bisa juga ketika Anda terlalu banyak mengeluarkan keringat atau stres yang berkepanjangan, diare, haid yang berat, dan minum obat antibiotik. Sangat mudah memang bagi tubuh untuk kehilangan mineral penting ini. Namun, ada beberapa cara agar tubuh…
Read More