Waspadai Hoax Seputar Kesehatan Anak

Waspadai Hoax Seputar Kesehatan Anak

Artikel, Artikel Anak
Ada banyak berita hoax atau mitos di dunia kesehatan yang bila dicermati secara detail memiliki efek yang buruk pada masa depan, baik itu terhadap individu maupun masyarakat. Mitos berasal dari banyak hal, dari pengalaman, hingga dari informasi yang salah dari sumber tertentu. Misalnya dalam kasus susu kental manis (SKM), banyak masyarakat yang masih percaya bahwa SKM bisa menggantikan ASI, atau memiliki tingkat nutrisi yang sama dengan susu. Lalu, ada mitos soal vaksin bisa menyebabkan autisme, yang sebenarnya adalah kesalahan yang fatal karena tidak terbukti dengan penelitian yang valid. Generasi muda saat ini harus lebih bijak memahami berita mana yang benar atau sesuai dengan fakta. Sayangnya, di Indonesia banyak berita hoax yang menjadi acuan dalam mengambil keputusan, terlebih lagi pengambilan keputusan dalam membesarkan buah hati.…
Read More
‘Si Pencuri Penglihatan’ Selalu Mengintai

‘Si Pencuri Penglihatan’ Selalu Mengintai

Artikel, Artikel Umum
Sejatinya, glukoma tidak dapat disembuhkan dan mengakibatkan gangguan pengelihatan yang bisa menyebabkan kebutaan. Hal itu dikatakan dr. Syukri Mustafa Sp.M (K) dari Rumah Sakit Mata Aini, Jakarta. Menurut dia, glukoma merupakan penyakit kerusakan pada saraf mata karena terjadinya peningkatan tekanan pada bola mata. Peningkatan tekanan pada mata terjadi karena cairan yang diproduksi tidak normal. Syukri mengatakan ada beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan glukoma dan harus diwaspadai yaitu faktor usia lebih dari 41 tahun, adanya riwayat glukoma di keluarga, hypermetropia atau rabun jauh, kornea tipis, menderita diabetes melitus, tekanan darah tinggi (hipertensi), terjadi trauma pada mata, dan pernah mengonsumsi obat steroid dalam waktu jangka panjang. “Glukoma dibagi menjadi primer, sekunder dan kongenital,” ujar Syukri. Glukoma primer, ujar Syukri, tidak diketahui penyebabnya. Sedangkan glukoma sekunder…
Read More
Anak Mulai Pubertas? Simak Peran Ibu Berikut

Anak Mulai Pubertas? Simak Peran Ibu Berikut

Artikel, Artikel Anak
Remaja memerlukan pendamping ketika memasuki masa pubertas. Di sinilah peran ibu diperlukan. Hal ini diungkapkan Elizabeth Santosa MPsi Psi ACC, psikolog ahli bidang perempuan. Menurutnya, memasuki masa pubertas, di mana untuk perempuan ditandai dengan menstruasi, merupakan hal yang besar bagi kebanyakan remaja perempuan. Diperlukan sosok yang paling dipercaya para remaja untuk mendampinginya memasuki masa penting ini. “Di sinilah peranan ibu yang tidak tergantikan, juga sebagai wujud ikatan antara ibu dan anak perempuannya,” ujarnya. Dia melanjutkan, masing-masing ibu dan anak remaja perempuan memiliki wujud ikatan yang beragam. Elizabeth menekankan, bagaimanapun tetap diperlukan adanya pembicaraan dari hati ke hati, termasuk membahas seputar menstruasi dan reproduksi. Dia menyarankan para ibu untuk memperhatikan timing dalam menyampaikan informasi mengenai hal ini kepada anak remaja perempuannya. Ibu sebaiknya memulai percakapan…
Read More
Rutin Periksa Mata Hambat Glaukoma

Rutin Periksa Mata Hambat Glaukoma

Artikel, Artikel Umum
Penyakit glaucoma kerap disebut sebagai pencuri penglihatan. Itu karena penyakit tersebut menimbulkan kebutaan yang tidak dapat dipulihkan. Sebagai langkah antisipasi, penting bagi masyarakat untuk memeriksa mata secara rutin. Menurut Dokter spesialis mata dari Rumah Sakit Mata Aini, dr Syukri Mustafa SpM(K),  glaukoma merupakan penyakit kerusakan pada saraf mata karena terjadinya peningkatan tekanan pada bola mata. Peningkatan tekanan itu terjadi karena produksi cairan dalam mata yang tidak normal. Syukri mengatakan ada beberapa faktor risiko yang harus diwaspadai. "Usia lebih dari 41 tahun, adanya riwayat glaukoma di keluarga, rabun jauh, kornea tipis, menderita diabetes melitus, tekanan darah tinggi (hipertensi), terjadi trauma pada mata, dan pernah mengonsumsi obat steroid dalam waktu jangka panjang," terang Syukri pada seminar bertajuk Kenali Glaukoma Sejak Dini di Aula Rumah Sakit Mata…
Read More
Ahli Nutrisi Bagikan Tips Kriteria Memilih Jajanan Anak

Ahli Nutrisi Bagikan Tips Kriteria Memilih Jajanan Anak

Artikel, Artikel Anak
Dari beberapa survei yang dilakukan bisa dikatakan, hampir semua jenis jajanan anak di sekolah merupakan makanan yang  tak sehat. Jika dibiarkan, hal ini bisa mempengaruhi kondisi kesehatan si kecil. Bahkan, masalah tersebut bisa berpengaruh pada kecerdasan dan tumbuh kembang anak. Lalu, bagaimana mengatasinya? Penting bagi orangtua untuk memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi. Spesialis gizi klinik Dr Juwalita SpGK menjelaskan orang tua mempunyai peran penting untuk memberikan edukasi pada anak terkait jenis jajanan yang sehat dan tidak. Cara ini dipercaya bisa menjaga anak tetap sehat. Berikut ini beberapa ciri jajanan anak yang sehat untuk dikonsumsi: Tertutup “Jajanan anak syarat jajanan sehat itu harus dikemas, harus tertutup. Apalagi kalau dia dijual di jalanan harus tertutup sehingga dia harus higienis,” kata Dr Juwalita di Jakarta, beberapa waktu…
Read More
Bijaklah Mengonsumsi Gula!

Bijaklah Mengonsumsi Gula!

Artikel, Artikel Umum
Kebanyakan orang tidak menyadari makanan dan minuman yang sering dijumpai, atau bahkan dikonsumsi mengandung kadar gula tinggi. Sebut saja salah satunya soft drink. Kendati menyegarkan, faktanya aneka minuman ringan yang umumnya bersoda itu kaya akan gula. Hasil survei sosial ekonomi nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata orang Indonesia mengonsumsi gula 200 gram per hari. Padahal, Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) merekomendasikan konsumsi gula sebaiknya hanya 5% atau kurang lebih 25 gram setara enam sendok teh perhari. Menurut dr Jessica Florencia seperti dikutip dari klikdokter.com, keinginan untuk terus-menerus mengonsumsi gula terkait dengan kombinasi antara rasa subjektif nyaman dan bahagia, sebab rasa manis dan kebutuhan energi dapat dengan cepat dan mudah terpenuhi dari kalori gula. “Efek positif itulah yang membuat keinginan untuk…
Read More
Ini Tanda Awal Anak Terkena Anemia

Ini Tanda Awal Anak Terkena Anemia

Artikel, Artikel Anak
Anemia menjadi penyakit yang banyak menyerang anak-anak di masa sekarang ini dan telah menjadi masalah besar yang harus dicarikan solusinya. Anemia dapat terjadi karena kurangnya zat besi dalam tubuh sehingga cadangan zat besi untuk pembentukan sel darah merah berkurang yang menyebabkan kadar hemoglobin (Hb) darah kurang dari normal. Hasil survei kesehatan rumah tangga (SKRT) melaporkan kejadian anemia paling banyak terjadi pada anak-anak dibandingkan dewasa. Survei itu memperlihatkan  sebanyak 48,1% pada kelompok usia balita dan 47,3% pada kelompok usia anak sekolah. Gejala anemia pada anak  pun bisa terlihat. Pada fase awal ini penyakit anemia pada anak biasanya tidak menunjukkan gejala. Namun jika terus berlanjut atau kadar Hb sangat rendah. Kurangnya  sel darah merah yang membawa oksigen menyebabkan tubuh kekurangan pasokan oksigen dan organ tubuh tidak…
Read More
Awas, Sulit Berkemih Tanda Kanker Prostat

Awas, Sulit Berkemih Tanda Kanker Prostat

Artikel, Artikel Umum
Kanker prostat merupakan kanker yang menyerang salah satu organ reproduksi pada laki-laki. Kanker ini ditandai dengan gangguan berkemih. Jadi, bila para pria mengalami gejala kencing tidak lancar, sebaiknya segera periksakan. “Kelenjar prostat ada di bawah kantong kemih. Kalau dia (kelenjar prostat) mengalami pembesaran, akan menghalangi aliran kencing sehingga pasiennya umumnya mengeluhkan gangguan buang air kecil,” tutur dokter spesialis urologi Syamsu Hudaya pada seminar bertajuk ‘Mengenal Keganasan pada Tubuh Kita & Pencegahannya’, di RSUP Fatmawati, Jakarta, pekan lalu. Syamsu menjelaskan, di tahap awal kanker prostat juga bisa terjadi tanpa disertai gejala. Ketika kanker sudah masuk stadium yang lebih tinggi, gejala-gejalanya antara lain sperma berdarah, nyeri saat ejakulasi, buang air kecil berdarah, dan nyeri tulang. Pada umumnya, kasus kanker prostat lebih sering ditemui pada etnik Afrika-Amerika…
Read More
Anemia Mengancam Anak, Simak Tips Berikut!

Anemia Mengancam Anak, Simak Tips Berikut!

Artikel, Artikel Anak
Saat ini, diperkirakan penderita anemia di seluruh dunia mencapai 2,3 juta orang, di mana 50%-nya disebabkan Anemia Defisiensi Besi (ADB). Tidak itu saja, wilayah tertinggi penderita anemia ada di Asia Tenggara dan Afrika, mencapai 85 persen, yang paling banyak dialami oleh para wanita dan anak-anak. Ada cara agar anemia tidak terjadi pada anak-anak. Pasalnya, jika terkena pada anak akan memberikan dampak negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, yaitu menurunkan sistem kekebalan tubuh sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi. Melihat dampak anemia yang cukup serius pada anak, perlu pendeteksi dini agar dapat segera diatasi dengan lebih baik. Kekurangan zat besi merupakan faktor utama AGB sehingga untuk mencegahnya dengan cara mengajarkan dan membiasakan anak mengonsumsi makan sehat dan bervariasi. Pilih bahan pangan yang tinggi akan zat…
Read More
Usir Kanker Perbanyak Kadar Vitamin D

Usir Kanker Perbanyak Kadar Vitamin D

Artikel, Artikel Umum
Kadar vitamin D yang tinggi ternyata bisa menurunkan risiko seseorang terkena kanker. Sebuah penelitian dari Jepang yang diterbitkan dalam BMJ menyebut, vitamin yang berasal dari paparan sinar matahari ini dipercaya dapat menurunkan risiko kanker. Dilansir dari Natural News, para peneliti menggunakan data peserta sebanyak 33.736 orang dengan rentang umur 40 hingga 69 tahun dari Pusat Kesehatan Masyarakat Jepang. Penelitian diawali dengan melakukan pendataan riwayat medis, pola makan, dan gaya hidup. Peneliti pun mengambil sampel darah guna mengukur kadar vitamin D. Setelah mempertimbangkan faktor risiko kanker, seperti usia, berat badan, tingkat aktivitas fisik, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol dan diet, peneliti menemukan peserta dengan tingkat vitamin D yang tinggi, risiko terkena hampir semua jenis kanker menurun 20 hingga 25 persen. Tak hanya itu, vitamin D juga dapat menurunkan…
Read More